
"Kak... aku ingin bicara" Ucap Hans mengejutkan Alika.
Hans membawa Alika ke taman belakang rumah mereka dan menuangkan teh untuk Alika.
"Ada apa?" Tanya Alika dengan lembut.
"Kak aku akan pergi ke Amerika. Aku akan membawa Rio bersama ku disana kami akan mempelajari dan mengembakan ilmu kesehatan terutama mengenai masalah jantung manusia" Ucap Hans serius.
Alika menaruk nafas dalam sembari menutup mata dan kemudian menghembuskanya. "Aku tidak bisa menghalangi langkah mu, semua keputusan ada ditangan mu... aku hanya berharap kita semua akan tetap menjadi keluarga apapun yang terjadi" Sahut Alika dengan menahan air mata.
"Kak apapun yang terjadi kita semua akan tetap menjadi keluarga, aku dan Rio akan kembali segera setelah tujuan kami untuk mengembangkan dunia kesehatan tercapai" Ucap Hans mencoba meyakinkan Alika.
"Kakak jangan cemas... kami berdua akan sering mengirimkan pesan dan menelfon kakak, kami juga akan segera kembali jadi jangan cemaskan kami" Ucap Rio yang baru saja tiba.
__ADS_1
"Rio kemarilah" Ucap Alika sembari mengulurkan tanganya. Rio pun meraih tangan Alika dan berdiri didekatnya.
"Biarkan aku menatap wajah kalian sejenak..." Ucap Alika kepada Rio dan Hans.
Hans berdiri disamping Rio dan Alika menatap wajah kedua pemuda itu penuh kesedihan.
"Kakak kami akan kembali dan kami akan menjadi dokter ahli dan ternama... kami tidak akan membiarkan ada orang yang menderita seperti kak Dean dan kami tidak akan membiarkan ada keluarga yang kehilangan orang tercintanya seperti kita" Ucap Rio sembari menghapus air mata Alika.
"Kalian harus berusaha dengan baik, belajarlah dari kesalahan tapi jangan kembali ke masa lalu yang menyakitkan..." Sahut Alika menasehati.
"Kalian berdua sekarang sudah dewasa... kalian berhak untuk memilih jalan hidup kalian masing-masing, aku tidak bisa menahan kalian agar selalu berada disisi ku ataupun memaksa kalian menjadi seperti yang ku mau aku hanya bisa mendukung kalian dan berdo'a untuk kebahagiaan kalian" Sahut Alika sembari menguatkan hatinya.
"Kakak bagaimana kau bisa mendo'akan kebahagiaan kami sedangkan kau sendiri menderita" Ucap Rio yang emosional.
__ADS_1
"Kebahagiaan ku sekarang terletak pada kalian bertiga, aku tidak memiliki alasan lain untuk bahagia selain melihat kau, Hans, dan Jingmi bahagia" Sahut Alika sembari meletakan kedua tanganya diwajah Rio.
"Kakak kenapa kau dan paman Johan tidak kembali bersama?" Tanya Hans bingung.
"Aku tidak akan bisa kembali kepadanya... karena akupun tidak mungkin bisa membuatnya bahagia" Sahut Alik lirih dan kemudian memalingkan tubuhnya.
"Bukankah dia sangat mencintai mu? Apa karena kau tidak mencintainya karena itu kau tidak ingin kembali bersama denganya?" Ucap Hans kembali bertanya.
"Tidak bukan karena itu..." Sahut Alika lirih.
"Lalu kenapa kak?" Sahut Hans kembali bertanya.
"Hans cinta memang tidak bisa dipaksakan tapi cinta bisa datang jika kita mau belajar untuk mencintai pasangan kita dan menerima dia dengan apa adanya, karena cinta itu seerti angin yang bisa datang dan pergi kapan pun dia ingin... tapi Hans aku tidak akan bisa kembali kepada Johan karena aku tidak ingin membuatnya semakin terluka" Sahut Alika menjelaskan.
__ADS_1
"Terluka? Maksudnya?" Tanya Rio bingung.
"Jika kekasih dari mendiang anak yang paling dia kasihi bersanding denganya sebagai pasanganya akankah dia akan merasa bahagia dengan itu?" Sahut Alika balik bertanya.