Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Kejutan.


__ADS_3

"Kenakanlah kalung ini agar aku bisa melihat bayangan ibu ku pada dirimu wanita yang aku cintai, selama sisa hidupku" Ucap Dean berbisik halus ke twlinga Alika.


Mendengar itu Alika tersentak kaget. Saat Dean berpaling darinya Alika menarik tangan Dean dan kemudian berdiri dihadapanya.


"Apa maksudnya itu?" Tanya Alika bingung, Dean hanya menjawab pertanyaan Alika dengan senyuman.


"Dean jawab aku. Apa maksudnya kata-kata mu tadi?" Tanya Alika cemas.


"Alika... hari ini adalah hari ulang tahun mu, kenapa kau ingin mewarnainya dengan perdebatan?" Sahut Dean balik bertanya.


"Aku tanya sekali lagi... Apa maksud dari ucapan mu tadi? Kenapa kau mengatakan hal itu?" Tanya Alika terus mendesak Dean.


"Aku... aku hanya ingin melihat mu mengenakan kalung itu disaat-saat terakhir ku, dan aku harap aku bisa melihat mu hidup bahagia sebelum aku tiada" Sahut Dean ragu-ragu.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Apa maksudnya ini?" Tanya Alika bingung.


"Kemungkinan hidup Dean sudah tidak lama lagi" Sahut Nana dokter pribadi Dean yang selama ini juga adalah sahabat rahasianya.


"Jika dalam waktu satu bulan dia tidak mendapatkan donor jantung maka dia tidak akan tertolong, dan Dean menolak untuk menjalani perawatan medis dirumah sakit. Dia juga menolak untuk didaftarkan sebagai pasien pencari donor organ" Ucap Nana menjelaskan.


"Kau kenapa diam saja? Apa semu ini benar?" Tanya Alika meminta penjelasan kepada Dean.


"Itu benar" Sahut Dean singkat dan lirih.


"Aku tidak ingin kalian khawatir pada ku, aku hanya ingin pergi dengan tenang dan aku ingin memiliki kenangan bahagia bersama kalian semua" Sahut Dean sembari tersenyum menahan kesedihanya.


"Kakak..." Ucap Jingmi lirih dan kemudian memeluk Dean erat.

__ADS_1


"Jangan menangis... kakak hanya akan pergi sebentar dan setelah kakak pergi kita pasti akan bertemu lagi nanti didunia yang lebih indah" Ucap Dean sembari menahan air matanya.


"Apa yang ada didalam pikiran mu kenapa kau merahasiakan semua ini?!" Tanya Alika kesal.


"Dean tidak ingin kalian mengetahui penderitaanya, dia hanya ingin kalian melihatnya tersenyum dan baik-baik saja... dia ingin saat kematianya semakin dekat dia juga semakin dekat dihati kalian" Ucap Nana menjawab pertanyaan Alika.


"Nana sudah" Ucap Dean menyuruh temanya itu untuk tidak bicara lebih banyak lagi.


"Kau minta aku untuk diam? Aku sudah telalu lama diam. Aku diam saat kau menolak untuk menjalani pengobatan, aku diam saat kau memaksa untuk keluar dari rumah sakit padahal saat itu kau baru saja melewati masa kritis mu, aku bahkan diam saat kau dengan diam-diam mendonorkan darah mu pada adikmu Jingmi padahal saat itu kau sendiri sudah berada diambang kematian.


Sekarang kau ingin aku diam yang seperti apa lagi?" Sahut Nana kesal.


"Nona Alika... sahabat ku ini sangatlah mencintai anda bahkan melebihi hidupnya sendiri, disaat anda memilih untuk meninggalkanya dia berjuang sendirian melawan kematian tanpa memberitahu siapapun. Aku adalah dokter yang menanganinya dan aku juga adalah sahabat yang gagal untuk melindungnya, waktunya hanya tinggal saru bulan lagi dan dia menolak untuk melakukan pengobatan lalu aku harus bagaimana?

__ADS_1


Aku adalah seorang dokter yang bertugas untuk menyelamatkan nyawa pasien ku tapi aku juga adalah seorang sahabat yang tidak bisa menolak permohonan sahabat ku ini apa lagi disaat dia sedang sekarat seperti saat ini" Ucap Nana sembari menitikan air mata penyesalan.


__ADS_2