Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Sebuah Rasa.


__ADS_3

Alika menyuruh Rio dan Jingmi untuk istirahat lebih dulu sementara dirinya yang akan menemani Hans. Rasa takut akan kehilangan mulai menghantui hati Alika, ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dia kasihi membuat Alika terhanyut didalam kesedihan dan air mata.


Perasaan yang selalu menghantuinya kini mulai menguasai hatinya. Hans selalu berbagi cerita dengan Alika tapi kali ini dia menutupi tentang kondisinya, entah apa yang sebenarnya terjadi pada Hans dan apa yang ada dipikiranya hingga dia menutupi semua itu dari keluarganya sendiri.


"Aku tidak mengharapkan mu pergi dari ku, aku sudah cukup kehilangan... aku sudah kehilangan ayah ku, cinta ku, anakku, suamiku, dan juga masa kecil ku.


Aku tidak ingin kehilangan lagi... tapi kenapa kau melakukan hal yang sama seperti mendiang kakak mu? Apakah hati kalian begitu terikat? Apa kau juga akan pergi? Tanpa memikirkan perasaan ku?" Ucap Alika dalam hati sembari menggenggam tangan Hans.


Melihat Alika yang terlihat begitu terpukul dan khawatir Jingmi menelfon Azizah dan memintanya untuk menemani Alika. Azizah pun bergegas menuju penginapan itu untuk menemui Alika, saat sampai disana dirinya melihat Alika sedang menangis sambil menggenggam tangan Hans dan membelai rambutnya.


Azizah hanya memperhatikan dari jauh. Dia merasa iba dan juga sedih ketika melihat Alika kembali jatuh ke dalam lubang kesedihan dan ketakutan akan rasa kehilangan.

__ADS_1


"Alika..." Ucap Azizah dengan lirih.


Alika yang mengetahui kedatangan sahabatnya itu hanya bisa duduk terpaku dan menangis. Azizah mendekati Alika dan membawanya untuk duduk bersama disofa yang ada dikamar itu.


"Dia anak yang tampan dan terlihat sangat lembut" Ucap Azizah berusaha menghibur Alika.


"Dia sama seperti kakaknya" Sahut Alika sembari menghapus air matanya.


"Kau takut akan kehilanganya?"


"Dia akan tetap bersama mu percayalah padanya"

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa percaya padanya disaat dia sendiri menolak untuk percaya pada ku" Ucap Alika yang kemudian pergi meninggalkan kamar itu.


Azizah kemudian melangkah mendekati Hans dan berdiri tepat disamping tempat tidur Hans.


"Aku tau kau sudah bangun Hans... dia adalah ibu mu tidak seharusnya kau merahasiakan tentang keadaan mu darinya, aku tidak tau kau memandangnya sebagai ibu mu atau sebagai seorang wanita yang kau kagumi...


Tapi siapapun Alika dimata mu pada kenyataanya dia adalah ibu angkat mu. Kalian memang tidak sedarah daging tapi kalian terikat dengan ikatan batin dia hanya ingin kau selalu bersama denganya, disisinya, dan bahagia...


Dia selalu berdoa agar kalian selalu sehat, panjang umur, dan bahagia. Seandainya kau meminta nyawanya demi kebahagiaan mu dia pasti akan memberikanya pada mu, dia sangat percaya pada mu jadi ku mohon jangan kecewakan dia" Ucap Azizah pada Hans yang kemudian keluar dari kamar itu dan menutup pintunya.


Setelah Azizah keluar Hans membuka matanya dan menitikan air mata. "Aku tidak ingin dia tau tentang penderitaan dan luka ku, aku hanya ingin dia tau tentang bahagia dan senyuman ku..." Ucap Hans lirih.

__ADS_1


Hans pun beranjak dari tempat tidurnya dia juga melepaskan infusnya dengan paksa dan kemudian bergegas keluar dari kamarnya untuk mencari Alika. Hans berjalan keluar dari penginapan dan dia melihat Alika sedang berdiri ditepi jembatan kayu yang ada dipantai itu.


Hans berlari kearah Alika dan memeluknya dari belakang. Alika sudah mengetahui jika itu adalah Hans tapi dia tetap diam tanpa mengatakan sepatah kata pun dan tetap menatap laut tanpa bergerak dari posisi awal dia berdiri.


__ADS_2