
"Iya ibu tau kau tidak berniat menyakiti mereka... diantara kita semua kau yang paling dekat dengan Jingmi, sekarang kau harus menenangkan hati mu dan meminta maaf pada kakak dan adikmu... setelah itu istirahatlah" Ucap Alika menasehati putranya.
"Apa mereka tidak akan marah?" Tanya Rio cemas.
"Rio... kau tidak sengaja melakukan semua itu dan mereka juga pasti sudah mengerti akan hal itu, kau adalah saudara mereka kau tidak akan berniat untuk menyakiti mereka dengan sengaja bukan?"
"Tidak bu... tidak akan"
"Kalau begitu tenangkan hati mu dan minta maaflah pada mereka semuanya pasti akan baik-baik saja" Sahut Alika sembari menggenggam tangan Jingmi.
Setelah menasehati Rio Alika membawanya kembali ke kamar untuk menemui adik dan kakaknya. Rio meminta maaf pada Hans dan juga Jingmi karena secara tidak sengaja sudah menyakiti mereka Rio juga berjanji jika dia akan berusaha untuk tetap tenang meski dalam keadaan apapun.
Setelah semua masalah selesai Alika dan anak-anaknya kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Saat Alika baru saja berbaring untuk tidur hpnya tiba-tiba saja berbunyi, Alika bergegas mengambil hpnya dan ternyata itu panggilan telefon dari Rio.
Alika bergegas menjawab telfon itu."Iya..." Ucap Alika dengan lembut.
__ADS_1
"Bu... aku lapar aku ke dapur tapi aku tidak bisa menemukan makanan hanya ada bahan mentah, aku mau masak tapi kepala ku sakit" Sahut Rio dengan suara yang tidak bertenaga.
"Ibu kesana sekarang ya... sebentar sayang" Ucap Alika yang bergegas pergi ke dapur.
Saat sampai didapur Alika melihat Rio duduk dilantai bersandar dilemari dapur dengan wajah yang pucat. "Rio..." Ucap Alika lirih.
Alika menghampiri Rio dan membantunya bangun. Alika membantu Rio untuk duduk dimeja makan, dan memberinya segelas susu hangat.
"Ibu akan masak bubur tunggu sebentar ya" Ucap Alika yang kemudian bergegas untuk memasak bubur nasi.
"Ibu menjaga Jingmi hingga tertidur, setelah itu ibu membantu kakak mu untuk mengganti perban lukanya, lalu ibu memeriksa mu dikamar... tadi ibu lihat kau sudah tidur jadi ibu sempatkan untuk mengerjakan pekerjaan mu tapi saat ibu baru mau tidur kau sudah ada disini dan hampir pingsan" Sahut Alika sembari tersenyum lembut.
"Ibu lelah? Ibu istirahat saja ibukan besok juga harus ke kantor"
"Lelah ibu sudah tidak akan terasa saat kalian bertiga tersenyum dan sehat. Tapi kalau kalian sakit begini ibu tidak merasa juga, hanya sedikit cemas" Sahut Alika sembari mengaduk bubur yang dia masak.
__ADS_1
"Bu..."
"Iya..."
"Tidak... tidak jadi" Ucap Rio ragu-ragu.
Setelah buburnya matang Alika menyuguhkan bubur itu pada Rio. Alika menyuapi Rio dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, Alika kemudian memberi Rio vitamin dan segelas air putih hangat.
Setelah selesai makan Alika membawa Rio ke kamarnya untuk istirahat. Saat Alika ingin keluar dari kamar Rio dia melihat kembali anaknya yang sedang sakit itu dan merasa tidak tega untuk meninggalkanya. Alika memakaikan selimut untuk Rio dan menggenggam tanganya hingga dia tertidur pulas.
Saat Rio sudah tertidur Alika menyadari jika suhu tubuh Rio meningkat. Alika bergegas mengambil handuk kecil dan air dimangkuk untuk mengompres Rio, dengan penuh kesabaran Alika mengompres Rio dan mengecek suhu tubuhnya setiap satu jam.
"Aku memiliki tanggung jawab besar pada ketiga anakku, aku mungkin sudah tidak seharusnya memikirkan tentang cinta karena mereka bertiga adalah cinta ku... anak-anakku" Ucap Alika dalam hati sembari memegang wajah Rio dengan penuh kasih sayang.
Hans melihat Alika dari balik pintu sedang terjaga untuk merawat Rio yang sedang sakit. Hans menatap wajah Alika yang penuh dengan kasih sayang dan ketulusan.
__ADS_1
"Kau sempurna sebagai seorang ibu, tapi aku gagal menjadi putra yang berbakti pada mu" Ucap Hans dalam hati.