Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
Kakak Adik.


__ADS_3

Sementara itu diAmerika Hans sudah mulai mendalami ilmu pengobatan sembari menguris kedua adiknya. Saat malam sudah larut namun Rio belum juga pulang Hans pun menunggunya berasama Jingmi dan akhirnya mereka ketiduran.


Saat Hans terbangun dia melihat Rio sudah ada disampingnya. Hans merangkul bahu Rio kemudian membangunkan Jingmi.


"Kakak biarkan saja dia" Ucap Rio menghentikan Hans membangunkan adiknya.


"Dia sangat mirip dengan Tao jika sedang tertidur" Ucap Hans sembari membelai rambut Jingmi.


"Dia sangat manis dan polos... aku takut jika nantinya kepolosan itu akan membuatnya disakiti" Sahut Rio sembari beranjak dari duduknya kemudian meraih tangan Jingmi dan kemudian menggendongnya.


"Bukankah kita akan selalu melindunginya?" Ucap Hans sembari tersenyum.


"Tidak bisa selalu begitu kak... pasti akan ada masanya kita harus jauh darinya dan tidak bisa menjaganya lagi jika saat itu tiba apa dia bisa menghadapi semuanya sendirian?" Sahut Rio balik bertanya.


Rio membaringkan Jingmi ditempat tidurnya. Kemudian Rio duduk disofa bersama dengan Hans, keduanya duduk berhadapan dan mulai berbincang-bincang.

__ADS_1


"Kau begitu mencemaskanya" Ucap Hans sembari meletakan cangkir tehnya.


"Dari pada khawatir sebenarnya aku lebih merasa takut" Sahut Rio serius.


"Ada apa sebenarnya? Apa ada masalah?" Tanya Hans mulai khawatir.


"Hasil pemeriksaan kesehatan Jingmi minggu ini membuat ku sangat terkejut, aku takut kak jika dia seperti kak Dean"


"Apa maksudnya itu?"


"Rio... masalah ini cukup hanya kita yang tau jangan katakan apapun pada Jingmi ataupun bunda, setelah kita bisa menangani masalah ini baru kita beritahu mereka berdua" Ucap Hans yang juga cemas.


"Baiklah... kak" Sahut Rio lirih.


Kerika Rio mengangkat cangkirnya dan akan meminum tehnya tiba-tiba Jingmi terbangun dan memanggilnya. Rio segera mendekati Jingmi dan duduk disampingnya, Rio kemudian menyelimuti Jingmi dan mengecilkan AC dikamar itu.

__ADS_1


"Apa kau kedinginan?" Tanya Rio dengan penuh perhatian.


"Tidak... aku hanya, tadi aku merasa ada yang menggenggam tangan kiri ku dan saat aku membuka mata kalian berdua ternyata ada disana" Sahut Jingmi lirih.


Rio segera meraih tangan kiri Jingmi dan memasukanya ke dalam selimut. "Jangan takut aku selalu ada untuk mu" Ucap Rio sembari memeluk Jingmi.


"Aku tidak pernah takut karena kalian selalu ada didekat ku dan do'a bunda selalu ada mengiringo ku" Sahut Jingmi yang kemudian menatap Rio dengan mata indahnya.


"Jika aku bertanya pada mu apa kau akan menjawabnya dengan jujur?" Tanya Rio yang kemudian dijawab Jingmi dengan menganggukan kepalanya.


"Apa kau akhir-akhir ini sering mengalami sakit perut atau nyeri dipinggang kanan mu?" Ucap Rio kembali bertanya.


"Kakak sudah mengetahuinya ya? Sebenarnya aku memang sering sakit pinggang dan kadang saat aku merasa sangat sakit aku akan pergi ke kamar mandi dan menyalakan air agar kalian tidak menjadi cemas" Sahut Jingmi sembari menatap Rio.


"Lain kali jika kau sakit katakan saja, jangan hanya menahanya sendiri... kakak sudah membelikan mu beberapa obat jika dalam waktu satu minggu kau tidak membaik dengan bantuan obat itu maka lebih baik kau dirawat saja dirumah sakit" Ucap Rio dengan penuh perhatian.

__ADS_1


"Kenapa kakak begitu cemas, aku hanya sakit sedikit" Sahut Jingmi yang kemudian memeluk Rio.


__ADS_2