
Jingmi yang sebenarnya sempat mengikuti Hans melihat perdebatan diantara keduanya dan dia juga merasa tertekan. Jingmi menitikan air mata tak lama kemudian dia melihat Alika pergi Jingmi duduk dibawah pohon dan menangis tanpa suara, dia mengambil ponselnya dan menelfon Lay asisten pribadi Raymond.
Lay menjawab telfon dari Jingmi. "berikan telponnya ke Ray" ucap jingmi dengan suara bergetar.
Lay bergegas memberikan telfonnya pada raymond. "Siapa" tanya raymond sembari mengelap belati kesayangannya.
"tuan Jingmi suaranya terdengar seperti sedang menangis"
dengan cepat Raymond mengambil telfon itu. "Jing ada apa?'
"Batalkan saja semuanya jangan menyakiti siapapun" ucap jingmi lirih.
"ada apa? apa ada yang terjadi?"
"aku hanya ingin menyerah... lupakan saja tentang anak itu biarkan dia bahagia bersama ibu dan keluarga barunya"
"katakan apa yang terjadi kenapa kau ingin menyerah? aku sudah menyiapkan semuanya dan aku akan membawa dia pada mu tidak bisakah kau menunggu sebentar lagi?" sahut Raymond dengan kesal.
"lupakan... aku hanya ingin istirahat kembalilah dan kita bicara jangan membunuh siapapun lupakan rencananya"
__ADS_1
"Jingmi... ada apa?"
"Aku melihat ibu dan kakak ku berdebat dan apa kau tau hal terburuknya aku sudah memeriksa semuanya tidak akan gunanya melakukan semua itu... kembalilah aku tidak ingin ada korban anak itu akan lebih bahagia bersama dengan ibunya" sahut jingmi dengan suara bergetar.
"Aku akan kembali sekarang juga jangan melakukan hal bodoh aku akan sampai dalam dua jam tunggu aku" sahut Raymond yang bergegas pergi Jingmi hanya diam dan menangis.
"Aku akan menunggu mu" sahut jingmi lirih.
"Batalkan semua rencana ambil kembali semua bom dan batalkan rencana penculikan segera semuanya harus kembali seperti semula, aku akan kembali sekarang Lay kau harus mengamankan semuanya paham?" ucap Raymond yang kemudian bergegas pergi.
Hans kembali ke rumah dan mulai berkemas dia mengemasi semua barang barangnya dan berniat untuk pergi.
"mulai sekarang kita tidak akan tinggal dirumah yang sama lagi, Rio kau harus bisa menjadi orang yang bertanggung jawab sebentar lagi kau akan menikah jangan melepaskan dia apapun alasannya... wanita itu dia sangat mencinta mu" sahut Hans yang kemudian berlalu pergi. Alika melihat Hans keluar rumah dengan membawa koper besar Alika memperhatikan dari dalam mobil. Alika hanya terdiam dan tidak melakukan atau mengucapkan apapun Alika lalu turun dari mobil dan keduanya berjalan ke arah yang berlawanan.
"Jaga diri mu baik baik" ucap Hans memberitau Alika tapi Alika mengabaikannya.
Rio yang melihat semua itu menjadi semakin bingung, dia mencoba bertanya pada Alika tapi Alika tidak ingin menjawab apapun. Alika hanya diam lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya tidak ada lagi yang bisa dikatakan oleh Alika semuanya menjadi sangat kacau,Alika mengurung dirinya di kamar untuk merenungi semua yang terjadi Rio tidak tau harus berbuat apa dan harus bersikap bagaimana dia memutuskan untuk pergi menemui Sasa di toko bunga untuk menceritakan semua kebingunganya.
Raymond tidak mengerti apa yang sedang terjadi tapi dia tahu ada yang salah dengan jingmi. Saat sedang dalam perjalanan Raymond melacak lokasi jingmi dan dia langsung khawatir saat tau lokasi jingmi ada diperbukitan bersalju disaat salju sedang turun dengan sangat lebat sedangkan jingmi masih berada ditempat yang sama duduk merenung dengan rasa bersalah dan bingung. Raymond berusaha menelfon jingmi tapi jingmi tidak menjawabnya dia hanya terdiam dan menangis tanpa suara. Rio mengirimi jingmi pesan jika Hans pergi dari rumah dan entah kemana setelah membaca pesan itu jingmi sama sekali tidak membalasnya dia hanya terdiam.
__ADS_1
"bodoh apa yang sedang kau lakukan disana?! kau ingin mati membeku?! pergi dari sana dasar bodoh" ucap Raymond yang kesal karena jingmi mengabaikan telfonnya.
Raymond sampai dibukit itu dan langsung mencari keberadaan Jingmi dia bergegas karena dia tau jingmi pasti sedang tidak baik baik saja. Raymon melihat jingmi sedang duduk dan menangis dibawa sebuah pohon besar Raymond menghampiri jingmi dan memakaikan selimut yang sudah dia siapkan dari sejak di dalam mobil untuk jingmi. Jingmi yang melihat Raymond ada didepannya langsung memeluknya dengan erat dan menangis.
"apa kau bodoh? kau ingin mati disini? dengan pakaian tipis kau duduk disini kau kira ini musim panas kenapa kau memakai baju ini ha?! ayo bangun aku akan mengantar mu pulang" Ucap Raymond sembari menarik tangan jingmi tapi jingmi tetap diam mematung.
"Apa yang terjadi saat aku pergi?" tanya Raymond lirih.
"Apa kau melukai mereka?" sahut jingmi balik bertanya.
"Tidak ada yang terluka kau tidak menginnginkanya lagi jadi aku tidak akan melakukannya... katakan ada apa?"
"Semuanya sia sia"
"Pernikahan kakak ku Rio tidak akan pernah terjadi, ibu dan kakak ku Hans juga tidak akan pernah bersama semuanya sudah berakhir"
mendengar itu Raymond merasa kasihan pada jingmi dia tau saat ini jingmi pasti sangat tertekan. Raymond melepaskan syal yang dia pakai dan memakaikannya pada jingmi. Raymond menggendong jingmi dan membawanya menuruni bukit ada banyak orang disekitar yang memperhatikan mereka tapi raymond tidak perduli sedikit pun, saat sedang menuruni bukit jingmi kehilangan kesadarannya Raymond menyadari hal itu ketika kepala jingmi bersandar ke dadanya dia bergegas membawanya ke dalam mobil.
"Mereka semua gila atau bodoh" ucap Raymond menggerutu.
__ADS_1