Aku Menikahi Anak Angkat Ku

Aku Menikahi Anak Angkat Ku
HAPPY BIRTHDAY


__ADS_3

"Bukankah kau juga ingin menghancurkan mereka yang sudah membuat adik mu berakhir disini? Lalu kenapa kau menolak untuk bekerja sama dengan ku?" Tanya Sila yang kemudian membuat Hans menghentikan langkahnya.


"Aku akan mengurus, urusan ku sendiri dan kau silahkan urus urusan mu sendiri. Apapun yang terjadi pada adikku sama sekali bukan urusan mu, dan semua yang terjadi pada mu juga bukan urusan ku jadi jangan ikut campur dalam urusan ku" Sahut Hans sinis.


"Aku hanya berbaik hati ingin membantu mu karena itu aku ingin bekerja sama dengan mu" Ucap Sila membujuk.


"Sayangnya aku tidak membutuhkan bantuan dari seekor ular seperti mu, karena aku tau suatu hari nanti kau akan berbalik menyerang ku" Sahut Hans dengan raut wajah coolnya.


"Kau tampan dan juga cerdas, sayangnya kau terlalu lemah dalam sebuah hubungan"


"Aku tidak perduli dengan apa yang kau katakan, lagi pula aku tidak ada urusan dengan mu. Jadi aku permisi" Sahut Hans yang kemudian berlalu pergi.

__ADS_1


"Aku tidak membutuhkan bantuan dari orang seperti mu, karena aku sudah tau jika tujuan mu sebenarnya adalah memanfaatkan aku untuk menghancurkan keluarga itu. Tapi aku sendiri masih berada dianatara keraguan ku dan aku tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan" Ucap Hans dalam hati sembari mengendarai mobilnya.


Setelah jam makan siang Alika pulang ke Vila. Dia melihat keadaan vila yang sangat berantakan, ada sampah dan kulit buah yang berhamburan Alika pun menghela nafas panjang dan kemudian membereskan semua kekacauan itu.


Usai membersikan semua itu Alika naik ke lantai atas dan dia melihat keadaan disana sangat gelap. Alika kemudian mencari tombol lampu dan saat lampu menyala Alika sangat terkejut saat semua orang menyambutnya dengan melemparkan tepung kearahnya.


"SELAMAT ULANG TAHUN!" Ucap semua orang dengan serentak.


"Kalian ingat?" Ucap Alika sembari tersenyum bahagia.


"Ini hari istimewa mu mana mungkin kami tidak ingat" Sahut Dean dengan suara lembutnya.

__ADS_1


"Bunda maaf ya aku tidak ingat dengan ulang tahun bunda jadi aku tidak menyiapkan hadian apapun untuk bunda, tapi ku sudah membeli sesuatu untuk bunda" Ucap Jingmi sembari memberikan hadiahnya kepada Alika.


Alika menerima hadiah itu dengan senang hati dan langsung membukanya. Alika merasa bahagia ketika tau jika isi dari kado Jingmi adalah sebuah album foto yang berisi kenangan mereka selama ini dan juga berisi surat kasih untuk bunda yang ditulis sendiri olehnya. Karena terlalu bahagia dengan hadiah pemberian Jingmi Alika langsung memeluk Jingmi dengan erat.


"Bunda semoga bunda sehat selalu, semoga bunda selalu bahagia, dan semoga bunda bisa mendapatkan semua yang bunda harapkan" Ucap Jingmi sembari membelas pelukan Alika dengan penuh cinta.


Setelah itu Alika melepaskan pelukanya dan Dean pun menghampirinya. Dean memberikan Alika hadiah berupa kalung yang sama yang sudah pernah dikembalikan olwh Alika kepadanya, tapi kali ini Dean memberikan kalung itu kepada Alika dengan suatu alasan yang berbeda.


Saat Dean akan memasangkan kalung itu ke leher Alika, Alika mundur satu langkah darinya. "Kalung itu tidak seharusnya menkadi milikku" Ucap Alika menghindar.


"Kalung ini adalah kalung mendiang ibuku, kalung ini adalah kenangan terakhir darinya yang masih aku miliki hingga saat ini, kalung ini sangat penting bagiku... dan aku ingin wanita yang aku cintai mengenakan kalung ini sebagai tanda betapa pentingnya diri mu bagi diriku" Sahut Hans yang kemudian memasangkan kalung itu ke leher Alika dengan penuh cinta dan kelembutan.

__ADS_1


__ADS_2