Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Sita Cemburu


__ADS_3

****


Sita, Dino dan Ibu tengah mengajak Arvi dan Rafka jalan-jalan ditaman.


"Sayang, pagi ini kalian berjemur di taman, ya," kata Sita pada kedua buah hatinya.


Rafka dan Arvi nampak anteng di keretanya masing-masing. Mereka sedang diberikan Asi yang sudah dikemas dalam dot oleh Sita.


Ibu dan Dino tengah merentangkan tangannya bersama, menghirup segarnya udara pagi.


"Heuummm ... Huuhhh ... Segar ya, Sayang," ucap Ibu.


"Iya, Bu. Udaranya segar sekali,"


Sita hanya melihat mereka sesekali, dengan tersenyum lalu kembali fokus memberi asi kedua buah hatinya.


Dino melirik sang istri yang tengah kesusahan memengangi dot di tangan kanan dan kirinya.


"Sini, Sayang. Biar aku pegang satu," ucap Dino yang menghampiri sang istri.


"Makasih Papa, Sayang," ucap Sita manja, lalu memberikan satu dot pada sang suami.


Dino tersenyun dan mengusap kepalala sang istri dengan lembut, "Sama-sama, Mama," balas Dino saat mengambil dot itu.


Sementara satu tangan mereka masing-masing memegang dot , satu tangan mereka saling genggam dengan genggaman yang erat, lemparan senyum di wajah mereka menabah indahnya suasana pagi ini.


"Ehemm jangan lupa disini ada nenek, Loh," goda ibu. Sontak membuat Sita dan Dino melepaskan pegangan tangannya.


Sita tersenyum malu.


"Apaan sih, Bu. Ibu pasti gangguin moment Dino sama Sita. Gak bisa lihat anaknya seneng dikit apa, Bu?" keluh Dino dibarengi canda.


Hahaha ... Sita dan Ibu tertawa hangat.


"Ibu haus, bisa tolong belikan ibu air sebentar, Sini biar ibu yang pegangi Rafka.


"Baik, Bu," ucap Dino.


Dino berjalan menyusuri taman, mencari seseorang yang berjualan minuman, biasanya ramai sekali pedagang di taman ini, nampaknya pagi ini begitu sepi. Dino terus berjalan, hingga agak jauh diantara ibu dan Sita, namun masih tetap terlihat, matanya fokus mencari pedagang sampai akhirnya ia temukan seorang pedagang asongan air mineral.


"Bang, Bili!" panggil Dino pada pedagang itu.


Pedagang itu pun menghentikan langkahnya.


"Silahkan, Pak. Beli apa?" tanya pedagang itu.


"Air mineralnya dua, Bang," kata Dino.


"Wah, kebetulan cuman ada dua, Pak." pedagang itu pun memberikan air mineral itu pada Dino. Setelahnya Dino pun membayar.


"Makasih, Bang."


"Sama-sama, Pak."


Air mineral sudah di dapat, Dino pun mebalikan badan memutar arah sekaligus.


Brukkkkk ... Aaaww ...


Suara seorang gadis nampak kesakitan.

__ADS_1


"Maaf, Nona, saya tidak sengaja!" Dino menabrak seorang gadis.


"Dino!" panggil gadis Itu saat menengadahkan pandangannya pada pria yang sudah membuatnya terjatuh.


"Vania, kau!" panggil Dino, pada gadis itu.


Vania pun segera bangkit, membenahi diri.


"Butuh bantuan?" tawar Dino.


"Tidak perlu, aku bisa bangun sendiri," tolaknya.


"Sekali lagi aku minta maaf, aku benar-benar tidak sengaja." Dino merasa tidak enak.


"Oke, aku baik-baik saja, kok. Tidak usah khawatir," tutur vania dengan ramah.


"Bang, airnya masih ada?" tanya vania pada pedagang asongan itu.


"Sudah habis, Non," jawab pedagang itu.


"Yaaahh, padahal aku haus banget," keluhnya.


"Kamu, haus. Kebetulan saya beli dua, ini buat kamu saja satu," kata Dino.


"Benarkah? Terimakasih, aku bener-bener haus." Vania mengambil air itu, dan duduk di bangku yang ada disana, lalu meminumnya.


"Bismillahhirrohmanairrohim," ucap vania sebelum meminumnya. "Alhamdulilah, akhirnya hausku hilang, makasih banget ya, Din."


"Sama-sama," ucap Dino dengan senang hati.


Dino dan vania terus berbincang dengan akrab menanyakan kabar masing-masing setelah bertahun tahun mereka tidak pernah bertemu, Vania adalah salah satu teman masa kecil Dino. Dia salah satu anak terpandai di pengajian pada waktu itu. Vania, dikirim kepesantren oleh kedua orang tuanya, setelah bertahun-tahun dia baru kembali.


"Siapa perempuan yang bersama Dino itu, Bu?" tanya Sita penasaran.


"Itu seperti nak, Vania," jawab ibu.


"Siapa Vania?"


"Teman masa kecil Dino."


"Teman masa kecil, seperti Elena, Bu?"


"Iya, mereka sebaya."


"Mereka kok akrab gitu sih, Bu. Mana lama lagi ngobrolnya, ngomongin apa sih?Bukannya cepet-cepet kesini, sudah tau istrinya kehausan, malah asyik ngobrol disana," celetuk Sita dwngan wajah yang kesal.


Ibu nampak menahan senyumnya. "Perasaan yang haus itu tadi ibu ya, bukan kamu. Kok sekarang jadi kamu yang kepanasan, ya?" ucap ibu pun di akhiri tawa cekikikan.


"Apaan sih, Bu. Sita beneran haus." Jika di buka cadar yang menutupi wajah Sita, mungkin ibu sudah bisa melihat wajah Sita yang merah merona.


"Dino sempet suka loh sama, vania," goda ibu tiba-tiba.


"Benarkah, Bu?" Sita langsung terperanjat.


Ibu mengangguk


"Ini, titip Arvi dan Rafka dulu ya, Bu!" Sita memberikan dot yang di pegangnya ke tangan ibu, lalu bergegas menghampiri Dino.


Hahaha .... Ibu tertawa selepas kepergian Sita, melihat wajah Sita yang begitu lucu menampakan kecemburuannya pada sang suami. Jujur ibu merasa senang sekali melihat cinta Sita yang begitu besar pada putranya.

__ADS_1


"Assalamualaikum," Sapa Sita pada Vania setelah sampai disana. Dan langsung menggandeng mesra tangan sang suami di usapnya bahu sang suami.


"Waalaikumsalam?" Vania menjawab salam dengan ramah, dan sedikit merasa tidak enak melihat Sita seperti itu.


"Sayang, Kau kemari!" tanya Dino, yang juga sama merasa tak enak melihat istrinya bergelayut manja dihadapan Vania.


"Iya, Sayang. Mau mengambil air, ibu sudah kehausan," ucap Sita lalu ia menurunkan tangannya kepergelangan dan menggenggam erat tangan sang suami dengan menyilangkan jari-jari tangan mereka.


'Ada apa dengan, Sita' batin Dino.


Hahaha ... Ibu nampak masih tertawa memperhatikan sikap menantunya itu.


"Euu ... Vania, ini istri saya, Sita." Dino memperkenalkan Sita pada vania.


"Oh, ya, saya Vania, senang berjumpa denganmu, Maaf, kami keasyikan ngobrol."


"Tidak apa-apa, senang juga berjumpa denganmu," tUtur Sita dengan lembut.


"Kalau begitu saya permisi, terima kasih air mineralnya, Din. Assalamualaiku." vania pun peri meninggalkan Sita dan Dino.


"Waalaikumsalam," jawab Sita dan Dino.


Setelah kepergian Vania, dengan segera Sita melepaskan genggaman tangannya.


"Loh kok dilepas sayang," kata Dino.


"Biarin! Kamu seneng ya, sudah ngasih air mineral sama gebetan masa lalu," ucap Sita dengan kecemburuannya. lalu melangkah kembali pada ibu.


"Gebetan masa lalu. Sayang, apa maksudnya?" Dino pun mengejar langkah Sita dengan heran. "Sayang, katakan padaku aku tidak mengerti, kamu cemburu aku ngobrol sama Vania?"


Sita menghentikan langkahnya, membuat Dino pun menghentikan langkahnya seketika, " Tidak! Ngapain cemburu,' elak Sita lalu mengambil air mineral di tangan Dino, "Cuman kasihan pada ibu, sudah dari tadi kehausan," elaknya lagi. Lalu melanjutkan langkahnya.


"Sayang, apa maksudmu gebetan masa lalu?" tanya Dino kembali. Yang terdengarboleh ibu, membuat ibu menahan tawa.


"Ini Bu, air mineralnya,"ucap Sita pada ibu, dengan mengabaikan pertanyaan Dino.


Dino dan Sita melihat gelagat ibu, yang tengah menahan tawa, Sita heran melihatnya. Dino pun mencurigai gelagat ibu. "Apa yang sudah ibu katakan pada, Sita?"


Hahaaha ... tiba-tiba ibu pun melepas tawanya kembali, tak tahan melihat kedua putra dan menantunya yang kebingungan.


"hahaha ... Oke, Oke, maafkan ibu. Ibu yang membuat istrimu seperti itu padamu, hahaha,"


"Ibu bilang kalau kamu pernah suka sama Vania!"


"Apa, Bu! Pantas saja dia tadi--" Dino pun menghentikan ucapannya, dan tersenyum mengingatbkecemburian sangbistri tadi, jujur sebenarnya dia senang di cemburui seperti itu, itu tandanya sang istri benar-benar mencintainya.


"Kok, malah senyum sih, kamu sama ibu kompak banget bikin aku sedih." Tiba-tiba Sita menangis.


"Loh, kok nangis sih,"


"Aku gak suka dibuat cemburu kayak gini."


"Sayang, ibu bercanda, maafkan ibu! Dino tidak pernah suka sama, Vania." Ibu pun memeluk menantu kesayangannya itu.


"Kalau pun Dino pernah cinta sama dia gak papa, Bu, itu 'kan masalalu, yangbpenting Dino sekarang cuman cinta sama Sita. Masalahnya sekarang Sita malu dengan apa yang Sita lakukan tadi, kenapa Sita gak bisa ngontrol rasa cemburu, Sita."


"Hemm ... Aku malah seneng, kamu cemburui, lain kali aku mau ngobrol lagi sama cewek, ahhh."


"Saaayaaanggg!"

__ADS_1


Hahahaha ...


__ADS_2