Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Abah Shock


__ADS_3

"Sita tidak berani, Bu, cukup kita yang tau masalah ini," jawab Sita.


"Kenapa? Ayahmu berhak tau masalahmu?"


"Sebenarnya, meski Sita tidak cerita padanya, beliau tau, Sita sedang memiliki masalah."


"Benarkah?"


Sita menganggukan kepalanya.


"Lalu bagaimana tanggapannya? Apa Abahmu marah pada Dino?"


"Ibu tidak usah khawatir meski abah tau putrinya sedang punya masalah, beliau tidak tau masalah apa yang sebenarnya terjadi. Karna beliau hanya menebak dari sikap Sita dan raut wajah Sita, meski Sita berusaha menutupinya abah bisa menebaknya."


"Ibu pasrah nak, Ibu sendiri tidak tau apa yang harus Ibu lakukan, satu sisi Ibu adalah ibunya Dino ibu sangat kecewa, dan kamu istrinya lebih terluka, sisi lain gadis sebatang kara itu pun tengah menangisi nasibnya sendiri, kasihan dia, hidupnya pasti semakin hancur."


Dino tak sengaja mendengar keluhan kedua wanita yang sangat ia cintai, ia sungguh merasa bo*doh dengan dirinya, dia pikir sudah 2 kali dirinya masuk perangkap Elena.


Dia pun melangkah keluar duduk dibangku teras, memikirkan solusi dari masalah ini.


Abah yang sedang memperhatikan keramaian jalan kota kembang, di sapa oleh seorang wanita,


"Permisi, sepertinya anda orang baru disini? Tapi kenapa aku merasa pernah melihat anda ya?" tanya Elena.


"Iya, Nak, saya Abahnya Sita, dari kampung." jawab Abah ramah.


'Ayah Sita!' batin Elena. 'Emm akan ku buat dia membawa anaknya pergi dari sini' pikiran liciknya Elena.


"Oh, jadi Anda Abahnua Sita?"


"Iya, rupanya Nona mengenal saya,"


Hemmm ... Elena tersenyum miring.


"Tentu saja, saya hadir di pernikahan mereka, dan sebenarnya saya kekasih Dino, eh ... Maaf maksudnya mantan kekasih, karna sekarang dia sudah jadi suami dari anak Anda."

__ADS_1


Abah hanya tersenyum.


"Tapi aku tidak mesesal, aku malah beruntung tidak menikah dengannya, karna ternyata Dino itu bejat berani menghamili anak orang. Malang sekali nasib Sita."


"Apa maksud Anda?" Abah tiba -tiba sesak, dadanya naik turun. Ia shock mendengar ucapan Elena.


Ups ... Elena panik melihat Abah yang tiba-tiba memegang dadanya. Ia pun langsung pergi meninggalkan Abah.


Abah mencoba menarik nafas panjang dan membuangnya, ia berharap sesaknya berkurang. "Ya Alloh apa yang terjadi, ahhh, sakit sekali, huuuh ... huuuh ...."


Tanpa di sengaja perkataan Elena pun, terdengar segerintil orang. Mereka mencoba menolong Abah, "Ayo kami antar Anda kerumah bu Erni," warga pun memapah Abah sampai di rumah Dino.


Terlihat Dino, sedang berada di kursi depan , warga itu pun memanggil Dino, "Nak Dino ....!" teriak salah seorang warga.


Dino melirik kearah suara. Dilihatnya Abah yang di boyong para warga.


"Abah! Apa yang terjadi padanya?"


"Sepertinya dia shock, mendengar kamu menghamili perempuan lain,"


" Apa itu benar Dino?" tanya orang-orang itu.


"Aku gak nyangka, kamu bisa melakukan itu Dino, penampilan kamu perbaiki, tapi akhlakmu malah jadi rusak,"


"Iya bener, percuma kamu merubah penampilanmu, uuuhhh ...."


Suara gaduh itu terdengar jelas oleh Sita dan ibu yang masih berada di dapur merekapun beranjak menghampiri mereka.


"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?" tanya Sita penasaran, ia pun kaget melihat apah yang sesak duduk di kursi.


"Ya Allah, Abah?" Sita menghampiri Abah.


"Ada apa ini, ibu, bapak? Mata ibu melihat mereka bergantian.


"Bu Erni, Apa benar Dino menghamili anak orang?"

__ADS_1


"Astagfirulloh, apa yang anda katakan?"


"Sudahlah, Bu, jangan menutupi kesalahan anak Ibu,"


"Huuuhh ... Haaahh ... Huuhh ... Haah,"


"Pergi kalian dari sini, apa kalian tidak lihat kondisi abah seperti apa?" usir bu Erni.


"Ayo, Bah, kita masuk?" Sita memapah Abah masuk kedalam.


"Abah tunggu disini! Sita Ambil obat Abah."


Sita melangkah dengan cepat, ia merogoh kantong baju abah dikamar tamu, mengambil obat dan lalu di berikannya pada abah.


Untung saja Abah tak pernah lupa membawa obat sesaknya. "Ini, Bah, minumlah!"


Setelahnya abah lebih terlihat tenang, namun abah terlihat sedih, "Nak Dino, apa semua itu benar?" tanya abah. " Jadi ini masalah yang sedang kalian hadapi?" lanjut abah.


Seketika Ibu dan Sita berderai air mata.


Dino hanya terdiam.


"Katakan, Nak, katakan itu benar atau tidak?" Abah mendesak Dino.


Dino melirik Sita,


Sita pun mengangguk 'mungkin memang abah harus mengetahuinya, meski aku berusaha menyembunyikannya, ada aja jalan abah mengetahui masalah ini' batinnya.


"Ini tidak seperti apa yang Abah pikirkan? Percayalah! Dino tidak melakukannya," ucap Dino penuh kekhawatiran.


Bersambung ...


Terimakasih atas dukungannya reader ku tercinta❤❤❤


Jangan bosan buat Author semangat, terimakasih permintaan update kalian memicu Author untuk bisa up lebih banyak, semoga kalian senang hari ini, Autor bisa up 3 bab, buat kalian I Love you all❤❤❤😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2