Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Pencarian Sita


__ADS_3

Di luar sana Dino sudah hampir prustasi, mencari keberadaan sang istri, sampai ia berpikir yang tidak-tidak, "Apa terjadi sesuatu pada Sita? Rumah sakit, aku harus mencarinya kerumah sakit-rumah sakit sekitar sini," Ucapnya.


Ia pun segera melaju menuju rumah sakit terdekat, ia menyusuri setiap rumah sakit yang ada di kota kembang.


Hingga sampailah ia kerumah sakit yang tadi merawat Sita. Ia langsung menuju pendaftaran, ia duduk di kursi yang telah disediakan dan langsung mananyakan apa ada pasien bernama Sita di rumah sakit ini.


"Arsita Amelia, itu nama lengkapnya," kata Dino dengan penuh harapan.


"Arsita Amelia! tadi ada pasien dengan nama yang sama, dia tengah hamil muda," ucap Dokter yang tak sengaja mendengarnya.


"Iya dia istri saya Dokter. Dia berhijab dan mengenakan pakaian gamis warna hitam," kata Dino yang masih mengingat pakaian terakhir yang dikenalan Sita.


"Ya," ucap Dokter itu.


Dino bangun dari duduknya, menghampiri dokter itu, Dan segera meogoh sakunya dan menunjukan foto Sita di hand phonenya.


"Iya, ini perempuan itu," kata Dokter.


"Alhamdulillah," ucap Dino dengan gembira.


"Dimana dia? Apa yang terjadi padanya?"


"Dia tadi pingsan, nampaknya dia sedang tertekan, entah apa yang terjadi padanya." ucap Dokter.


"Saya ingin menemuinya Dokter! Bawa saya padanya," ucapnya dengan penuh semangat.


"Sayang sekali dia sudah pergi sejak tadi sore," uacpa Dokter itu.


"APA!?" Seketika Dino pun kembali lemas.


"Dokter tau dia pergi kemana?"

__ADS_1


"Maaf saya tidak tau, tadi dia di bawa seorang pemuda kasini dalam keadaan pingsan, sepertinya mereka tidak saling mengenal, tapi mungkin saja pemuda itu membawanya kerumahnya."


"Kerumahnya! Apa Dokter tau dimana rumah pemuda itu?"


"Sayang sekali saya tidak mengenalnya,"


Huuuhhhh ...


Setidaknya Dino sedikit lega, mengetahui istrinya baik-baik saja, tapi entah siapa pemuda yang membawanya.


Dino pun pulang kerumah, dengan wajah yang letih.


"Dino sayang, mana Sita?" tanya ibu.


"Dino tidak menemukannya bu?" ucapnya dengan lemas, ia menjatuhkan diri di sofa, memijat keningnya yang terasa sakit.


"Apa! kemana dia? Kenepa kamu pergi nak?" ibu pun menengisi kepergian Sita.


"Kamu sudah mencari kerumah keluarganya, atau teman-temannya?" tanya ibu.


"Sudah bu, Sita tidak ada disana? Sita sempat dibawa kerumah sakit karna pingsan?"


"Kamu tau dari mana sayang?"


"Dokter rumah sakit, aku sempet mencarinya kerumah sakit, Kemungkinan Sita di bawa kerumah laki-laki itu," tutur Dino.


"Semoga saja laki-laki itu laki-laki yang baik,"


"Aamiin,"


"Tapi bagaimana kalo laki-laki itu orang jahat, Din?" Ibu khawatir.

__ADS_1


"Dia menolong Sita bu, Insya Alloh dia baik?" tutur Dino.


"Bagaimana kalau dia menolong karna ada maunya?"


"Huuusss ... Ibu jangan berpikiran buruk!"


"Ibu bersyukur kamu tidak jadi menikah dengan Elvira, Din. Tapi kenapa Sita harus pergi sebelum ia tau semua ini, dia pasti bahagia jika dia tau pernikahanmu di batalkan, dan kamu terbukti tidak bersalah." ucap ibu dengan sedikit lega.


"Kenapa cinta Dino selalu di uji bu, Padahal Dino sangat mencintai Sita, sekarang Sita juga mencintai Dino, dia pergi karna terpukul tak sanggup menerima Dino bersama perempuan lain."


"Ibu gak habis pikir kenapa Elvira melakukan ini, Din. Apa salah kita padanya? Padahal ibu sangat menyayanginya?"


"Dino juga tidak tau bu, besok kita cari tau, kenapa dia melalukan ini? Tadi Dino gak sempat bertanya saking bahagianya, Dino ingin langsung memeluk Sita. Kebahagian Dino hilang sekejap saat mendapati Sita telah pergi."


"Sabar sayang, semoga besok Sita kita temukan."


Dino mengnggukan kepalanya.


"Kita istirahat sekarang bu, Dino tak sabar menanti esok hari, besok Dino pasti menemukan Sita! Kami akan kembali menemukan kebahagiaan."


"Aamiin," ucap Ibu.


Rembulan mulai bersinar terang, kelip bintang sudah menghiasi langit malam ini, namun hati Sita dan Dino masih dirundung pilu.


Dino memejamkan mata berharap esok menemukan kebahagiaan bersama datangnya sang mentari.


Di bilik kamar lain Sita berharap bisa menata hidup baru meski hanya seorang diri.


Bersambung ...


Terimakasih buat reader ku yang selalu mendukung dan setia membaca karya saya, lunas janji saya up 4 bab ya sayang, semoga terhibur❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2