Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Rasa Bersalah Jons


__ADS_3

Jons heran melihat Elvira seperti ini.


"Jadi kamu lesu karna itu, apa bedanya Elvira? Dipotret atau pun tidak sama saja kamu melakukannya." Jons berkata dengan tegas.


"Tapi aku jijik melihat diriku sendiri, melihat semua itu aku sadar aku sangat hina." Elvira berderai air mata.


"Baguslah kalau kamu sadar, kamu memang hina bukan!" umpat Jons.


"Aku terpaksa Jons, aku terpaksa, dan kau terus mengancamku!" ucapnya dengan nada yang tinggi. Dan menatap Jons dengan tajam.


Jons membalas tatapan tajam Elvira "Terpaksa kamu bilang! Wah Elvira luar biasa," ucap Jons dengan menepuk kedua tangannya.


"Kau mau menjebak Dino dan rela melakukannya dengan Dino tapi kamu bilang terpaksa, hahaha ... Kamu lucu sekali Elvira," ucap Jon dengan tawanya.


"Aku punya tujuan, Jons," ucapnya Lalu mengalihkan pandangannya.


"Tujuanmu itu busuk, Elvira, pikiranmu itu kotor, kau licik? Heuh ... Dino beruntung karna dia orang baik, ada saja cara Alloh menolongnya, sekalipun lewat perempuan ular itu, dan sekali lagi Alloh menolongnya lewat diriku?" tutur Jons.


"Kau bilang apa tadi, aku mengancammu?" ucap Jons. "Ya aku sengaja mengancammu agar kamu sadar," lanjut Jons.


"Sadar apa maksudmu?"


"Setelah hari itu, Elvira. Dimana Dino tidak bisa kau jebak, kau sendiri yang memanggilku kesini, kau yang memulainya, Elvira, kau bagai wanita j***ng yang membuas,"

__ADS_1


Plaakkkk ... Mendengar itu Elvira sangat kesal.


"Ahhh ..." Jons memegang pipinya kesakitan.


"Kenap kamu marah, kamu tidak sadar! Bahkan saat aku tidak memaksamu kamu memanggilku tanpa malu? Kamu bilang aku memanfaatkanmu? Kamu yang memulai ini Elvira jadi kamu harus bertanggung jawab atas hasratku yang kini selalu menggebu padamu," ucap Jons.


"Dan perlu kamu tau kenapa aku mencampurkan obat tidur pada minuman Dino, bukan obat pera****ng?


"Itu karna Alloh ingin menolong Dino lewat perasanku,"


"Perasaanmu! Apa maksudmu?" tanya Elvira tak mengerti.


"Dasar bo*doh kenapa kamu tidak pernah mengerti ucapanku. Bahkan ancaman itu tidak membuatmu memahamiku." Jons sangat kesal.


"Aku benar-benar tidak mengerti Jons."


"Kamu benar Elvira, sebelumnya aku sudah mengingatkan resiko dendammu yang tak beralasan ini, tapi kamu tidak mau mendengarnya."


"Aku kehilangan kakak ku Jons, aku kehilangan kehidupanku, kamu lihat hidupku seperti apa tanpa dirinya!"


"Itu hanya pikiranmu, kamu tidak menyadari sesuatu Elvira."


"Apa yang harus ku sadari, yang kusadari saat ini aku hancur. Untuk itu jangan sampai rencana ku gagal dia juga harus hancur,"

__ADS_1


"Itulah kebodohan mu Elvira, dan masih banyak lagi kebodohanmu yang lainnya," ucap Jons lalu pergi.


"Mau kemana Jons, bukannya kamu menungguku, kenapa kamu pergi?"


"Akhhh ... Pergilah! aku tidak mau," ucap Jons dengan kesal.


"Dasar aneh!" umpat Elvira pada Jons yang berlalu pergi.


"Dasar perempuan bo*oh, masih saja tidak mengerti ucapanku?" gerutu Jons.


Jons meninggalkan Elvira, ia pergi kesuatu tempat, nampaknya pertanyaan Elvira tadi membuatnya merasa bersalah pada temannya Darwin, mereka adalah teman baik. Sebelum Darwin pergi Darwin sempat menitipkan Elvira pada Jons, Darwin ingin Jons selalu menuruti apa yang di inginkan Elvira seperti Darwin memenuhi semua keinginannya agar dia tidak merasa kehilangan sosok seorang kakak.


Tentu saja Jons menyanggupinya karna selama ini hidup Jons yang serba kekurangan selalu di tanggung oleh Darwin, bahkan sebelum Darwin meninggal Darwin memberikan motor kesayangnnya pada Jons, agar bisa mengantar Elvira pergi kemanpun dia mau.


Jons ternyata pergi kemakam Darwin.


"Bro maafin gue, gue gak bisa jaga adik lo dengan baik, maafin gue gue salah mengikuti keinginannya yang salah, sebenarnya gue bingung dengan amanah lo yang harus mengikuti semua kemauannya. Saat itu gue merasa takut dia akan bersedih, untuk itu gue mengikuti kemauannya."


"Sekarang semua terlalu jauh, maafin gue, gue tidak bermaksud memanfaatkan adikmu, tapi hasrat gue sudah tak bisa di bendung lagi untuknya. Sorry bro tiba-tiba gue pun menjadi gelap mata. Gue tidak bermaksud menodai adikmu, terlalu sering gue bersamanya kini gue mulai menyukainya, Sorry bro semoga lo tenang disana." Jons pun pergi dan bangkit dari sana. Namun ketika bangkit ia baru menyadari sesuaru, air yang masih basah, bunga yang masih segar beraburan di ketiga makam di hadapannya.


Ia pun melangkah, mencari seseorang, di edarkannya pandangan kesekeliling pemakaman menacari keberadaan penjaga makam. Akhirnya ia menemukan penjaga tengah mencangkul di ujung sana. Ia pun menghampiri dan menyapa penjaga itu.


"Permisi pak," sapa Jons.

__ADS_1


"Eh nak Jons, apa kabar? Habis jiarah ke makam Darwin nak?" tanya penjaga itu.


"Iya pak. saya mau tanya sesuatu pak? Apa tadi ada yang datang kesini?"


__ADS_2