Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Promo Novel


__ADS_3

Hay reader tercinta, Autror punya novel baru nih, yuk dibaca sekalian judulnya "MENANTUKU MANTAN PACARKU"


Dua puluh dua tahun silam Anna memiliki kekasih bernama Hendri, mereka saling mencintai, Anna dan Hendri sama sama merajut cinta pertamanya di bangku SMA. Setelah lulus SMA Hendri di kuliahkan oleh orang tuanya keluar Negri, sementara Anna yang hanya dari keluarga biasa bekerja di sebuah perusahaan ternama di kotanya.


Baru satu tahun Anna bekerja, Anna di jodohkan orang tua dengan anak sahabat orang tuanya yang kaya. Jelas Anna menolaknya, karena Anna dan Hendri telah mengikat janji sehidup semati akan setia menunggu sampai Hendri kembali.


Namun, karena terdesak orang tua Anna yang terus menerus memaksanya Anna pun akhirnya mau dijodohkan, terlebih sang ayah saat itu sekarat dan meninggalkan amanah yang berat buat Anna.


Ayah Anna pun meninggal dunia. Setelahnya Anna pun dinikahkan dengan Faisal putra sahabat orang tuanya itu.


Faisal laki-laki yang gagah dan tampan ia juga memiliki banyak usaha dikotanya. Faisal adalah laki-laki yang baik dan penyayang, Anna hidup bahagia bersamanya.


Selang dua tahun pernikahannya dengan Faisal. Hendri datang kerumah Anna. Hendri tidak mendapati Anna disana, sang ibu memberi alamat rumah Anna tanpa memberitahukan Anna telah menikah.


Hendri melaju dengan bahagia. Namun, saat sampai dirumah Anna. Hendri yang sangat mencintai Anna dilanda kekecewaan, mendapati Anna telah memiliki satu putri berama Elma yang baru berusia satu tahun.


Hendri terkejut luar biasa saat Anna berdiri di depan pintu rumahnya tengah menggendong bayi, di cium keningnya oleh seorang laki-laki yang memangilnya sayang, tampak sedang berpamitan. Anna pun mencium punggung tangan laki-laki itu dengan penuh rasa hormat.


Dada Hendri terasa sesak dipenuhi tanda tanya. Tangannya seketika mengepal penuh amarah. Wajah bahagia saat ingin menemui sang kekasih kini berubah merah padam. Setelah suami Anna melajukan mobilnya, Hendri segera turun dari mobil menghampiri Anna.


Anna yang sedang berjalan menuju pintu rumah, tiba-tiba di tarik oleh Hendri.


Betapa terkejutnya Anna saat melihat sang kekasih, menemuinya dengan penuh amarah.


"Apa ini Anna!?" tanya Hendi penuh penekanan.


"He-Hendri. Kamu sudah kembali." Anna tampak gugup, seketika air mata mengalir dipipinya.


Hendi yang dikuasai amarah tak terpengaruh dengan air mata Anna. Ia mencengkram kuat tangan Anna.


Anna tampak menahan sakit.


"Katakan padaku! Apa ini Anna?" tanya Hendri kembali.


"Maafkan aku Hen, aku dijodohkan sama orang tuaku," ucap Anna yang masih berderai air mata.


"Kenapa tidak kamu tolak? Kamu menghianatiku Anna, aku datang untuk melamarmu, aku sempatkan waktu libur kuliahku hanya untuk menepati janjiku padamu!" teriak Hendri yang masih dikuasai amarah.

__ADS_1


Hendri menguatkan cengkramannya pada Anna.


"lepaskan Hen, sakit sekali," keluh Anna.


"Sakit yang kamu dapat ini tak sebanding dengan sakit yang kamu berikan padaku Anna. Kamu tau aku sangat mencintaimu, jika aku berjanji aku akan menepatinya. Akan tetapi kamu ... kamu penghianat Anna!" bentak Hendri sambil menghempas tangan Anna.


Anna terhuyung ke samping, hampir saja Elma yang ada dipangkuannya terlepas.


"Lihat ini!" Hendi mengeluarkan kotak cincin permata di dalam saku celananya. Cincin permata yang sangat indah terukir nama Hendri dan Anna.


Mulut Hendi tiba-tiba bergetar, menahan dada yang semakin terasa sesak, buliran bening mulai menggumpal dipelupuk matanya, meski ia coba menahan pada akhirnya terjatuh juga.


Dengan segera Hendri mengusap air matanya. Anna pun terluka melihat Hendri seperti ini. Jujur Anna pun sangat mencintai Hendri. Namun, apalah daya kini dirinya telah menjadi istri orang lain.


"Ini bukti cintaku padamu. Hari ini, aku ingin mengenalkanmu pada orang tuaku sebagai calon istriku." Hendri mengeluatkan cincin dari kotaknya. Ia meraih tangan Anna dan Hendak menyematkannya di jari manis Anna dengan hati penuh luka.


"Tidak, Hen, jangan!" tolak Anna sambil menarik tangannya dari Hendri.


Meski tidak sungguh-sungguh ingin menyematkannya, kerna ia tau kekasihnya sudah bersuami, tapi mendengar penolakan Anna, Hendri semakin terluka. Wajah Hendri yang sedih pun berubah kembali menjadi merah padam. Dengan penuh kebencian Hendi pun melemparkan cincin itu kesembarang arah dengan sangat prustasi.


"A-ada apa ini?" bisik tetangga dirumahnya masing-masing.


"Ada apa ini, Bu Anna?" tanya salah seorang tetangga yang menghampiri.


"Tidak apa-apa, Bu. Bapak ini tadi terjatuh saat berjalan," bohong Anna.


Hendri melirik tajam sang kekasihnya itu.


"I-iya kan, Pak," kata Anna pada Hendri dengan gugup.


Hendri mengangguk kecil menahan kesal.


"Oh, kirain ada apa. Hati-hati kalau jalan pak," kata tetangga itu. Lalu kembali kerumahnya.


"Hendri, aku mohon maafkan aku. Lupakan aku! Aku yakin ada perempuan yang lebih baik dari pada aku untukmu," kata Anna dengan perasaan yang sedih.


"Enteng banget kamu ngomong Anna, kamu pikir semua ini mudah, aku tidak akan pernah melupakan semua ini Anna. Detik ini juga rasaku ini berubah menjadi benci, kamu akan menerima setiap kebencian dariku Anna, camkan itu!" Ancam Hendri penuh amarah.

__ADS_1


"Astagfirullah. Hedri! Aku mohon maafkan aku!" kata Anna. Namun tak di hiraukan Hendri.


Hendri pergi dengan hati yang hancur. Sebelum melangkah tatapan penuh arti ia hunuskan pada Elma yang berada di pangkuan Anna. tetesan air mata mengiringi langkahnya, kebencin untuk Anna kini tertanam dalam hati Hendri.


***


Dua puluh tahun kemudian.


Suami Anna telah tiada, Anna membesarkan Elma seorang diri. Kini Elma berusia dua puluh satu tahun, ia tumbuh menjadi gadis cantik dengan sejuta pesona, siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta padanya.


Pertemuan Elma dengan pria bernama Awan, merupakan awal kisah cinta pertamanya. Elma dan Awan menjalin hubungan kasih cukup lama, meski Awan berusia jauh lebih tua dari Elma. Namun, Awan masih terlihat gagah tampan dan mempesona.


Awan menyematkan cincin permata indah yang terukir namanya dan Elma, tanda kesunghuhan cintanya. "Aku akan menikahimu, Elma," kata Awan saat menyematkan cincin itu di jemari Elma.


Elma yang sangat mencintai Awan pun menganggukan kepalanya dengan bahagia.


Elma pulang dengan cincin melingkar indah di jari manisnya. Anna tersentak kaget luar biasa melihat cincin yang sama persis dengan yang pernah di tunjukan Hendri padanya, melingkar indah di jari manis sang putri. Dengan segera Anna membukanya dan melihat nama yang tertera dengan cemas.


"Ada apa, Bu?" tanya Elma dengan Heran.


"Ti-tidak, sayang. Kamu yakin nama pacarmu Awan?" tanya Anna dengan penasaran.


"Iya, Bu. Namanya Awan, nanti aku perkenalkan sama ibu, dia akan menikahiku," kata Elma penuh keyakinan.


'Kenapa cincinnya begitu sama, tapi tidak mungkin itu Hendri, tidak mungkin putriku pacaran dengan pria seusia ibunya. Mungkin juga Hendri sudah menikah' batin Anna.


Anna pergi ke kamarnya melihat cincin yang dilempar Hendri kesembarang arah, yang ternyata dicarinya dikemuan hari dan ia menyimpannya untuk mengembalikan pada Hendri jika ada kesempatan. Namun, setelah kepergian sang suami semua itu menjadi sebuah harapan baginya bisa bersatu kembali dengan Hendri.


Satu bulan kemudian.


"Ibu, besok Awan akan menemui ibu, dia akan meminta restu ibu untuk menikahiku," kata Elma.


"Benarkah?" Rasa penasaran Anna semakin besar, ia tidak sabar ingin melihat sosok pria yang dicintai putrinya.


Jangan lupa dibaca ya❤❤❤❤


__ADS_1


__ADS_2