Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Mendapatkan Donor


__ADS_3

Dino semakin prustasi. Dia ingat kalau dirinya belum memberitahu ibu.


Ibu sedang duduk di bibir ranjang menenangkan Elvira, "Tolong maafkan anak Ibu, Ibu yakin dia tidak bermaksud menodaimu, semua ini pasti perbuatan Elena."


Elvira mengangguk.


"Elena! Kenapa dia jahat, Bu, apa salahku padanya?"


"Tidak ada yang salah dengan mu nak, dia hanya ingin menyakiti Sita,"


"Tapi kenapa?"


"Elena mencintai Dino sejak kecil, namun Dino tidak mencintainya, dan memilih menikah dengan Sita,"


"APA! Jadi Elena mencintai Dino," Elvira berpura-pura tidak tau.


Tiba-tiba Telepon berdering. Ibu pun mengangkatnya, "Iya, Sayang, bagaimana Sita, bisa kamu bujuk?" tanya ibu dengan khawatir.


Namun hanya terdengar Suara tangisan Dino di ujung telepon. "Apa yang terjadi, kenapa kamu menangis?"


"Sita, Bu, ia mengalami kecelakaan," Dino pun menjelaskan semua yang terjadi.


"Innalilahi, Ya Alloh, Nak!" Ibu pun kaget mendengar berita tersebut, Ibu bergegas pergi kerumah sakit.


"Aku ikut, Bu!" ucap Elvira.


"Sita masih Shock, mungkin lebih baik dia tidak melihatmu dulu,"


"Aku khawatir padanya, Aku mohon, Bu!"


"Baiklah, Nak."


Setibanya di rumah sakit Dino langsung memeluk Ibu. "Apa ngolongan darah Ibu O?"


"Golongan darah Ibu, sama dengan mu, Nak,"


"Golongan darah ku O, Ambillah darah ku!" tutur Elvira.

__ADS_1


Semua orang melihat kearahnya.


"Alhamdulilah," semua keluarga Sita bersyukur. Kecuali Dino dan Ibu yang bengong melihat Elvira.


'Tidak' ucap Dino dalam hati, 'Apa aku harus bahagia, atau bersedih, orang yang akan mendonorkan darah adalah orang yang membuatnya terpukul seperti ini' huuhhh ....


"Ada apa Dino, apa kau keberatan?" tanya Elvira.


Dino diam tak menjawab.


Tiba-tiba suster menghampiri.


"Apa Anda sudah mendapatkan darahnya, Tuan?"


Deg ... Sungguh Dino bingung dengan keadaan ini.


"Sudah," Sela Kak Riri, "Nona ini ingin mendonorkan darahnya,"


"Marilah Nona!" ucap Suster ini.


Dino dan Ibu saling tatap.


Elvira berlalu pergi keruangan bersam suster itu.


Tut ... Tut ... Tut ... Hanya suara Elektrokardiograf yang terdengar memecah heningnya suasana malam, di ruangan pasien malam ini.


Dino duduk tertidur di sebelah Sita dengan menggenggam tangannya. Sudah satu hari, namun Sita seolah enggan kembali membuka matanya, meski telah mendapatkan donor dari Elvira.


Semua keluarga sudah pulang mereka memilih untuk bergantian menjaga Sita.


"Dokter kenapa istri saya belum bangun juga?" tanya Dino pada Dokter yang sedang memeriksa Sita.


"Seharusnya dia sudah bangun, Tuan! Menurut hasil pemeriksaan semua normal.


Kita serahkan semua pada-NYA, tutur Dokter itu dengan memegang pundak Dino. Ia pun berlalu pergi.


Hati Dino terenyuh pedih, mengurai air mata yang membendung di pelupuk mata. Di ciuminya bolak-baliktangan sang istri, seraya berkata "Katakan Sayang! apa yang harus suamimu ini lakukan agar kau bangun?" ucapnya lirih di sela tangisan, "Tolong jangan seperti ini?" bibirnya berucap semakin bergetar. Sesak semakin mendera didada. Hanya keajaiban-NYA yang bisa mengembalikan kesadaran Sita.

__ADS_1


"Bangun ....! Bangun, Sayang!" isak Dino dengan mengoyang-goyangkan kan badan sang istri, namun tak sedikit pun tubuhnya merespon.


"Maafkan kesalahanku, Sayang, yang selalu ceroboh dalam bertindak. Maafkan suami mu ini tak bisa menjaga hati dan perasaanmu, aaaku bo*oh, aaaku benar-benar bo*doh," isak tangis haru Dino kini memecah heningnya pagi. Sejak semalam hanya ada tangisan yang menggema di ruangan pasien itu. Ia mengusap air mata yang mengalir deras di pipinya, ketika kedatangan seseorang mengagetkannya.


"ABAH!"


Mata kedua laki-laki itu beradu pandang, Abah pun terenyuh pedih melihat mata sang menantu yang sembab dan bengkak karna tak berhenti menangisi putrinya.


Meraka pun saling berpelukan dengan erat, melepas derita yang sama mereka rasakan.


Namun keluarga Sita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Sita. Sita termasuk anak yang kuat selama ini, namun saat ini sepertinya dia benar-benar terguncang.


Selepas shalat subuh tadi Kak Syamsul menjemput Abah, setelah dikabari Sita tak kunjung sadarkan diri. Abah memaksa melihat keadaannya.


"Nak, apa yang terjadi padamu?" tangis sang ayah pecah seketika melihat anaknya yang terkulai lemah di ranjang pasien.


Abah pun duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang, mengajak Sita bicara, ia menautkan kedua tangannya pada tangan putrinya, "Ini bukan anak Abah?" Isak Abah dengan bibir yang bergetar. "Anak Abah kuat, anak abah tidak selemah ini. Dia selalu pasrah pada yang Kuasa, Dia selalu ikhlas dengan apa yang terjadi, anak Abah anak yang tangguh. Dia tidak mudah menyerah begitu saja pada keadaan, Bangunlah, Nak! Bangun! Jangan seperti ini!" Abah tak mampu menahan tangisnya yang semakin pecah dan pilu. Semua orang yang ada disana pun terenyuh ikut menangis menyaksikan kepiluan sang ayah yang menangisi kondisi anaknya.


"Dengar, Nak, Abah tidak tau apa yang terjadi padamu saat ini, setau Abah keadaan apa pun tak pernah membuatmu selemah ini. Abah tidak suka melihat ini, bangun lah Nak, bangun, kenapa kamu tidak mendengar Abah? bangun!" Isak Abah semakin tak tertahan.


"Abah," kak Riri dan Kak Fitri pun memeluknya yang masih duduk di kursi.


"Sudahlah, Bah, kita serahkan semuanya pada Yang maha Kuasa," lirih Kak Fitri.


Abah histeris mengoyang-goyangkan tubuh Sita, "Bangun, Nak, bangun, bangun, kamu anak soleha bukan? menurutlah pada Abah mu ini, Abah bilang--" ucapnya terhenti lantaran dadanya terasa sesak.


Satu tangan nya beralih memegang dada namu tangan satunya masih tertaut di tangan sang putri.


"Ya Allah Abah." Semua kaget melihatnya, "Cepat panggil dokter?" titah ka Riri.


Kak Riri membangkitkan Abah dari duduknya hendak membawanya pada Dokter, namun tangan Abah yang masih tertaut dengan tangan Sita merasakan ada yang menarik.


"SITA!" Semua orang pun melihat Sita, tangis pilu pun berubah menjadi senyum bahagia.


Sita pun membuka matanya dengan perlahan.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa selesai baca tekan likenya ya bestie❤ otor lagi lemah nih butuh amunisi biar semangat.😘😘😘 maafkan typo yang meresahkan.🤭


Terimakasih❤❤❤


__ADS_2