Al-fatihah Pembuka Jodoh

Al-fatihah Pembuka Jodoh
Kehamilan Sita


__ADS_3

"Sayang, kamu baik-baik saja?" Dino semakin khawatir. Dia membawa Sita menepi ke pinggir.


Tiba-tiba Ibu berpikir, "Pusing, mual, Oh ya Ampun." Wajah Ibu berubah menjadi berseri-seri, "Sebaiknya, kamu bawa Sita ke Dokter Kandungan, Din!"


"DOKTER KANDUNGAN!" ucap keduanya kaget.


"Iya Dokter kandungan." Ibu memperjelas ucapannya.


"Kenapa Dokter kandungan,Bu? Sita kan 'gak hamil!" tegas Dino.


Heemm... Ibu mengukir senyum di bibirnya.


"Justru tanda-tanda kehamilan itu pusing dan mual, bukannya dari semalam sita pusing, dan sekarang ditambah mual," jelas Ibu.


Dino dan Sita pun saling tatap.


"Tidak mungkin, Bu!" ucap keduanya berbarengan.


"Hahaha ... kalian ini kompak makin ya, Ibu jadi seneng. Mana sekarang Ibu mau punya cucu lagi, hemmm, Ibu tambah seneng deh.


"Ibu jangan seneng dulu, Sita itu lagi haid, jadi mana mungkin Sita hamil!" ucap Dino mengutarakan ketidak percayaannya.


"APA! Kamu lagi haid, Sayang?!" tanya Ibu penasaran. Netranya menatap Sita.


"Iya, Bu Sita sedang haid," ucap Sita lembut.


"Masa Sih?" ungkapnya penasaran. Ibu pun mengerutkan keningnya.


"Ibu itu terlalu kesenengan, Bu. Mungkin Sita masuk angin, karna perjalanan ke rumah Abah kemarin, terlebih pas berangkat kita tidur di Mesjid," tutur Dini.


"Enggak! Pokonya kamu harus perikasa. Ayo kita temui dulu Pengantinnya, setelah itu kita pergi ke Dokter," titah Ibu kekeh.


Mereka pun segera menemui pengantin, Dino memapah Sita dengan Sangat hati-hati. Mereka terlihat seperti pasangan yang romantis. Ibu berjalan di depannya.


"Selamat, Nak Ratih, semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warohmah ya, Ibu seneng bisa ketemu kamu lagi," ucap Ibu.


Mereka pernah bertemu sekali saat pernikahan Sita dan Dino, waktu itu mereka sempat berbincang di rumah Abah saat Sita hendak di bawa kerumah sakit.


"Terimakasih, Bu, atas do'anya, Ratih seneng sekali bisa ketemu Ibu lagi."


"Sama-sama, Nak."


Ibu pun melanjutkan langkahnya menyalami pengantin laki-laki dan kedua orangtua mereka.


Kini giliran Sita. Dua sahabat ini menjadi perhatian. Saking senengnya mereka sampe terbawa perasaan, mereka berdua saling peluk dengan isak tangis yang haru.


"Akhirnya, bestieku nyusul juga, Samawa ya Rat, langgeng dunia walakhirat. udah Nikah sama bos jangn lupain aku ya, bestie," isak Sita. Entah kenapa Sita bisa bicara seperti itu, entah pirasat atau hanya candaan biasa.

__ADS_1


"Kamu kok ngomong gitu sih, Sit. Mana bisa aku lupain kamu," ucap Ratih yang masih terisak.


"Iya bestie, Aku hanya bercanda. Udah jangn nangis terus, itu air mata nanti merusak risan kamu, nanti aku kena semprot perias lagi," ucap Sita yang mengulas mengontrol emosinya "Hahaha...." keduanya mun mulai tertawa.


Dino pun ikut menyalami, memberi selamat.


Dino dan Ibu nampak menikmati semua hidangan lezat disana. Kecuali Sita yang terlihat sedikit menahan mual.


Merasa kasihan melihat Sita, merekapun langsung pamit pulang.


"Sayang, Ayo kita langsung temui Bidan saja," ajak Ibu.


"Jangan, Bu. Sita beli obat masuk angin saja. Sita yakin kalau Sita hanya masuk angin,"


"Ibu lebih pengalaman dari pada kamu, Sayang." Ibu melirik Sita, lalu merpindah melirik Dino, "Ayo Dino, bawa kami ke Bidan Risma." Ibu tetap kekeh dengan pendiriannya.


Dino pun menuruti kemauan Ibu.


Tiba di tempat praktek Bidan Risma.


"AP-APPA!" teriak sepasang suami istri itu setengah kaget. Antara percaya dan tidak, mendengar penjelasan Bidan Risma, yang menjelaskan bahwa Sita tengah mengandung dengan usia kandungan empat minggu. Hanya Ibu yang terlihat gembira saat Bidan menjelaskan bahwa Sita hamil, bukan berarti mereka tidak senang hanya saja masih ada yang mereka belum mengerti mengenai darah menstruasi Sita.


"Bu, Bidan, anda tidak bercanda, kan?" tanya Sita dengan perasaan yang masih tidak percaya, "Bagaimana bisa? aku sedang menstruasi loh, Bu."


Bidan Risma pun mengukir senyim di bibirnya.


"Baiklah, Nona Sita, akan saya jelaskan!" tutur Bidan Risma.


"Jadi aku beneran hamil, Bu," sela Sita dengan gembira.


Bidan Risma pun mengangguk dengan senyum di bibirnya.


"Alhamdulilah, Ya Alloh." ucap Dino pun gembira.


Dino dan Sita pun saling berpelukan. Ibu pun ikut memeluk keduanya.


Bidan Risma pun menjelaskan kembali.


"Beberapa kondisi pendarahan saat hamil bisa bersifat serius, meski sebagian lainnya tidak. Namun, sebaiknya ibu hamil harus tetap waspada terhadap gejala yang menyerupai menstruasi ini.


"Lalu apakah pendarahan yang terjadi padaku ini serius, Bu Bidan!" tanya Sita khawatir.


"Lebih baik Anda tidak panik dulu, Nona Sita!Keluarnya bercak darah diawal masa kehamilan sebenarnya cukup umum terjadi, dan biasanya dalam kurun waktu singkat, yaitu sekitar satu sampai dua hari. Kondisi yang disebut pendarahan implantasi, ini terjadi saat sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim."


"Berbeda dengan pendarahan saat menstruasi yang jumlahnya cukup banyak, jumlah pendarahan implantasi hanya sedikit, dan sering sekali hanya berupa bercak darah adau bercak kecoklatan dari ******.


"Lalu apa yang harus saya lakukan Bu, Bidan?" tanya Sita yang semakin penasaran dengan kondisinya.

__ADS_1


"Sudah berapa lama, pendarahan yang kamu alami, apa jumlahnya banyak?" tanya Bidan Risma.


"Ini hari kedua aku mengalami bercak kecoklatan, aku pikir itu menstruasi, karna setiap menstruasi juga saya mengalami bercak kecoklatan selama dua hari setelah itu bari keluar bercak merah."


"Kita lihat setelah ini, jika Nona Sita terus mengeluarkan bercak merah, lebih baik Nona kembali kesini untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saya sarankan untuk saat ini Nona banyak istirahat di rumah dan hindari aktivitas fisik yang berat," tutur Bidan Risma.


"Terimakasih atas penjelasanya Bu, kami pamit dulu," ucap Sita lalu bersalaman din diikuti oleh Dino dan Ibu.


"Sama-Sama Nona. Sekali lagi selamat atas kehamilannya, dan ingat pesan saya," tutur Bidan Risma ramah.


"Baik Bu, Assalamualaikum,"


"Waalaikusalam."


Mereka pun kelur dari klinik, dengan wajah yang gembira.


"Ibu sudah bilang kalau kamu hamil, Sayang. Selamat ya." Ibu pun memeluk Sita.


Dino pun tidak menyadari keadaan yang masih banyak pasien mengantri di periksa disana, Dia langsung memeluk dan menciumi Kepala Sita bertubi-tubi saat masih berada di depan pintu ruangan, lalu ia pun menghendong sang istri saking senangnya.


Semua orang memperhatikan mereka. Merekapun ikut tersenyum seolah memahami kebahagiaan yang dirasakan Sita dan Dino.


Menyadari tengah di perhatikan, Sita pun meminta Dino menurunkannya. "Sayang, lihat sekelilingmu, aku malu!"


Dino pun langsung menurunkan Sita dan melihat sekeliling, semua orang tersenyum padanya, Dino pun membalas senyum mereka dengan senyum malunya.


Hahaha ... Ibu mentertawakan tingkah konyol anaknya itu.


Sita menunduk malu dengan wajah yang kemerahan.


Dino pun menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.


"Din, Din, seneng itu ya di kontrol juga dong, jangan sampe begitu," ucap Ibu sambil melangkah beriringan dengan Sita dan Dino.


"Tau nih, aku kan jadi malu," ucap Sita.


"Iya maaf, Sayang, aku terlalu bahagia."


"Astagfirulloh! kita hampir melupkan Elvira," ucap Ibu. "Lebih baik kita kerumahnya sekarang, dia juga pasti senang mendengar kabar gembira ini," tutur Ibu dengan semangat. Dan mempercepat langkahnya.


Dino dan Sita pun mengikuti Ibu di belakang, mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan, sesekali menoleh saling melempar senyum bahagia.


Alih-Alih bahagia Elvira terkejut dengan Nada yang kesal, "APA! Kamu hamil Sita!?" tentunya dia keceplosan, tak mampu mengontrol diri. Ia pun gagap seketika menyadari dirinya tak mampu mengontrol emosi.


"Ma-maaf! Tadi aku sedang kesal pada temannku di telepon," dalihnya dengan mengangkat tangan yang menggenggam hand phonenya.


"Selamat ya Sit," ia pun melangkah dengan tongkatnya dan memeluk Sita. Hatinya semakin kesal dan menggertak 'Tunggu saja, sebentar lagi kebahagiaanmu ini akan berubah menjadi air mata Sita,'

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa like favorit nya bestie❤ salam hangat Author untuk Pembacaku yang tercinta❤ terimakasih atas dukungannya. 🙏😘😘😘


__ADS_2