
“Maaf, Tuan Putri. Saya telah melakukan kesalahan besar,” ucap Maria yang kemudian membuang napas, “Ini adalah amanah dari atasan. Kami tidak bisa memberi tahu Anda terkait aktivitas dalam Saville.”
“Aku mengerti. Itu wajar,” jawaban Alice membuat Maria mengernyitkan mata. Direktur Pusat Serikat Dagang Saville itu tak menyangka bahwa Alice akan menyerah cepat dan tidak berusaha menggali lebih dalam lagi. Ia pun bersyukur dalam hati karenanya.
“Setidaknya aku tahu apa yang membuat Kak Anna bersedih. Aku akan memberinya libur setelah ini,” kata Alice sambil membuang napas, lalu mengobrolkan beberapa hal sambil minum teh bersama Maria. Mereka membahas perkembangan ekonomi Kerajaan el Vierum, perputaran keuangan, pemerataan pangan, dan lain sebagainya. Akilla yang merupakan sekretaris para Gadis cendekia pun juga ikut dalam perbincangan. Pengalamannya dalam mengolah dan menganalisis data selama beberapa bulan ini benar-benar membuatnya berkembang pesat tanpa disadarinya.
“Dah, Madam,” Alice dan Akilla kompak pamit meninggalkan Pusat Serikat Dagang Saville. Sebuah kereta kuda telah menunggu mereka di depan gedung serikat. Dengan cepat, mereka melaju ke Kediaman vi Alverio untuk memberi pamit kepada Derrick dan Duke vi Alverio, baru kemudian mereka kembali ke Istana Mutiara yang sibuk.
“Kak Anna, bagaimana keadaanmu?” tanya Alice sembari mengetuk pintu kamar dayang yang mengasuhnya sejak kecil itu. Tak ada jawaban. Alice pun mengetuk pintu untuk kedua kalinya. Masih sunyi setelah beberapa saat. Maka Alice mengetuk untuk ketuga kalinya. Barulah terdengar suara ribut dari dalam kamar. Tak lama kemudian pintu terbuka dan Anna muncul dari sana.
“Maaf, Nona. Saya tidak dapat segera menjawab panggilan Anda,” ucap Anna dengan wajah yang lelah dan kusam. Ada bekas tangis di pelupuk matanya. Pasti ini hari yang berat baginya.
“Tak masalah, kudengar adikmu sedang sakit. Kamu …,” ucapan Alice terpotong saat tiba-tiba Anna menyahutnya, “Haha, Anda pasti mendengarnya dari Maria. Tidak perlu menghiraukannya, Nona. Saya sudah mengirim bingkisan untuk anak itu. Ada ….”
“Hehe … bukannya Kakak nggak punya adik. Sespesial apa sepupu Kakak itu?” Alice balas memotong perkataan Anna dengan pertanyaan usil. Mereka tengah berjalan ke aula pribadi para Gadis Cendekia sekarang. Akilla sudah di sana tengah membaca buku.
__ADS_1
“Dia … anak yang baik. Pastinya tidak seperti yang Nona pikirkan,” balas Anna dengan topeng senyumnya. Dilihatnya Alice yang memasang mata selidik. Gadis itu sepertinya tidak akan mudah percaya.
“Benarkah? Hanya anak yang baik?” Alice bertanya dengan topeng polosnya. Ia sangat yakin seribu persen bahwa tidak mungkin hanya sebatas itu. Pasti ada yang Anna sembunyikan darinya.
“Anggap saja seperti itu,” Anna menyimpul seulas senyum, kemudian mengatakan hal yang sejak tadi ingin dilaporkannya, “Ada masalah yang terjadi di wilayah Count de Vool, Nona. Beberapa anak yang ikut dalam acara pemburuan dilaporkan menghilang.”
“Bagaimana dengan teman-teman?” Alice melepas semua topeng wajahnya. Raut mukanya terlihat sangat serius sekarang. Akilla bahkan sampai menghentikan bacaannya. Gadis berkerudung itu menaruh buku, lantas bergabung dengan Alice.
“Nona Aristia dan Nona Mainne baik-baik saja di perkemahan, sedangkan Nona Aria bergabung dalam ekspedisi untuk mencari Nona Rosemary dan anak-anak lainnya,” lapor Anna. Ia membuka gawainya dengan santai di hadapan Alice dan Akilla, kemudian melanjutkan, “Tim penyelidik terdekat telah mendeteksi kejanggalan di sekitar Hutan Valent. Mereka mendapati tingkah aneh binatang-binatang buas di sana, bahkan binatang yang disiapkan untuk pemburuan juga bertingkah aneh. Mereka seakan menjadi gila karena terinfeksi sesuatu.”
“Apakah kasusnya mirip seperti yang terjadi di Kota Ilios?” tanya Alice memastikan dugaan. Sebagai Putri Mahkota el Vierum yang bertugas mengawasi berjalannya pemerintahan dan kemakmuran negara, ia selalu mendapat laporan terkait hal-hal yang terjadi di kerajaan. Tugas itu berada di bawah kendali ibunya 5 tahun lalu. Sebenarnya ia tidak wajib melakukan semua pengawasan itu menimbang usianya yang masih terlalu belia, tapi ia adalah gadis yang pekerja keras dan workaholic seperti ayah dan kakaknya. Jika tidak ada hari libur, ia tidak akan bermain-main keluar seperti hari ini.
“Hm, begitu, ya. Kakak baru menceritakannya sekarang setelah sekian lama?” Alice menatap Anna sebal. Kepala Agen Saville itu hanya tersenyum. Ia pun berkata, “Selamat, Nona. Anda mendapat satu akses lebih tinggi sejak hari ini. Marchioness van Ryvat menitipkan selamat dan salam untuk Anda.”
“Hah? Bagaimana bisa jadi begitu?” Alice tidak mengerti sepenuhnya. Ia ingin tahu aspek-aspek yang dapat membuatnya berkembang. Dengan begitu, ia bisa lebih fokus menentukan targetnya.
__ADS_1
“Marchioness bilang, Nona hanya perlu menjalankan tugas sebagai Putri Mahkota el Vierum seperti biasa,” jelas Anna lugas, “Anda tidak perlu memikirkan hal di luar itu. Lebih baik kita lanjutkan pembahasannya.”
***
“Apakah suratnya sudah dikirim?” tanya Mainne cemas. Rona di wajahnya terlihat kurang baik. Sudah sejak kemarin Rosemary dan para murid Akademi Kerajaan yang lain menghilang. Sampai sekarang, mereka masih belum ditemukan juga.
Aristia mengangguk pelan. Ekspresi mendung di wajahnya tak jauh berbeda dengan Mainne. Pagi ini, Aria bergabung dalam ekspedisi untuk melakukan pencarian, sedangkan ia sendiri bergegas melaporkan kejadian ini kepada Istana Mutiara dengan kurir tercepat. Diperkirakan, berita ini akan sampai pada Alice besok lusa.
“Sebenarnya apa yang terjadi saat itu?” Mainne berusaha mengingat-ingat peristiwa yang terjadi kemarin siang. Entah mengapa mereka masuk ke dalam hutan. Saat tersadar, mereka telah tiba di sebuah tempat berdanau yang dikelilingi semak dan pepohonan yang lebat.
“Kalau Aria tidak menarik kita saat itu, kita mungkin akan ikut terseret ke dalamnya,” Aristia juga memikirkan hal yang sama. Di antara anak-anak yang pergi ke dalam hutan kemarin, hanya mereka bertiga yang kembali. Aria sampai geram karena tidak dapat menemukan teman-temannya yang lain saat itu. Mereka kembali dengan tangan kosong di sore hari.
Orang-orang dewasa sedang sibuk melakukan pencarian ke pelosok Hutan Valent sekarang. Count de Vool selaku penanggung jawab acara ini memimpin langsung pencariannya. Ia juga sangat khawatir dengan keselamatan putri keduanya. Saat laporan hilang itu datang, ia langsung bergegas memimpin kesatria untuk menghimpun tim pencarian.
“Nana, apa kita akan diam saja?” tanya Melissa dengan wajah malas, “Putri kecil kita juga terjebak di sana.”
__ADS_1
“Apa otakmu jadi tumpul? Tentu kita harus ikut mencarinya sekarang juga,” balas Nana sarkastis. Ia sangat terkejut ketika mendengar kabar tak terduga itu pagi ini. Perasaannya jadi kacau karena mendengar kabar hilangnya Charlotte de Vool, “Kita tak bisa membiarkan para pencuri bedebah itu merusak rencana kita. Akan kubakar mereka saat bertemu nanti.”
Melissa memasang wajah datar. Peristiwa ini tak ada dalam rencananya. Seperti kata Nana, ia tidak bisa membiarkan kejadian ini berlalu begitu saja. Mereka pun merapalkan sihir terbang masing-masing. Dalam sekejap, mereka meluncur ke langit dengan kecepatan tinggi.