Alice & Alicia: Putri Kembar Religius

Alice & Alicia: Putri Kembar Religius
Bab 114: Desa Alder


__ADS_3

"Itu Desa Alder," kata Ulu begitu mereka sampai di luar hutan dan melihat pemukiman kecil, "Cobalah untuk meminta bantuan dari Baron Alder. Dia adalah pria tua yang baik hati. Tuan tanah itu pasti bersedia membantu kalian untuk menghubungi Duku vi Alverio."


"Terima kasih, Sir," ucap Rosemary mewakili kawan-kawannya, "Kami berutang banyak pada Anda. Utang ini pasti akan kami bayarkan di masa depan kelak."


"Jadilah bangsawan yang baik dan pimpin rakyatmu dengan adil kalau mau membalas budi," Ulu menggeleng takzim, "Itu sudah cukup bagiku daripada kalian memberikan emas sebanyak Gunung Kaskas."


"Sir, Anda sungguh murah hati," Rosemary menyunggingkan senyuman nan tulus, "Kami akan selalu mengingat pesan Anda."


"Ya, ya," Ulu memalingkan badan. Ia pun menghilang dengan cepat sama seperti saat kemunculannya. Rosemary hanya dapat menggeleng-geleng pelan melihatnya.


"Mary," panggil Solid yang ternyata sudah menemukan seorang warga desa untuk menjadi pemandu mereka, "Ayo cepat!"


"Oke," Rosemary mengangguk dan segera menyusul pemuda dari Keluarga van Denburg itu. Ia jalan bersisian dengan Solid sampai ada anak-anak yang saling berbisik membahas hubungan keduanya. Jika dilihat sekilas saja, mereka memang tampak memiliki hubungan khusus.


"Oh, aku sungguh tak menyangka," seorang pria tua yang rambutnya telah beruban menyambut rombongan Rosemary dengan ramah. Ia adalah kepala desa sekaligus tuan tanah desa ini, Baron Alder yang mengabdi pada Keluarga vi Alverio. "Kalian anak-anak dari akademi? Bagaimana bisa kalian sampai di desaku yang terpencil ini?"

__ADS_1


"Ceritanya panjang, Tuan," jawab Solid. Kali ini, ia yang menjadi wakil bagi kawan-kawannya. "Kami yang mengalaminya pun tidak mengingat jelas apa yang terjadi. Saat kami terbangun, kami semua sudah ada di tengah Hutan Kaskas. Seorang pria bernama Ulu pun menemukan dan menuntun kami sampai ke mari."


"Pria bernama Ulu?" Baron Alder mengerutkan keningnya. Tangan kanannya mengelus-elus janggut. Sebagai tuan tanah di sebuah desa kecil, ia sangat akrab dengan warganya. Pria tua itu bahkan mengenal semuanya, termasuk yang baru lahir kemarin. Namun, ia tak bisa mengingat seorang yang bernama Ulu. Nama itu pun sebenarnya amat ganjil bagi penduduk Kerajaan el Vierum.


"Ah, entahlah," Baron Alder menyerah untuk mengingat nama itu, "Dia mungkin orang asli Hutan Kaskas yang misterius. Aku pernah dengar dari wargaku kalau mereka memang ada."


"Oh," Solid mengangguk paham, "Bisa jadi."


Mereka pun mulai membahas maksud kedatangannya. Intinya, Solid dan kawan-kawannya ingin meminta bantuan Baron Alder untuk bisa menghubungi Duke vi Alverio sekaligus menginap selama beberapa hari. Setelah mereka mendapat balasan dari sang duke, barulah mereka akan beranjak dari desa itu.


"Terima kasih, Tuan Baron," Solid mengulurkan tangannya, "Saya pasti akan membalas kebaikan Anda."


"Hoho, ini adalah suatu kehormatan bisa membantu kalian semua," Baron Alder tersenyum simpul. Ia pun meminta pelayannya untuk menyiapkan beberapa kamar bagi anak-anak. Karena kamarnya tidak terlalu banyak, setiap kamar akan ditempati oleh tiga sampai empat anak.


Sore harinya, seorang pria berjubah kumal datang kepada Baron Alder. Pria itu membawa sebuah token emas yang menandakan bahwa ia adalah utusan dari Duke vi Alverio. Kedatangannya adalah untuk menyampaikan surat dari Duke Muda vi Alverio dan memastikan keberadaan anak-anak dari akademi. Setelah ia melihat anak-anak itu sebentar, ia langsung pergi meninggalkan desa.

__ADS_1


"Apa surat kita sampai secepat itu?" tanya Rosemary bingung. Solid pun menoleh pada Baron Alder yang ada bersama mereka. Ternyata, Baron Alder juga sama bingungnya.


"Perjalanan ke kota paling cepat membutuhkan waktu sehari," kata Baron Alder menanggapi pertanyaan Rosemary, "Harusnya, surat kalian baru sampai ke tangan Tuan Duke Muda vi Alverio sore ini. Itu pun kalau aksesnya cepat. Kadang, kami baru bisa menyampaikan surat kepada tuan duke muda sehari setelah sampai di kota."


"Pesuruh itu hanya datang untuk memeriksa tanpa mengatakan apa pun," komentar Solid kemudian, "Dia mungkin datang hanya untuk memeriksa. Barangkali, surat kita memang sudah diterima oleh duke muda yang kebetulan sedang jalan-jalan. Jadi, kita hanya perlu menunggu."


"Apa menurutmu itu mungkin?" Rosemary merasa aneh dengan tebakan itu. Solid malah membalas dengan santai, "Sudahlah, tunggu saja kabar baiknya. Aku yakin dia akan mengirim bantuan untuk kita."


"Tapi, bukannya Duke Muda vi Alverio itu …," seorang murid akademi hendak mengatakan rumor tentang Derrick vi Alverio, tapi Solid buru-buru menyuruhnya diam dengan menaruh telunjuk di bibir. Putra dari Keluarga van Derburg itu pun berkata, "Dia tidak seperti yang kalian pikirkan. Jadi, tenang dan tunggulah, oke?"


Seperti yang Solid duga, serombongan kesatria datang keesokan harinya. Mereka mengawal sebuah kereta kuda yang elok. Namun, kereta kencana itu bukan dari Duke Muda vi Alverio.


"Mary, syukurlah kamu selamat," seorang gadis kecil keluar dari kereta kuda itu. Ia adalah gadis yang amat terkenal sebagai satu-satunya putri Kerajaan el Vierum, Alice vi Alverio sekaligus Putri Mahkota el Vierum.


"Tuan Putri, bagaimana Anda bisa tahu bahwa saya ada di sini?" Rosemary memang senang bertemu kembali dengan Alice, tapi ia juga bingung.

__ADS_1


"Karena dia," Alice menunjuk ke atas. Ada seekor burung elang yang tengah terbang menukik ke bawah. Elang itu pun mendarat di lengan Alice begitu gadis itu mengulurkan tangannya.


__ADS_2