Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 101. Ingin membuat kejutan pada keluarga


__ADS_3

Empat bulan kemudian, hari hari Nia dan Ello selalu di penuhi kabahagiaan. Apa lagi kini usia kandungan Nia sudah enam bulan. Membuat Nia dan Ello semakin bersyukur, bahkan Keluarga Sanjaya pun semakin tak sabar menyambut kehadiran cucu dan cicit mereka, terlebih Oma Carolien. Ello dan Nia pun juga sudah tak sabar menunggu lahirnya buah hati mereka.


Kini mereka berkumpul di rumah Papa, mereka duduk di ruang tengah. Ello dan Nia berjejer dengan Mama di sofa panjang, sedang Oma dan Papa duduk di sofa lainnya. Mama terus terusan mengusap lembut perut Nia yang sudah membuncit.


"Semoga cicitku seperti Bundanya yang baik, santun, penurut dan gak suka ngebantah. Seperti Grandmallnya," seloroh Oma yang di sambut tawa oleh semuanya.


"Grandma Ma, bukan Grandmall!" Protes Mama dengan mendengus kesal. Kemudian beliau melanjutkan mengusap perut Nia dan menciumnya penuh kasih.


"Ha..ha..bercanda, gitu saja marah. Hati hati Ne, jadi orang jangan sedikit dikit marah. Dikit dikit ngambek, cepet tua. Kan kasihan cucumu, melihat dirimu yang keriput."


"Kenapa tidak seperti Ayahnya?" Kini Ello gantian yang protes pada Oma.


"Karena jika mirip Ayahnya, dia pasti akan jahil sepertimu. Kan kasihan Nia, dia pasti akan lelah mengurusi anak jahil sepertimu."


"Tapi Babang Ello kan pintar Oma, dia pekerja keras, penyayang, berbakti pada kedua orangtuanya dan juga Oma. Apa Oma tidak mau mengakui kelebihan suami Nia? Ya walaupun dia suka jahil, tapi dia begitu pengertian pada teman temannya. Aku ingin anakku seperti Ayahnya yang baik, tapi jeleknya tidak perlu di tiru." Sahut Nia membela Ello, dan Ello pun tersenyum bangga.


"Dengar itu Oma," ucap Ello dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"Iya Oma akui jika suami jahilmu itu memang baik, sebenarnya bagi Oma yang paling penting anak kalian terlahir sehat dan selamat. Mirip siapanya itu bagi Oma tidaklah penting, jika jahil tidak apa apa lah mungkin itu memang sudah keturunan dari Grandma dan Ayahnya."


"Kok aku sih Ma," protes Mama.


"Betul yang dikatakan Oma kan Ma." Celetuk Nia.

__ADS_1


"Salah," cetus Mama.


"Mama lupa, waktu Mama Oma sama Papa menginap di rumah Ayah. Mama dan Oma mengusir Babang Ello, waktu itu Oma tidurnya mendengkur lalu Mama merekamnya pakai ponsel Mama kan." Adu Nia spontan. "Ups." Imbuhnya dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Nia.." Pekik Mama kesal, beliau menatap tatapan tajam Oma dan menelan salivanya susah payah. "Ah..Kenapa aku lupa menghapusnya," gerutu Mama dalam hati.


"Anne, kemarikan ponselmu!" Pinta Oma dengan megulurkan tangannya.


"Udah Anne hapus kok Ma," ucap Mama berbohong. Beliau menyembunyikan ponselnya di belakang punggungnya, dan di lirik oleh Ello. Dia tersenyum penuh seringai.


"Aku dapat," seru Ello saat berhasil mendapatkan ponsel itu dari tangan Mamanya. Lalu dia memutar video tersebut, dan terkekeh saat melihat video Omanya.


"Astaga Oma, pantas saja Mama dan Nia pindah dan ikut tidur di kamar tamu bersamaku. Orang Oma ngorok kenceng begitu, sampai ponsel Mama getar seperti ini." Seloroh Ello terkekeh.


"Betulkan kata Oma, Mama emang jahil dan itu turun ke Suamiku." Ucap Nia menahan tawa, dia membayangkan kejadian waktu itu.


"Maaf Ma, waktu itu Anne khilaf. Anne akan mengahapusnya," ucap Mama dengan menadahkan tangannya pada Oma.


"Hapus sekarang juga atau aku hancurkan ponselmu Ne!" Ancam Oma kesal namun beliau juga menahan tawanya.


"Iya Ma," ucap Mama saat ponselnya sudah berada di tangannya, lalu beliau menekan tombol delete pada video tersebut.


"Sudah Ma, jangan marah marah lagi. Tambah tua nanti," celetuk Mama.

__ADS_1


"Biar saja," ucap Oma.


"Nia, apa kamu sudah USG Nak?" Tanya Papa menengahi.


"Sudah Pa," jawab Nia santun.


"Terus anak kalian perempuan apa laki laki?" Tanya Mama bersemangat.


"Belum tahu Ma, soalnya setiap USG bayinya hanya nunjukin pantatnya terus. Mungkin dia malu," ucap Nia memanyunkan bibirnya.


"Ha..ha..cicitku pemalu, tak seperti Grandmanya yang suka malu maluin." Lagi lagi Oma meledek Mama, dan Mama hanya memanyunkan bibirnya saja.


"Kenapa kamu tak jujur saja pada mereka!" Bisik Ello pada Nia.


"Ini kejutan Babang, kita rahasiakan dulu dari mereka." Bisik Nia balik.


"Aku rasa bayi kami ingin memberi kejutan pada Oma, Grandma dan Grandpa nya." Sahut Ello, dia dan Nia tersenyum.


"Bagi Papa, yang terpenting Ibu dan anaknya sehat. Dan bayi kalian terlahir selamat tanpa kurang suatu apa pun. Jika perempuan, Papa hanya bisa berdoa agar menjadi anak sholeha. Jika laki laki, Papa juga doakan agar dia menjadi anak yang sholeh." Ucap Papa.


"Aamiin." Seru mereka bersamaan.


Keluarga yang di penuhi kebahagiaan walau terkadang ada pertengkaran kecil dari Oma dan Mama. Namun itu mereka anggap sebagai bumbu agar keluarga mereka semakin sempurna dan harmonis, dan itu terbukti jika memang keluarga mereka bahagia. Apa lagi akan segera hadir makhluk kecil yang menambah kesempurnaan keluarga Sanjaya, dan itu juga akan menambah kebahagiaan yang berlipat lipat bagi Thania Putri.

__ADS_1


__ADS_2