Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 110. Lena dan Zacky


__ADS_3

"Jangan bersikap kasar pada Lena Zac," ucap Tante Lemas.


"Iya Ma, maafkan Zac. Mama laparkan?" Tanyanya yang di jawab anggukan oleh Tante. "Lena yang baik hati dan tidak sombong, aku ingin minta tolong padamu. Mamaku sangat ingin di suapi olehmu, aku mohon padamu agar kamu mau menyuapinya!" Dengan terpaksa Zac menurunkan gensinya dan mau memohon pada Lena.


"Baiklah," ucap Lena singkat. Dia pun menyuapi Tante Binti dengan telaten. Dengan penuh semangat Tante melahap makanannya hingga makanan di piring itu pun habis tak tersisa.


"Boleh juga mengerjakan Lena sebagai perawat Mama." Gumam Zac dalam hati, dan tertawa jahat di hatinya.


"Memangnya Tante sakit apa?" Tanya Lena saat memberikan minum pada Tante.


"Kata dokter Mama terserang penyakit jantung, dan dia tidak bisa terlalu banyak pikiran." Sahut Zac.


"Pasti Tante begini karena banyak mikirin anak seperti Zac ya Tan?" Ucap Lena dengan melirik sinis pada Zacky.


"Enak saja kalau ngomong gak pernah di saring," ketus Zac.


"Aduh..sakit.." pekik Tante.


"Tante kenapa? Mama kenapa?" Teriak Lena dan Zac bersamaan.


"Sepertinya Mama sudah tidak bisa bertahan Zac, Mama sudah lelah dan putus asa untuk tetap di sini." Ucap Tante.


"Mama jangan bicara seperti itu, Zac belum bahagiain Mama. Mama harus tetap hidup bersama Zac," ucap Zac dengan berkaca kaca.


"Mama hanya ingin menantu, Mama ingin melihatmu menikah sebelum Mama pergi. Dan saat ini Mama sangat menginginkan kamu dan Lena menikah,"


"Apa..? What..?" Pekik Lena dan Zac. Mereka saling menatap, dan bergeleng geleng.


"Lena tidak bisa Tante," tolak Lena halus.


"Zac juga tidak bisa Ma,"


"Ya Tuhan, anakku sungguh tak menyayangiku lagi. Bahkan dia sepertinya begitu menginginkanku pergi dari sini," rengek Tante dengan memegangi dadanya.

__ADS_1


"Bukan seperti itu Ma, Zac sangat sangat menyayangi Mama. Zac tidak mau Mama meninggalkan Zac sendirian, Zac akan melakukan apa pun untuk Mama. Asal jangan memintaku menikah dengannya," ucap Zac dengan melirik tajam pada Lena.


"Siapa juga yang mau menikah dengan asisten songong sepertimu," ucap Lena.


"Mereka sulit sekali di jinakkan, alamat gagal rencana ini. Dan pasti Binti akan membuatku dan Papa bertengkar," gumam Mama.


"Aw..sakit....." lagi lagi Tante berteriak kesakitan.


"Lena, Binti itu sangat menyukaimu. Jika kamu menolak dan terjadi sesuatu padanya, dia akan berkeliaran menghantuimu terus terusan. Apa kamu tidak takut," bisik Mama pada Lena. Lena pun bergidik membayangkan perkataan Mama, dan dia mengusap usap tengkuknya.


"Ya takut lah Tante, kenapa mesti menakut nakutiku seperti itu. Boleh minta apa pun tapi gak menikah dengan Zacky juga kali."


"Oke Ma..Zacky akan menikahinya," mendengar itu Mama pun tersenyum. Namun Lena terdiam tak percaya, dia tak bisa membayangkannya. Jika dirinya menikah dengan Zac, hari harinya akan sangat sangat buruk menurutnya. Dia menarik kasar Zac keluar kamar.


"Kenapa kamu setuju," ucap Lena dengan memukul lengan Zac.


"Mau gimana lagi, aku tidak mau kehilangan Mamaku. Dia itu harta satu satunya yang ku punya Len, apa kau tega jika Ibumu seperti itu juga. Apa kau akan membiarkan Ibumu terus terusan sakit dan pergi meninggalkanmu."


"Jika kita menikah, Mamaku akan bahagia dan semangat untuk hidup. Dan Ibumu pasti juga bahagia dan tak meledekmu perawan tua lagi."


"Memang iya mereka bahagia, tapi aku tidak bahagia Zac...hancur masa depanku jika menikah denganmu, tak bisa membayangkan harus tidur dengan pria songong sepertimu." Teriak Lena.


"Apa lagi tidak ada perasaan di antara kita," imbuhnya.


"Hei..dengarkan dulu, setelah kita menikah aku tidak akan menyentuhmu dan kita tidak akan tidur satu ranjang. Menikah aja dulu, urusan perasaan belakangan." Ucap Zac gampang.


"Enak bener kalau ngomong, menikah itu bukan hal yang main main. Menikah itu membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah, menikah itu hidup bersama selamanya Zac. Janji suci yang sangat sakral yang harus di jaga seumur hidup. Kau ini gila,"


"Waw..rohani sekali," celetuk Zac dengan tertawa kecil. "Aku juga tahu itu, masalahnya kita sama sama punya masalah dalam percintaan. Tidak ada salahnya jika kita menikah, dan kita coba untuk saling mencintai. Jika sampai satu tahun tidak ada rasa di antara kita, kau boleh meninggalkanku." Bujuk Zac agar Lena mau menikah, dan Mamanya tidak terkena serangan jantung lagi.


Dia tak punya pilihan lain selain menikah dengan Lena, lagi pula menurutnya Lena bukanlah tipe wanita yang manja. Bukan wanita yang materialistik, dia sangat mandiri. Tidak ada salahnya jika dia menikah dengan Lena, begitu juga Lena. Berpikir baik tentang Zacky, walau dia dingin dan selalu cuek. Tapi dia pekerja keras dan penyayang seorang wanita apalagi dengan Mamanya, walau kadang sangat cuek terhadapnya.


"Sepertinya tidak buruk juga menikah dengannya, kasihan juga Tante Binti sampai sakit, pucat dan lemas seperti itu. Jika terjadi sesuatu dengannya bagaimana, pasti dia akan mengahantuiku seumur hidupku." Batinnya. "Tidak..." teriak Lena histeris.

__ADS_1


"Kau kenapa?" Tanya Zac yang terkejut.


"Lena, tidak ada salahnya jika kamu menikah dengan Zac. Tante jamin dia itu pria baik, gak kasar, gak suka menduakan. Bagaimana menduakan jika selama ini dia tak pernah punya kekasih. Kau tak perlu khawatir, jika dia menyakitimu Tante yang akan menghajarnya." Mama pun mencoba meracuni Lena.


"Kalau ngomong suka bener Tante ini, diakan dari bayi hingga sekarang bergelar jomblo akut." Ucap Lena tertawa jahat.


"Sialan kau Len," sahutnya.


"Ha..ha..emang benar kan. Dan..baiklah aku setuju menikah denganmu. Dan kau sendiri yang harus memintaku pada Ibuku!" Ucap Lena bersemangat, entah kenapa dirinya sangat bersemangat sekali.


"Oke.." Ucap Zacky.


Mereka pun kembali ke kamar Tante, dan memberi tahu Tante jika mereka setuju dan akan menikah. Tante pun senang mendengarnya, Zacky pun segera mengantar Lena ke tempat Ello. Karena Ello sudah menghubunginya dari tadi, sepergian Lena dan Zacky. Mama dan Tante pun tertawa penuh kemenangan.


"Sebentar lagi aku akan memiliki menantu yang sangat langka Kak, menantu yang masuk dalam kriteriaku." ucap Mama bersemangat.


"Iya," sahut Mama singkat.


"Tapi kalau ketahuan gimana Kak?"


"Ya gak gimana gimana, setidaknya kau berakting sampai mereka resmi menikah lah. Jika mereka sudah menikah, ketahuan pun percuma mereka tidak akan bercerai. Kau tahu, aku rasa sebenarnya ada benih benih cinta di antara mereka. Tapi karena gengsinya gedean makanya ketutup," ucap Mama.


*


*


*


Malam ini Author up 3 bab part khusus Lena, yang kangen Babang Ello sama Neng Nia Insya' Allah besok ya. Ditunggu ya kakak kakak cantik๐Ÿ˜˜.


Maaf jika tulisannya jelek, dan bercandanya keterlaluan atau ceritanya berbelok. Aku hanya bercerita sesuai yang aku rencanakan dari awal memang seperti ini Kak. Aku hanya ingin bercerita tentang seorang perempuan yang harus bisa mengambil keputusan untuk meraih kebahagiaannya. Maaf jika ceritanya tidak menghibur atau tak berfaedah.๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ™๐Ÿผ


Salam sayang dariku Kakak kakak cantik๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2