Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 119. Akad Nikah Lena dan Zac


__ADS_3

Hari yang sangat di nanti nanti oleh Tante Binti telah tiba. Beliau begitu bahagia, menyambut hari pernikahan Zacky dan Lena. Karena mendadak dan tidak ada waktu untuk mempersiapkan yang lebih. Acara akad pun hanya di gelar secara sederhana dan hanya di hadiri sanak saudara saja. Tidak ketinggalan Ayah Ilham dan juga Alan ikut menghadiri akad nikah tersebut.


Walau sederhana tidaklah mengurangi kebahagiaan Tante dan juga orang tua Lena yang jauh jauh datang dari Bandung. Seharusnya keluarga Zac lah yang datang ke Bandung, namun karena keadaan Tante Binti yang belum sehat betul. Mereka memutuskan acaranya di adakan di Jogja.


Karena rasa bahagia yang tak terhingga, Ibu dan Ayah Lena menyetujuinya. Baginya ini adalah moment yang sangat membahagiaan bagi mereka. Menyaksikan anaknya menempuh hidup baru.


.


.


.


"Ingat Zac, bahagiakan Mamamu. Dia Ibu yang sudah melahirkanmu, jika terjadi sesuatu pada Mamamu. Kau jangan menyesal," bisik Mama saat Zac bercermin di kamarnya.


"Iya Ma..Zac tahu." Jawab Zac lemas.


"Ingat Zac, ini demi Mama.." gumam Zac dalam hati.


"Ayo keluar Zac, penghulu sudah datang." Ajak Ello dan Papa.


.


.


.


Kini Zac dan Lena sudah duduk di kursi mereka masing masing dan di tengahi oleh Papa dengan menghadap ke penghulu dan juga Ayah Lena.


Zacky terlihat begitu tegang, dan mencoba menghilangkan rasa gugupnya dengan melihat ke sana kemari. Dan tatapannya terhenti pada sosok perempuan yang berada di samping Papa Jaya. Dia tercengang saat melihatnya dari samping, Zacky pun mencondongkan sedikit tubuhnya kedepan agar lebih jelas untuk melirik ke arah Lena.


"Itu Lena?" Gumamnya dalam hati, walau hanya melihat dari samping. Sudah terlihat jika hari ini Lena terlihat cantik. "Cantik..! Tidak..tidak..sadar Zac, itu hanya kebetulan make upnya bagus saja." Ucap Zac yang mencoba menampiknya, tapi matanya tetap melirik kearah Lena.


"Sayang..lihat itu Zac, dia pasti terpesona dengan kecantikan Lena." Bisik Nia pada Ello.


"Cantik dari mananya? Jelek begitu di bilang cantik." Ketus Ello.

__ADS_1


"Kau ini..jelas jelas Lena terlihat cantik begitu di kata jelek, lihat betul betul!" Ucap Nia kesal.


"Secantik cantiknya semua perempuan di dunia ini, aku menganggap mereka semua itu jelek." Ucap Ello.


"Kenapa begitu?"


"Karena bagi Ello, yang paling cantik adalah Thania pujaan hati Ello. Yang tak hanya cantik di luarnya saja, tapi juga cantik di hatinya." Jawab Ello yang membuat Nia tersipu malu.


"Aa...Makasih.." Jawab Nia malu malu, Ello tersenyum puas.


"Sudah siap Pak Zacky Aditama?" Tanya Penghulu, namun Zacky masih terdiam dan masih mecuri pandang ke arah Lena.


"Pak Zacky.." Tanyanya kembali karena Zacky tidak juga menyahutinya.


"Pak Zacky.." Sedikit keras, dan semua langsung menatap ke arah Zacky. Hanya Lena saja yang enggan menatap ke arah Zacky. Dia tetap fokus menatap kosong ke arah depan, dan di dalam hatinya hanya mengumpat Zacky.


"Awas saja jika sudah sah kau macam macam denganku Zac. Aku tak segan segan menghajarmu," gumam Lena dalam hati.


"Zacky.." Papa memukul lengan Zacky dan membuatnya tersadar.


"Kau ini kenapa? Dari tadi di panggil Penghulu kau diam saja? Kau memikirkan apa? Lena cantik bukan?" Serentetan pertanyaan Papa keluarkan untuk Zacky.


"Aku..aku tidak memikirkan apa apa Pa. Biasa saja, gak ada cantik cantiknya." Jawab Zac berdusta.


"Pak Zacky, apa anda sudah siap?" Tanya Pak Penghulu kembali.


"Ehem..sudah Pak." Jawab Zacky dan menegakkan posisi duduknya.


"Baiklah..kita mulai sekarang."


Kini tangan Zacky berjabat dengan tangan Ayah Lena. Dan akadnya pun berjalan dengan lancar, dan akhirnya Zacky mengucapkan ijab kabulnya dengan lancar. Walau harus mengulang tiga kali, karena gangguan Oma dan juga salah menyebut nama Lena. Namun tidak membuat acara kacau, dan kini Tante Binti bisa tersenyum bahagia.


Dan kini Lena dan Zacky akhirnya sudah resmi menikah sah secara Agama dan Negara. Semua keluarga mendoakan agar pernikahan mereka tetap langgeng dan tidak akan pernah ada kata perpisahan.


"Akhirnya Kak, aku mendapatkan menantu yang benar benar langka." Ucap Tante lirih dengan menggoyangkan tubuh Mama dengan kencang.

__ADS_1


"Binti..jaga sikapmu, jika Zac tahu kalau kamu pura pura sakit. Dia pasti akan menceraikan Lena sekarang juga, bisa kacau semuanya. Dan pastinya semua usahaku sia sia," bisik Mama.


"Aku lupa Kak, saking senengnya sampai lupa aktingnya." Ucap Tante, dan beliau pun kembali fokus menatap anak dan menantunya.


"Cium punggung tangan Zac, Lena.." Ucap Ayah Lena.


"Astaga..jika bukan karena Tante Binti sakit, terus beliau kenapa kenapa lalu dia menghantuiku setiap hari. Aku gak bakalan mau nikah sama asisten songong ini, lebih baik aku rela di kata katain Ibu jika aku perawan Tua." Gumam Lena dalam hati, dia pun dengan wajah terpaksanya meraih tangan Zac dengan kasar dan menciumnya dengan kilat.


"Gak gitu Lena.." Celetuk Nia saat hendak mengambil foto Zacky dan Lena.


"Katanya cium tangannya, aku sudah menciumnya."


"Ya jangan secepat itulah Len, kita semua mau mengambil gambarnya." Sahut Ello.


"Gak usah foto foto segala," ketus Lena.


"Kau ini jaga sikapmu Len, kau mau membuat Mamaku jantungan di sini." Bisik Zacky.


Lena pun akhirnya menurut, mencium tangan Zacky dengan sopan. Keluarga Lena pun ikut senang seperti apa yang di rasakan Tante. Walau orang tua Lena tidak tahu jika mereka menikah bukan karena cinta.


Karena saat Zac datang bersama Lena ke Bandung beberapa hari yang lalu dan di temani Papa Jaya, mereka sedikit mesra walau agak kaku di lihatnya. Tapi rasa bahagia orang tua Lena membutakan kekakuan yang terlihat.


.


.


Selesai acara akad nikah, mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Zacky..aku percayakan anak saya padamu, aku percaya jika kamu pasti akan menjaganya dengan baik. Kau itu anak yang baik, aku rasa Lena tidak salah pilih pasangan hidup. Tolong jangan sakiti anak tunggal kami, bimbing dia menjadi istri yang baik. Kami sangat paham sifat anak kami, jadi kami mohon agar kamu sabar menghadapinya." Ucap Ayah Lena.


"Saya akan sabar dengan sikap Lena Om," jawab Zac santun.


"Bahkan akan aku coba untuk sangat sangat sabar, jika tidak sabar. Akan menjadi masalah besar melihat Mama yang marah dan sakit lagi." Gumam Zac dalam hati.


"Om..mbahmu Zac, dia itu sudah jadi Ayahmu." Celetuk Oma.

__ADS_1


__ADS_2