
Lala menghampiri Alan yang kini tengah duduk di atas ranjang milik Nia. Dengan berat hati Lala membujuk Alan agar dia bisa bersikap baik lagi padanya.
"Mas, maafkan aku!" ucap Lala dengan memeluk tubuh Alan dari samping.
"seharusnya aku yang minta maaf padamu La, maaf jika akhir akhir ini aku sedikit berubah padamu." tutur Alan yang kini membalas pelukan Lala.
"aku tahu kamu mencintai Nia Mas, tapi tolong aku juga istrimu Mas..."
"maafkan aku La," kini Alan mencium lembut bibir Lala. Ciuman itu semakin dalam dan membuat mereka melayang layang, mereka pun memulai adegan panas di atas ranjang Nia dulu.
Alan dan Lala begitu menikmati hubungan intim mereka, kini mereka sudah menyatukan tubuh dan milik mereka. Hingga Alan dan Lala sama sama puas dan tergeletak lemas di atas ranjang, Lala terlihat sudah tertidur pulas.
Alan memakai kembali pakaiannya lalu melangkah keluar dan berdiri di balkon.
"Nia, aku belum bisa melupakanmu. Aku akan terus mencarimu sampai aku mendapatkanmu." Alan menatap pada langit malam.
Tanpa dia sadari, Lala yang mendengar dari balik pintu kini menangis pilu. Suami yang dulu begitu mencintai dan menyayanginya, kini cinta itu telah terbagi dengan mantan madunya.
"aku akan melakukan apa pun, agar cintamu bisa kembali seutuhnya padaku Mas." gumam Lala dengan seringai di wajahnya.
๐ฟ๐ฟ
__ADS_1
Di Jogja, di rumah Pak Ratno. Kini Nia dan Pak Ilham sedang asyik mengobrol. Mereka menutup kedainya lebih awal, karena melihat karyawan yang sudah begitu kelelahan. Nia dan Pak Ilham kini duduk di teras rumah Pak Ratno.
"sepertinya Nia ingin selamanya tinggal di sini Yah, udaranya sejuk tetangganya juga ramah." ucap Nia.
"kalau kamu betah di sini, Ayah akan membeli rumah di sini. Kita tinggal bersama di rumah itu sampai kamu mendapatkan jodoh yang tepat!" ucap Pak Ilham. Nia langsung menoleh pada Pak Ilham.
"Ayah...saat ini Nia belum mau memikirkan soal jodoh, jika suatu saat nanti Nia sudah mendapatkan jodoh dari Allah. Nia ingin, Ayah tetap ikut bersama Nia. Karena Nia ingin selalu bersama Ayah dan merawat Ayah,"
"terima kasih Nak, kamu begitu peduli dengan Ayah. Tapi Ayah tak ingin merepotkan kamu dan suamimu kelak."
"Nia yang seharusnya berterima kasih pada Ayah, karena Ayah selalu menjaga dan melindungi Nia. Justru Nia yang sudah banyak merepotkan Ayah, semua yang Ayah berikan pada Nia. Dengan Nia merawat Ayah saja, itu tidak akan cukup membalas kebaikan Ayah pada Nia," ucap Nia dengan menggengam erat kedua tangan Pak Ilham.
"Ayah ikhlas memberikan semua untukmu Nak," kini Pak Ilham memeluk Nia.
Pak Ilham bahagia bisa mengenal sosok Nia yang selalu bersikap baik padanya. Anak yang tak pernah lupa akan kebaikan seseorang, sampai rela mengorbankan perasaannya demi membalas budi pada beliau.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Di kediaman keluarga Sanjaya, Ello, Oma dan kedua orang tua Ello sedang menyantap makan malam. Oma yang terlihat bahagia membuat Mama Ello bingung dan tak malu bertanya.
"kelihatannya Mama sedang bahagia?" tanya Bu Sanjaya.
__ADS_1
"memang kenapa kalau Mama bahagia, kamu tidak suka?" kini Oma balik bertanya dengan ketus.
"tidak apa apa, Aku suka mama bahagia." jawab Bu Sanjaya.
"Ello, besok temani Mama ke salon sama Cintya. Kalian harus sering bertemu agar cepat saling mengenal," ucap Mama dengan senyuman bahagianya.
"Mama, hentikan menjodohkan aku dengan wanita yang tak ku kenal itu!" bentak Ello. Dia merasa kesal karena Mamanya selalu memaksa dirinya untuk mau di jodohkan dengan wanita pilihan Mamanya.
"apa kamu mau menjadi perjaka tua, usaha maju tapi asmara tak ada kemajuan sama sekali. Apa kata rekan rekan bisnismu, jika Seorang Marcello belum mempunyai pasangan hidup sedang karirnya begitu jaya." ucap Mama.
"dia sudah punya kekasih, jadi jangan memaksanya untuk di jodohkan dengan gadis matre itu!" kecam Oma pada Bu sanjaya.
"bisa tidak kalian tidak berdebat di meja makan. Membuat selera makanku hilang saja!" sergah Pak Sanjaya dan langsung berdiri meninggalkan ruang makan.
Ello dan Oma menyusul Pak Sanjaya, dan meninggalkan Bu Sanjaya sediri di ruang makan.
"Mama kamu itu susah di atur, se enaknya saja menjodohkan cucu kesayanganku dengan gadis matre itu." umpat Oma kesal.
"Mars tidak akan menerima perjodohan itu Oma, Mars bukan lagi anak kecil yang bisa Mama atur atur apa lagi soal jodoh..." Ello menenangkan Omanya agar berhanti mengumpat Mamanya.
"kamu harus sering di Jogja agar lebih sering menemani Oma agar tidak stres dengan kebodohan Mamamu itu!" pinta Oma.
__ADS_1
"iya Omaku yang Cantik..." Ello memeluk Omanya, lalu menghampiri Pak Sanjaya yang tengah duduk di ruang keluarga.
Mereka pun mengobrolkan soal bisnis dan melupakan soal perjodohan Bu Sanjaya. Namun setelah Ello pergi, Oma meracuni Pak Sanjaya agar bisa membuat istrinya tidak menjodohkan Ello dengan wanita itu. Karena Oma ingin Ello dan Nia bisa bersatu suatu saat nanti.