Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 132. Ambil mobil


__ADS_3

Keesokan harinya seusai olahraga pagi. Zacky langsung pergi ke rumah Ello untuk mengambil mobil yang Ello berikan padanya. Saking senangnya dia lupa untuk berganti pakaian. Dia terus tersenyum riang saat masuk ke rumah Ello. Membuat Ello semakin kesal dan terus mengumpat Zac dalam hatinya.


"Pagi semua.." Seru Zacky saat masuk kedalam rumah Ello. Wajah ceria dan suara cetarnya Zac membuat Ello ingin menaboknya.


"Om Zak.." Seru Bulan dan Bintang bersamaan. Mereka berlari dan memeluk Zac, Zac pun berjongkok dan membalas pelukan kedua ponakannya.


"Aduh..ponakan Om yang unyu unyu!" Ucap Zac sambil mengelus lembut kepala si kembar.


"Sok muji muji," sela Ello.


"Emang anak anak kita unyu unyu sayang!" Timpal Nia.


"Tuh dengar apa kata Kak Nia!" Ucap Zac yang berdiri dan melangkah menghampiri Nia dan Ello.


"Om Zac mau temana? Ayo mainan cama kita Om!" Ajak Bulan, dia pun menarik celana Zac dan di bantu oleh Bintang.


"Sebentar Bulan, Om Zac ada urusan penting sama Ayah dan Bundamu!" Ucap Zac sambil menahan celananya yang di tarik kencang oleh Bulan dan Bintang.


"Ayo Om, main cama Ulan cama Tatak!" Rengek Bulan yang terus menarik celana Zac dengan kuat. Sedang Zac menahan kuat kuat celananya yang hampir merosot.


"Tarik terus Nak! Yang kenceng!" Teriak Ello penuh semangat, berbeda dengan Nia yang justru memukul lengan suaminya.


"Hentikan Nak! Kasihan Om Zacnya!" Teriak Nia.


"Biarin saja Sayang, biar tau rasa si Zac!" Ucap Ello pada Nia. Dan dia terus menyemangati anak anaknya untuk mengajak Zac bermain. Kalau sudah bermain dengan Bulan dan Bintang. Sudah di pastikan akan mendapat ujian yang berat.

__ADS_1


"Iya kita bermain sama sama sayang!" Ucap Zac, setelah si kembar melepas tarikannya. Zac langsung mengikat kencang tali celananya agar tidak bisa di tarik oleh si kembar.


"Kamu gak apa apa Zac?" Tanya Nia.


"Tenang Kak, aku gak apa apa Kak. Mereka sangat lucu, lebih baik Kak Nia buatkan aku makanan yang enak enak!"


"Ngelunjak ya kamu Zac.." Teriak Ello.


"Gak apa apa sayang, biar aku buatkan banyak makanan enak untuk Zac!" Ucap Nia yang langsung pergi ke dapur.


"Gak ada akhlak kamu Zac!" Teriak Ello dengan melempar majalah ke arah Zac.


"Biarin.."


.


.


.


Dari bermain kuda kudaan, dokter dokteran, sampai di minta jadi bayi pun Zac menurut pada si kembar. Permainan itu terus diulang ulang lagi dan lagi. Bahkan saat di suruh minum susu pakai botol susu bayi pun Zac mau. Walau dalam hatinya sangat kesal, tapi dia pasrah demi si mobil untuknya.


"Yang semangat Zac, demi ini!" Ucap Ello sambil memamerkan kunci mobil di tangannya.


"Aku sungguh capek Kak, kenapa kelakuan mereka seperti Bapaknya!" Ucap Zac.

__ADS_1


"Ayo Om..tecana ya!" Bintang menunjuk Bulan yang berdiri di sisi lain. Bulan dan Bintang bergantian menaiki punggung Zac.


"Sudah ya Nak, Om Zac capek. Om Zac juga haus dan lapar Nak!" Rengek Zac dia pikir Bulan dan Bintang akan mengasihaninya.


Namun itu tidak sesuai dengan yang di harapkan Zac. Justru dia di ajak Bulan ke sofa untuk duduk, di situlah Zac merasa semakin sedih. Bagaimana tidak! Dia di suapi oleh Bulan layaknya anak kecil. Bahkan saat Zac sudah merasa kenyang, tetap masih di paksa makan oleh Bulan. Sedang Bintang memegangi tangan Zac agar menurut.


"Bulan Bintang, Om Zac sudah kenyang. Jika di paksa terus, bisa bisa Om Zac sakit perut!" Ucap Zac, lagi lagi ucapan Zac menjadi bumerang untuknya. Bukannya Berhenti, Bulan dan Bintang kini bermain menjadi dokter dokteran lagi.


"Mana yang cakit Om?" Tanya Bulan yang sudah membawa alat dokter mainannya.


"Gak sakit lagi, Om sudah sembuh Bulan!" Ucap Zac dengan menggelengkan kepalanya.


"Gak Boyeh Boong Om, kalo cakit bilang aja. Bial Ulan cuntik dulu patek ini!" Ucap Bulan menunjukan suntik mainannya.


"Astaga Kak Ello anak anakmu sungguh absurd sepertimu. Kak Nia..tolong aku.." Teriak Zac yang sudah lelah dengan tingkah kedua keponakannya.


Ello hanya tertawa, sedang Nia yang setelah masak dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri tadi langsung berlari keluar kamar menuju ruang tengah.


"Astaga Zac, kamu kenapa teriak teriak seperti itu?" Tanya Nia.


"Tolong aku Kak, aku sudah lelah. Hentikan mereka Kak, Kak Ello tidak mau membantuku Kak!" Ucap Zac memelas.


"Bulan..Bintang..sudah ya Nak, kasihan Om Zac sudah capek! Besok lagi ya mainnya!" Ucap Nia merayu anak anaknya.


"Ah..Om Zac gak acik, enakan main cama Oma cama Genma!" Ucap Bulan.

__ADS_1


"Iya..Om Zac nyebelin, ayo ke kamal aja Lan!" Ajak Bintang sambil menggandeng adiknya, tak lupa mereka menatap kesal pada Zac. Sedang Zac hanya bergidik melihat tingkah si kembar.


__ADS_2