Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 79. Ello kena batunya


__ADS_3

"sayang, tunggu aku...kamu jangan marah, ini aku lakukan agar Oma dan Mama tidak membuat keributan di depanmu. Dan membuatmu kesusahan," ucap Ello yang melangkah mengimbangi langkah kaki Nia.


"mereka pasti cemas dan ketakutan El," ucap Nia dengan jalan tergesa gesa.


"kita duduk di sofa, nanti Oma dan Mama pasti ke sini!" pinta Ello.


Mereka pun duduk di sofa, Nia dengan wajah kesalnya. Sedang Ello tersenyum puas, bisa mengerjai Oma dan Mamanya.


"sayang, jangan marah. Dengan seperti ini Oma dan Mama tidak akan lagi bertengkar di depanmu." ucap Ello manja, dia terus membujuk Nia. Agar Nia tidak lagi marah padanya.


***


"bagaimana Mas?" tanya Oma panik.


"sebentar Bu, ini masih di cek!"


"gak usah panik Ma," ejek Bu Sanjaya.


"diam kamu, ini semua gara gara kamu!" gertak Oma.


"iya, semua salahku. Mama gak pernah salah..." ucap Bu Sanjaya dengan bibir koma kamit.


"itu tahu...." ucapan Oma membuat Bu Sanjaya membelalakan kedua matanya.


"ih....kenapa sifat Mama itu tidak berubah. Selalu membuatku kesal, dari dulu sampai sekarang." gerutu Bu Sanjaya dalam hati.


Setelah beberapa menit, mereka pun melihat gambar Nia beranjak dari duduknya, dan melangkah ke arah toilet bersama seorang pria yang baru masuk ke butik.


"siapa laki laki itu? Coba putar cctv yang mengarah ke wajah mereka!" pinta Oma dan spontan Oma memukul lengan karyawan tersebut.

__ADS_1


"astaga..jika aku punya nenek seperti ini, udah ku serahkan ke panti jompo saja." gerutu karyawan dalam hati.


"iya..iya," jawab karyawan dengan menahan kesalnya. "astaga...menyusahkan sekali," gumamnya yang masih sedikit terdengar oleh Oma.


"bicara apa kamu...!" bentak Oma.


"gak-gak bicara apa apa Oma, hanya ini komputernya lemot sekali...." sangkalnya gugup, dia benar benar merasa sial hari ini.


"seperti kamu, lemot....di suruh cek gambar beberapa menit yang lalu saja lama sekali, minggir biarku cek saja!" ucap Oma menarik kerah baju Masnya.


"maaf kan Mama saya, dia orangnya memang seperti itu. Maklum sudah tua," bisik Bu Sanjaya pada Masnya, mereka pun tertawa kecil di belakang Oma.


"aku tahu kamu sedang mengumpatku Ne...!" ucap Oma dengan tangan mengutak atik komputer. Bu Sanjaya dan Masnya berhenti tertawa dan menelan ludahnya.


"ketemu gak Ma?" tanya Bu Sanjaya mengalihkan.


"ini seperti Mars....tapi kenapa gambarnya gak jelas sih, aku yakin ini Mars. Coba kamu lihat dengan teliti Ne!" pinta Oma menarik tubuh Mama dan menempelkan wajah Mama pada komputer.


Dan kini Oma melihat gambar Nia tengah duduk bersebelahan dengan Ello. Itu membuat Oma merasa lega namun juga merasa kesal.


"Ello mengerjai kita Ma," ucap Bu Sanjaya yang juga merasa lega tapi juga merasa sedikit kesal sama anaknya.


"aku tahu..." ketus Oma tanpa melihat Bu Sanjaya. Lalu beliau pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Bu Sanjaya begitu saja.


"terima kasih Mas," ucap Bu Sanjaya pada karyawan. Dan segera menyusul Oma yang sudah keluar dengan wajah marahnya.


"ada ya orang kaya gitu, keluarga yang aneh..." gumam karyawan setelah Oma dan Bu Sanjaya keluar.


***

__ADS_1


"Mars...kamu keterlaluan, membuat Oma panik saja!" dengan langkah cepat Oma menghampiri Ello yang tengah menggoda Nia di sofa. Beliau menarik telinga Ello tanpa peduli rintihan Ello.


"aw...aw...ampun Oma...ampun!" rintih Ello kesakitan. Dia terus menarik tangan Oma, agar melepaskan jeweran Oma.


"bocah usil....kamu tahu gak, Oma mu sampai panik menyangka Nia ada yang culik!" kini Oma memukul tubuh Ello dengan tas yang ada di tangannya.


"hentikan Ma..." ucap Mama membela Ello.


"tumben Mama membelaku," cetus Ello dengan mengeryitkan dahinya.


"kamu anak Mama, tentu Mama membelamu." ucap Bu Sanjaya dengan memeluk tubuh kekar anaknya.


"aw...aw....Mama...." pekik Ello. Karena Bu Sanjaya mencubit perutnya tanpa ampun.


"itu balasan buat anak yang sudah tega mengerjai orang tua!" ketus Bu Sanjaya lalu menghampiri Nia yang tengah tertawa melihat Ello di santap habis oleh tetuanya.


"Mama pikir kamu di culik, atau ngambek gara gara Oma ngajakin Mama berantem!" ucap Bu Sanjaya mengelus lembut kepala Nia.


"Nia tadi kebelet, terus ke toilet. Ello malah ngajakin ngumpet waktu Mama sama Oma panik!" adu Nia.


"Ello..." teriak Mama.


"Mars...sungguh terlalu kamu!" Oma kembali memukul mukul tubuh Ello.


"makanya, kalau ngajakin pergi Nia itu di jagain yang bener. Ini malah pada berantem di tempat umum. Memangnya Oma gak malu di lihatin orang banyak?" ucap Ello sambil menunjuk pengunjung yang melihat mereka.


"jaga pandangan kalian..." bentak Oma dengan melotot, mereka pun langsung mendelik dan tak berani melihat ke arah Oma. Sebenarnya Oma juga merasa malu, karena membuat keributan di tempat umum.


"kita pulang..." ucap Oma lalu membantu Nia berdiri dan menggandeng tangan Nia.

__ADS_1


"kamu bayar semua tagihannya Mars....!" ucap Oma tanpa beban.


"kenapa jadi aku yang kena batunya...." umpat Ello, ke tiga wanita itu hanya tertawa dan terus melangkah keluar. Ello menekuk wajahnya dan melangkah gontai menuju kasir.


__ADS_2