
"yang itu belum bersih Oma..." teriak Ello saat Oma membersihkan dapur miliknya. Sedang Mama bagian mencuci semua perabotan yang sudah di gunakan memasak tadi.
"iya..." jawab Oma singkat.
"ini masih berminyak Ma, cuci lagi yang bersih!" ucap Ello sambil menaruh kembali perabot yang masih terlihat kotor dan berminyak ke westafel kembali.
"ah..kau ini El, Mama mu ini sudah lelah. Kau tega sekali..." keluh Mama namun tetap mengerjakan pekerjaannya.
"Oma dan Mama yang sudah membuat dapurku berantakan, jadi kalian harus mau bertanggung jawab. Kalau tidak, aku adukan ini pada Papa..." ancam Ello.
"oke..oke..akan kami bereskan!" sahut Oma dan Mama bersamaan.
"Bibi kemana? Dari tadi Mama gak melihatnya?" tanya Mama sambil clingak clinguk.
"Bibi lagi keluar ketemu teman temannya!" sahut Ello sambil menyesap kopi yang Nia buatkan tadi sebelum dia kembali ke kamar membersihkan diri.
"enak sekali dia keluar bersenang senang, sedangkan kita Nyonyanya kerepotan seperti ini.." gerutu Oma sambil mengelap kasar kompor milik Ello.
"eits...di sini Nyonyanya Nia bukan Oma dan Mama! Bibi juga manusia yang juga butuh hiburan dan kumpul dengan kawan kawannya!" sahut Ello, dirinya memang sengaja menyuruh Bibi untuk pergi bersama teman temannya. Agar dia tidak ikut kesusahan oleh ulah Duo M.
"jangan kasar kasar Oma, itu kompor mahal.." protes Ello sambil menahan tawanya.
"biar Nia bantuin.." tawar Nia yang sudah turun dari kamarnya.
__ADS_1
"tidak..boleh..! kamu duduk sini sayang.." pinta Ello.
"kenapa aku harus membantu Oma sama Mama, mereka kerepotan sayang..."
"kau sudah kelelahan sayang, kasihan anak kita pasti ikut kelelahan." ucap Ello sambil menarik tubuh Nia ke dalam pangkuannya.
"iya Nia sayang...Mama sama Oma tidak apa apa kok. Ini hanya pekerjaan kecil.." sahut Oma dengan menjentikkan dua jarinya.
"kalau pekerjaan kecil, ya sudah di kerjakan jangan banyak ngomong jangan banyak ngeluh!" sahut Mama.
Setelah menurut Ello bersih semua, akhirnya Mama dan Oma di perbolehkan beristirahat. Dan mereka pun makan siang dengan makanan yang Ello pesan dari Bibi. Sehabis makan siang mereka sholat berjama'ah dan setelah itu mereka bersantai bersama di ruang tengah. Kali ini Oma dan Mama menurut pada Ello, agar mereka mau menonton acara kesukaan Nia.
"lucu banget anak anak ini.." ucap Nia gemas saat melihat kelucuan Upin dan Ipin.
"itu tidak aneh tapi itu lucu Oma..justru Nia pingin punya anak kembar kaya' Upin Ipin. Ah..bahagianya aku jika bisa terwujud," ucap Nia dengan membayangkan dirinya mempunyai anak kembar seperti acara kesukaannya itu.
"kalau kamu bahagia, aku juga pasti bahagia sayang.." sahut Ello merangkul pundak Nia.
"ah..kalian ini, apanya yang lucu.." sahut Mama kesal.
"kali ini aku setuju denganmu Ne..Mama juga gak setuju jika kalian berharap punya anak seperti tuyul, botak dan yang satunya hanya punya rambut seemprit..hadeh... Oma tidak bisa membayangkan itu Mars.." keluh Oma dengan bergidik ngeri.
"anak juga anak Ello sama Nia, ya terserah kami mau anak kita seperti apa. Yang penting tidak seperti Oma dan Grandma nya," sahut Ello ketus, sambil mengusap lembut pundak istrinya.
__ADS_1
"ah..kalian berisik, dengarkan mereka mengaji. Ya Allah..pintar banget kan Ello sayang..." lagi lagi Nia memuji muji kelucuan dan kepintaran Upin Ipin saat mengaji.
"iya lucu sayang.." puji Ello sambil mengusap perut Nia dan mencium kening Nia dengan lembut.
"iya pandai mengaji sih," gumam Oma dalam hati.
"kita nikmati saja acara kesukaan menantuku Ma," bisik Mama pada Oma.
"diam kamu Ne...!" bentak Oma.
Dan akhirnya Mama dan Oma tertidur, di sofa ruang tengah. Suasana terasa sunyi, dan Ello menoleh ke arah Mama dan Oma.
"pantes saja tidak ada protes lagi, mereka sudah tidur.." ucap Ello.
"kasihan Mama sama Oma, pasti mereka kelelahan sudah kamu kerjai sayang." ucap Nia menatap sendu pada Oma dan Mama yang terlihat manis saat mereka tidur. Mereka tertidur dengan saling berpelukan.
"salah mereka sendiri.." ucap Ello enteng.
"kamu tahu gak sayang, aku merasa bahagia banget. Punya Oma sama Mama seperti mereka, mereka selalu menghiburku walau kadang aku merasa pusing. Mungkin pusingnya karena efek hamil, tapi aku sangat sangat bahagia sudah di hibur oleh mereka. Mereka memang mengesalkan dan selalu berdebat, tapi sebenarnya mereka saling menyayangi. Pokoknya aku bahagia banget jika sudah bersama Oma dan Mama,"
"terima kasih sayang...kamu tidak membenci mereka. Karena mereka dari dulu memang seperti itu,"
"mana mungkin aku membenci Oma dan Mama, mereka orang yang baik Ello sayang.." sahut Nia dengan memeluk manja tubuh Ello.
__ADS_1