
Antara Aku dan Maduku
Episode 15
__ADS_1
Sejak kejadian tsb,mas lucas jadi sering sakit sakitan membuatku dan yuqi kerepotan mengurusnya.Harta semakin lama semakin habis dibuat untuk mas lucas berobat.Aku dan yuqi mau nangis aja rasanya hidup seperti ini.Belum lagi mengurus luke dan lucasio yg masih kecil karena doyeon dan nancy seminggu sekali kerja dirumahku ini jadi gak ada yg menjaga mereka berdua.Aku merenung memikirkan gimana nasib rumah tanggaku ini kedepannya.Perusahaan mas lucas sudah 2 bulan bangkrut dan sekarang mas lucas juga sering jatuh sakit gimana bisa kerja dengan keadaan seperti itu
Masa iya aku harus memulai dari nol lagi seperti dulu.Berkali kali mas lucas minta aku dan yuqi untuk tidak mempedulikannya lagi dan fokus mengurus luke dan lucasio saja yg masih belia.Aku dan yuqi menolak dan tetap akan mengurus dan mempedulikan mas lucas walaupun keadaan mas lucas seperti ini."Aku akan cari kerja saja ya mas sama mbak tiffany buat menghidupi mas"ucap yuqi dan kusetujui.Mas lucas tersenyum dan menggelengkan kepala."biar mas saja yg cari nafkah buat kalian nanti kalau mas sudah sembuh makanya doain aja ya"ujarnya sambil menatap wajahku dan yuqi bergantian.Aku dan yuqi hanya bisa patuh serta mengiyakan omongan mas lucas saja
__ADS_1
"Sudahlah sayang,gak papa kamu gak usah peduliin aku....aku cuma mantan suamimu bukan siapa siapamu lagi turuti apa kata mamamu"tiba tiba mas lucas sudah ada di sampingku sambil memelukku mesra.Aku kaget dengan kehadirannya yg seperti jin tiba tiba muncul.Aku menatap wajahnya dan tiba tiba memory waktu awal pernikahan dulu kembali terulang di benakku.Laki laki yg telah menemaniku selama 8 tahun dan telah memberiku seorang anak laki laki yg tampan,lucu dan sehat bernama lucasio yg kini sudah berusia 6 bulan 22 hari sekarang tragis sekali nasibnya.Aku memeluk pria di depanku itu erat dan menangis terisak di pelukannya.Mas lucas membalas pelukanku sambil tersenyum lalu mengecup puncak kepalaku sayang."fanny besok pulang ke rumah mama mau mas antar???"tawarnya padaku sambil tersenyum manis.Aku sukses dibuat meleleh gara gara terpesona oleh senyumannya yg begitu kurindukan."boleh mas kalau mau nganter"jawabku menyetujui tawarannya."okelah....mas masuk kamar dulu ya kamu juga istirahat gih"katanya lalu segera memasuki kamarnya lalu menutup dan mengunci pintunya.Aku juga segera bergegas masuk kamarku yg bersebelahan dengan mas lucas
Malam harinya,kulihat lucasio dan mas lucas sedang bermain bersama.Air mataku tiba tiba menetes gitu aja melihat keduanya yg terlihat akrab dan saling bercanda tawa bersama.Aku ingin sekali memperbaiki semuanya tapi sepertinya sudah terlambat."Mas lucas apa mas gak ingin kita kembali seperti dulu....kita hidup bertiga dengan baby lucasio"ujarku lalu duduk di depannya.Mas lucas yg sedang memangku lucasio tampak terkejut dan menoleh ke arahku."mas sih ingin kita seperti dulu tanpa adanya yuqi dan luke ditengah tengah keluarga kita tapi sepertinya orang tua kita yg gak setuju....sekarang aku jatuh miskin fanny gak punya apa apa selain kamu dan lucasio"ujarnya panjang lebar sambil menahan tangisnya.Aku tersenyum getir mendengar penuturan laki laki di depanku itu."Lagipula lucasio butuh sosok seorang ayah kan dia masih kecil gak seharusnya fan kita pisah"lanjutnya lagi yg sukses membuatku merasa bersalah.Aku beranjak dari tempat dudukku rencananya aku hari ini mau pulang saja ke rumah orang tuaku membawa serta lucasio bersamaku
__ADS_1
Bersambung.....