Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 98. Bendungan iler


__ADS_3

"Kau ini Mars, jika istri lagi pingin sesuatu itu harus kamu belikan. Bukan menyuruh asistenmu terus terusan," Bentak Oma.


"Asisten?" Gumam Lena dalam hati.


"Mars bingung mau cari gudeg di mana Oma, Mars tidak tahu di mana yang berjualan gudeg." Jawab Ello lemas, karena melihat istrinya yang tampak marah pada dirinya.


"Usaha Ello, dulu Papamu selalu mencarikan sesuatu yang di minta Mama saat hamil. Jika dulu Papa tak menurutinya, kau pasti sudah ileran sampai sekarang. Dan terbukti kau tidak ileran, itu artinya Papamu selalu menuruti permintaan Mamamu." Ucap Papa yang membuat Mama membelalakkan matanya.


"Tur__" Mama yang hendak berkata langsung di bungkam oleh Oma.


"Kau itu, cukup berkata iya apa susahnya Ne." Bisik Oma.


"Turuti saja permintaan Nia El, apa kau mau jika anakmu ileran. Jika perempuan sampai dewasa ileran kan malu maluin gak ada pria yang mau dengannya. Jika Laki laki, anakmu tidak segagah dirimu. Kemana mana membawa celemek untuk mengelap ilernya, dan semua perempuan illfeel dengannya. Mama tak bisa membayangkan, cucu Mama meluapkan tumpahan air liur." Akhirnya Mama pun ikut berbohong.


"Kapan Papamu menuruti Mama, yang ada Opamu El yang selalu menuruti permintaan Mama dulu. Ya salah Mama sih, suka kabur dari perintah Papa dan Omamu ini." Gumam Mama dalam hati.


"Dengar itu El," ucap Papa. Ello pun membayangkan betapa buruknya orang ileran hingga dewasa. Dia membayangkan anaknya yang ileran hingga di bully banyak orang dan di jahui semua orang hingga saudara saudaranya. Dia pun bergidik geli, dan berlari ke arah Nia.


"Ayah akan membelikan permintaanmu Nak, jangan ileran." Ucap Ello mengusap lembut perut Nia. Lalu dia berlari kencang, dan di depan rumah dia bertemu Zacky.


"Kebetulan kau sudah sampai, kau beli di mana gudeg itu?" Tanya Ello.


"Di warung pinggir jalan lah Pak," jawab Ello.


"Aku tahu semua warung memang di pinggir jalan bukan di tengah jalan. Jika di rumah jangan panggil aku Pak, bisa bisa aku di serang tiga singa kawakan. Dua singa sudah membuatku resah, apa lagi di tambah satu singa lagi."


"Singa?" Tanya Zacky bingung.


"Ah..lupakan, ayo kau tunjukkan aku warung gudeg itu."


"Tapi pak, eh..Kak..ini gudegnya kan sudah dapat. Kenapa harus aku tunjukan warung itu,"


"Tidak usah banyak tanya, nanti aku jelaskan di mobil." Ucap Ello yang langsung menarik paksa Zacky.


"Punya sepupu sekaligus Bos yang menyebalkan sekali." Umpat Zacky dalam hati.


Ello pun mengendarai mobilnya, sesuai yang Zacky arahkan. Dan sesudah sampai di warung gudeg, Ello memborong semua gudeg dan lauk pauk di warung tersebut tak lupa sate kere pesanan Nia.


"Ingat Zac, seperti yang aku katakan di mobil tadi. Jangan bilang kau yang menunjukkan warungnya," ucap Ello mengingatkan.


"Iya Kak.." Sahut Zacky lemas.


**


"Kenapa babang buleku lama sekali, dan kenapa Zac belum sampai juga?" Ucap Nia cemas dengan mengusap usap perutnya.


"Zac? Apa Zacky juga ke sini, atau jangan jangan sepupu Ello itu Zacky. Tapi emng sih ada sedikit kemiripan dengan Ello, tapi masa iya Zacky yang ingin Tante Anne kenalkan." Gumam Lena dalam hati.


"Mungkin Ello sedang muter muter cari penjual gudeg, jadinya lama. Dan Zacky mungkin juga sama sedang mencari cari penjualnya." Ucap Papa.


"Memangnya anaknya Tante namanya siapa?" Lena pun memberanikan diri untuk bertanya.


"Namanya Z__" jawaban Tante terpotong oleh teriakan Ello.


"Aku sudah dapat gudegnya Neng Nia Sayang.." Seru Ello dengan membawa sendiri plastik besar di tangan kanan dan kirinya.


"Itu isinya gudeg semua El," tanya Mama.


"Iyalah, masa pakaian butik." Sahut Ello yang meletakkan tentengannya ke atas meja.

__ADS_1


"Kau memborongnya?" Tanya Nia yang di jawab anggukan oleh Ello.


"Keterlaluan, jika kamu memborongnya. Siapa yang akan makan semua ini Babang," tanya Nia.


"Aku memborongnya agar iler anakku bisa terbendung dan tidak bisa meluap keluar semua. Jadi kau wajib menghabiskannya," jawab Ello dan memanggil Bibi untuk memindahkan makanannya ke meja makan.


"Cah gend*ng, kau pikir iler anakmu ini arus sungai. Sampai kau ingin membendungnya," ketus Oma dan memukul Ello dengan keras.


"Zacky, sini kau Nak!" Pinta Tante, dan Zacky pun mendekat ke arah Mamanya dengan wajah masam.


"Kau ini mau Mama kenalkan pada seorang gadis, dan ini di luar jam kerja kenapa masih menuruti Sepupumu itu." Bentak Tante, dan Zacky hanya bisa menghela napasnya dengan berat.


"Tuh kan bener, si idiot ini sepupunya Ello. Hadeh, aku pikir akan mirip Opa Opa korea. Ternyata Bule korengan," celetuk Lena dalam hati.


"Ma, aku ini asisten pribadinya Kak Ello. Jadi kapan pun dia butuhkan aku harus melaksanakannya Ma, walau itu tengah malam." Jawab Zacky tegas.


"Aku tahu itu, tapi Mama ingin kamu mengurusi hidupmu juga. Jangan hanya mengurusi kebutuhan Ello," protes Mama.


"Oke..gadis mana yang ingin Mama kenalkan padaku?" Tanya Zacky tanpa melihat Lena di samping Mamanya.


"Tentu saja dia," jawab Mama sambil memegang pundak Lena.


"What..dia gadis yang mau Mama kenalkan denganku!" Pekik Zacky dengan membelalakan matanya dan menunjuk Lena.


"Jangan menunjukku, aku bengkongkan jarimu itu!" Cetus Lena, Zacky pun menurunkan tangannya.


"Hm..cantik bukan," ucap Mama.


"Mereka sudah saling kenal Tante," ucap Ello.


"Benarkah, itu sangat bagus. Kalian sudah saling kenal," ucap Tante yang tidak mengetahui jika Lena yang di percaya memegang Hotel milik Ello.


"Tidakk..." Teriak Lena dan Zacky kompak.


"Kenapa kalian kompak sekali berkata tidak?" Tanya Tante bingung.


"Maaf Tante, tiba tiba aku sudah punya pacar yang sangat tampan, baik dan penyayang." Jawab Lena.


"Kenapa tiba tiba begitu? Apa kamu tidak tertarik dengan putra Tante yang tampan seperti ini."


"Mama mana mungkin Zac mau sama gadis arogant sepertinya. Sampai kapan pun tidak akan mau," ucap Zac dengan menyunggingkan bibirnya.


"Apa lagi aku, orang pertama yang menolaknya. Dasar pria kaku, gak peka terhadap perempuan. Bisa bisa aku mati berdiri jika punya suami sepertimu," ucap Lena dengan berkacak pinggang. Dan dia sudah tidak berminat untuk berpura pura anggun.


"Kau cewek bar bar," teriak Zac.


"Kau cowok idiot," teriak Lena tak mau kalah.


"Kau itu benar benar arogant," teriak Zacky kembali.


"Kau cowok idiot, gak ada akhlak." Teriak Lena tak mau kalah, dan memukul mukul Zacky dengan bantal sofa. Zacky melindungi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Bar bar.."


"Idiot,"


"Tadi dia tampak anggun, kok sekarang berubah?" Ucap Mama dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aslinya seperti itu tante, masih mau punya menantu seperti itu?" Bisik Ello.

__ADS_1


"Kenapa tidak, gadis seperti itu sudah langka. Apa adanya, dan tidak manja." Sahut Tante.


"Langka, Tante pikir Lena itu hewan seperti Komodo yang memang sudah langka." Seloroh Ello.


"Aku sudah lapar," ucap Nia yang berjalan menuju ruang makan.


"Ayo kita makan, biarkan mereka pacaran!" Seloroh Tante yang di sambut tawa oleh semua orang.


Mereka berdua terus beradu mulut dengan kata kata yang sama, hingga mereka berdua tak sadar sudah di tinggalkan oleh Nia And The Gank ke ruang makan. Mereka ikut menikmati gudeg dan sate kere dan lauk lainnya yang telah di borong Ello tadi. Dan setelah mereka merasa kenyang, mereka pun menyudahi makannya.


"Kalian sungguh keterlaluan, meninggalkanku begitu saja dengan cewek yang memiliki tingkat kewarasan hanya setengah sepertinya." Gerutu Zac yang ikut bergabung yang di ikuti Lena.


"Kau yang hanya setengah," balas Lena.


"Kalian berdua sudah membuat keributan di rumahku. Jadi tugas kalian, menghabiskan semua makanan ini!" Pinta Nia menghentikan perdebatan mereka di meja makan.


"Kamu bercanda Nia.." Pekik Lena.


"Aku sedang tidak bercanda Len, kamu dan Zac harus menghabiskan semua tanpa sisa!" Tegas Nia dan mereka berdua menelan ludahnya dengan susah payah.


"Apa pun yang Nyonya Ello minta, harus kalian laksanakan!" Tegas Ello dengan wajah penuh seringai.


Lena dan Zacky pun memakan semuanya, dan di awasi oleh semua orang di ruang makan. Wajah mereka berdua sudah merah padam, kesal bercampur kenyang.


"Aku menyerah Kak!" Ucap Zacky dengan meletakan kepalanya di atas meja beralaskan tangan kirinya, dan tangan kanannya melambai tanda menyerah.


"Aku juga," ucap Lena yang sama teparnya seperti Zacky.


"Sedikit lagi," ucap Ello.


"Kau mau membunuhku El," ucap Lena dengan suara seperti orang mabuk.


"Habiskan atau aku pecat tanpa gaji dan pesangon. Dan kalian harus mambayar sangat mahal kekecewaan istriku!" Ancam Ello.


"Kau habiskan saja yot," ucap Lena.


"Yot yot, emang aku peyot?" Teriak Zac. "Kau saja yang menghabiskan, aku sudah terlalu kenyang." Zac pun menyodorkan piringnya pada Lena.


"Dasar idiot, gak ada sedikitpun rasa empatinya pada perempuan. Makan nih.." Ucap Lena dengan memaksa Zacky membuka mulutnya, dan menyuapkan secara paksa.


"Len.." pekik Zac dengan suara yang penuh dengan gudeg. Lena kembali menginjak kaki Zac agar bisa teriak dan pastinya akan membuka mulutnya lebar lebar. Semua hanya menggelengkan kepala dan tertawa melihat kekonyolan mereka berdua.


"Lena.." teriak Zac saat kakinya di injak kembali oleh Lena, entah sudah berapa kali kakinya menjadi korban bar barnya Lena. Dan saat itulah Lena menyendokan gudeg dan lauk ke dalam mulut Zac. Dan akhirnya makanan pun habis tak tersisa.


"Habis.." Seru Lena dengan bertepuk tangan dan loncat loncat.


"Kau.." Ucap Zac lemas dan kembali tepar di atas meja. " Tunggu pembalasanku," lirihnya.


"Pak Ello yang terhormat, bisakah saya besok segera kembali ke Ibu Kota. Tidak baik meninggalkan pekerjaan lama lama." Ucap Lena yang ingin menghindari balasan Zacky.


"Tumben sekali kamu tidak tertarik berlibur,"


"Entah kenapa tiba tiba jiwa kerja kerasku tumbuh begitu saja."


"Aku tahu, kau takut Zac membalasmu kan?"


"Mana mungkin seorang Lena takut," Elaknya.


Hari semakin larut, Zac yang sudah tidak berdaya itu pun tertidur di ruang makan. Sedang Oma CS kembali pulang, sedang Tante memutuskan untuk menginap di rumah Ello karena Zacky tak mau bangun karena perutnya yang penuh dengan gudeg. Lena tertawa penuh kemenangan, karena sudah berhasil mengerjai Zacky.

__ADS_1


__ADS_2