
๐ฟ๐ฟ
Mama, Oma dan Lena pun menuruti apa yang Nia minta, sedang Ello tertawa puas karena Nia terus terusan protes saat adegan mereka kurang pas.
"Saya suka..saya suka.." Ucap Mama yang berhasil menirukan salah satu tokoh kartun itu.
"Bagus.." Ucap Nia dengan menunjukkan kedua ibu jari tangannya.
"Mirip sama kamu Ne..lenjeh.." Cetus Oma.
"Biarin," jawab Mama enteng.
"Apa gak ada peran lain selain peragain si botak. Ngeri Oma liatnya,"
"Lucu begitu di kata ngeri, lebih ngeri jika Oma dan Mama berantem." Celetuk Ello.
"Kalian berdua harus nurut sama kakak," ucap Nia sambil menarik telinga Oma dan Lena pelan, karena dia tak tega jika Oma kesakitan.
"Baik kak," ucap Lena sama Oma lemas.
"Perkenalkan nama kalian!" Pinta Nia dengan berkacak pinggang.
"Hai...nama saya Upin..! Dan ini adik saya Ipin!" Ucap Oma dengan melambaikan tangannya, dan memperkenalkan Lena. Sedang Ello tertawa sambil mengusap perutnya yang sakit.
"Betul..betul..betul..!" Ucap Lena berusaha tersenyum layaknya Ipin yang ceria, padahal hatinya sangat sangat jengkel.
"Ah..lucu banget Upin dan Ipinku!" Ucap Nia gemas dengan mencubit gemas pipi Oma dan Lena bergantian.
"ha..ha..aku sangat bahagia, karena istriku bisa tertawa bahagia sekali." Seru Ello dan diam diam merekam adegan mereka.
"Awas kamu Mars," lirik Oma tajam.
"Ayo kalian harus berbaris dan bernyanyi ya," Pinta Nia.
"Astaga Nia, kamu keterlaluan." Ucap Mama yang membuat Nia tertunduk lemas.
"Sayang..kamu jangan sedih seperti itu, pasti anak kita ikut sedih. Dan dia di dalam perut menangis kencang, kan kasihan sayang. Di dalam dia sendirian gak ada yang mendiamkan tangisannya, jangan menangis ya." Ucap Ello sekaligus memberi kode pada Mama dan yang lain agar mau menuruti permintaan Nia.
"Baiklah kita akan menyanyi," ucap Duo M dan Lena bersamaan dengan nada lemas.
"Sungguh?" Tanya Nia yang di jawab anggukan oleh Duo M dan Lena.
"Terima kasih," ucap Nia dengan ekspresi wajah yang berbinar binar.
__ADS_1
Mereka pun bernyanyi dan menari seperti video yang Nia putar. Dan mengulang ulang sampai berkali kali, hingga menurut Nia merasa tarian dan nyanyian pas.
"Wah..Oma dan Mama sangat kompak, apa lagi Lena sangat bagus tariannya." Seru Nia dengan bertepuk tangan.
"Kalau ngidam jangan aneh aneh Nia, menyebalkan." Gerutu Lena dengan nafas ngos ngosan karena lelah.
"Ikhlas tidak?" Tanya Ello menahan tawanya.
"Ikhlas.." Jawabnya ketus.
"Bua..ha..ha..aku sangat puas melihat Upin Ipin versi nyata!" Ucap Ello dengan tawanya.
"Aku pastikan, kamu juga akan merasakan yang kami rasakan Pak Ello!" Sahut Lena, yang membuat Ello terdiam dan langsung menelan salivanya.
"Tentunya itu, tunggu aku menginginkannya sayang.." Ucap Nia yang di sambut tawa Duo M dan Lena.
Nia merasa senang hari ini sudah menonton adegan film aminasi kesukaannya, walau tidak sama persis dengan filmnya. Mereka bertiga sudah lelah, dan akhirnya Nia menyuruh Duo M dan Lena istirahat. Dan Nia menuju dapur untuk memasak sesuatu untuk mereka yang sudah menghiburnya.
Dia membuat cemilan potato cheese balls, dan Ayam teriyaki. Setelah matang, dia kembali ke ruang tengah dengan membawa cemilan.
"Siapa yang mau cemilan?" Ucap Nia saat menaruh piring berisi cemilan di atas meja.
"Wah...enak nih," Seru Duo M dan Lena bersamaan.
"Ini tanda terima kasihku karena kalian sudah menghiburku," ucap Nia yang kembali duduk santai.
"Itu gampang, asalkan kamu sering menghiburku seperti tadi. Pasti aku buatkan cemilan yang lebih lezat dari ini," sahut Nia. Dan membuat Lena tersedak, dan langsung di beri minum oleh Mama.
"Kamu makannya gimana sih Len, pasti gak di kunyah langsung di telen telen aja!" Ucap Mama yang di sambut tawa oleh semua yang ada di ruang tengah.
"Tante..aku ini ular, makanya makan gak pakai di kunyah!" Jawab Lena kesal.
"Gak yang tua gak yang muda, sableng semua. Besok besok kalau di suruh ke sini, gak lagi lagi deh nginap di sini. Di kerjai terus sama istri Sultan," Umpat Lena dalam hati.
"Untukku mana sayang?" Tanya Ello.
"Tenang, aku sudah siapkan bekal makan siang spesial untuk suamiku sayang!"
"Terima kasih bidadariku," ucap Ello yang merangkul mesra Nia dan menciumnya tanpa henti.
"Kalian itu sungguh terlalu, kalian berdua sangat menyebalkan!" Gerutu Lena sambil mengunyah.
"O..o..aku lupa jika di sini ada jomblo mengenaskan!" Cetus Ello.
__ADS_1
"Nia, Mama pingin di ajari masakan ini." Ucap Mama sambil menguyah cemilannya.
"No..no..no.." Sahut Ello dengan menggoyangkan telunjuknya.
"Memangnya kenapa El,"
"Kalau kamu minta di ajari, itu akan membuat kacau saja." Sahut Oma dengan nada sinis.
"Kalau ngomongin orang suka bener, tapi ngomongin diri sendiri gak ada bener benernya! Memangnya Mama tidak membuat kacau," Cetus Mama.
"Jika tidak bisa masak, ya sudah gak usah masak. Jika mau belajar masak, kan ada kursus masak!" Sahut Ello.
"Jika kita kursus, siapa yang akan menemani istrimu." Ucap Oma.
"Kalian hanya boleh menemani Nia, tidak boleh belajar masak sama istriku!" Tegas Ello kesal, karena akan membuatnya susah.
"Iya.." Sahut Oma dan Mama bersamaan.
"Ha..ha..gak bisa masak," seloroh Lena dengan tertawa.
"Jika kamu tertawain Tante, maka Tante gak jadi kenalin kamu sama ponakan Om Jaya." Ancam Mama karena sudah di tertawakan Lena.
"Ah..Tante, gitu saja marah. Kan aku hanya bercanda,!" Ucap Lena merayu.
"Sapa tahu berjodoh sama tu Bule," gumam Lena dalam hati. Dan membayangkan wajah tampan keponakan Papa.
"Kenapa si Lena," ucap Nia saat melihat Lena yang senyum senyum sendiri.
"Kerasukan jin Bule.." Seloroh Ello dengan tertawa, dan langsung mendapat cubitan dari Nia.
"Aw..aw..ampun Sayang," Pekiknya
"Sebaiknya kamu cepat siap siap berangkat kerja! Jangan berpikir kerasukan saja," Pinta Nia pada Ello.
"Kau mau berangkat kerja tidak," ketus Ello pada Lena kemudian dia berdiri dan langsung menuju kamarnya.
"Sampai lupa, oke..aku siap siap dulu." Pamit Lena dan langsung menuju kamarnya.
**
"Baru berapa bulan menikah sama Ello Nia sudah ikut sableng ketularan Oma sama Mamanya Ello. Gimana kalau sudah satu tahun, dua tahun, tiga tahun, dan selamanya. Aku tak bisa membayangkan betapa gesreknya keluarga Ello, tapi itu lebih baik karena Nia terlihat bahagia. Gak kayak waktu masih sama Si Alan, tiap hari nangis terus sampai mbendol matanya." Ucap Lena sambil berganti pakaian, dan merias wajahnya.
"Semoga my best friends terus bahagia, karena keluarga Ello baik dan sangat menyayanginya. Tapi kenapa nasib percintaanku sangat mengenaskan, di tinggal pas sayang sayangnya terus." Ucap Lena merengek. "Thor..plis...kasih aku jodoh. Gak muluk muluk, yang penting tampan seperti Opa Opa korea, baik kalau bisa sih tajir melintir๐ , tinggi, berbadan tegap, sempurna pokoknya lah." Rengek Lena.
__ADS_1
๐ฟ๐ฟ
Terima kasih sudah setia menunggu up cerita ini๐๐ salam sayang dariku buat semua pembaca๐๐๐ sehat terus buat semuanya ya Aamiin๐๐๐