Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 116. Bintang hatiku


__ADS_3

Di kediaman Ello dan Nia, kini Nia tengah menatap langit langit malam dari balkon. Dia berdiri sendiri dan menahan tubuhnya dari dingin malam.


"Ayah..Ibu..bahagialah di surga, kini anakmu sudah menemukan kebahagiaan. Nia yakin Ibu dan Ayah pasti merasa bahagia. Roda kehidupan memang akan terus berputar, hidup tak selamanya akan bahagia dan sebaliknya hidup tak akan selamanya menderita. Apa pun yang di takdirkan untuk kita, kita harus tetap bersyukur dan menjalaninya dengan ikhlas. Dan aku bersyukur atas semua yang sudah aku lewati, hingga aku di titik ini. Bukan harta dan kemewahan yang aku inginkan, tapi cinta dan kasih sayang yang tulus dan abadi. Ello..terima kasih sudah hadir di hidupku, menjadikanku wanita yang paling beruntung." Ucap Nia dengan menitihkan air matanya.


Ello yang baru saja masuk ke kamar dan tidak mendapati istrinya di dalam kamar. Saat melihat Nia berdiri di balkon dia pun langsung menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.


"Kamu kenapa berdiri di sini? Anginnya kencang gak baik Ibu hamil terkena angin malam." Ucap Ello dengan menyandarkan dagunya di pundak Nia dan mengusap lembut perut besar Nia.


"Aku sedang menatap bintang bintang, ingin rasanya aku terbang kesana dan bercanda bersama mereka."


"Ha..ha..kamu ada ada saja,"


"Bulan bintang..kini aku sudah menemukan kebahagiaanku. Dan kini hidupku selalu di warnai oleh cinta, kasih sayang yang selalu aku impikan. Tetaplah bersinar di langit dan mewarnai gelap malam," ucap Nia dengan menatap langit dan menggenggam erat kedua tangan Ello.


"Sayang..kamu tahu gak? Kalau di dalam hatiku kamu seperti bintang bintang. Yang selalu menyinari hatiku, hingga aku selalu bahagia dan tidak pernah merasakan kesedihan."


"Kamu ini.." Ucap Nia tersipu dan membalikan badan untuk mencubit gemas hidung Ello.


"Sayang..aku ingin terus bersamamu dalam suka atau pun duka, dan berjanji untuk selalu baik baik saja."


"Aku juga berharap yang sama, tapi namanya kehidupan tidak ada yang tahu. Kita sakit atau sehat kita harus selalu menerimanya, bahkan maut pasti akan menjemput kita di mana pun dan kapan pun."


"Sayang..jangan bicara seperti itu, aku selalu mendoakan agar kamu dan anak anak kita selalu sehat dan kita bisa bahagia selamanya."

__ADS_1


"Aamiin.."


"Aku sangat sangat mencintaimu sayang!" Ucap Ello dengan menangkup wajah Nia dengan kedua tangannya.


"Aku juga sangat sangat dan sa...ngat mencintaimu Babangku sayang!" Balas Nia dan menatap wajah Ello.


"Kamu tahu..aku gak tahu akan seperti apa jika hidupku tanpamu, dulu aku pikir aku tidak akan pernah bisa memilikimu." Ucap Ello dengan mengecup seluruh wajah Nia.


"Sudah gombalnya..dan sekarang aku sudah menjadi milikmu, kita tata masa depan bersama dengan anak anak kita. Kita rawat anak anak kita dengan baik, agar menjadi anak yang sholeh dan sholeha." Ucap Nia lembut dengan mata yang berkaca kaca.


"Siap Nyonyaku.." Ucap Ello dengan mengusap air mata Nia dan mengecup kedua matanya. Kemudian dia membopong tubuh Nia dan masuk ke dalam kamar.


"Apa aku terlalu berat?" Tanya Nia yang merasa tubuhnya kian membesar.


"Jangan bohong!"


"Yang berat itu hidup tanpa kamu di sisiku!" Seru Ello.


"Marcello.." Teriak Nia dengan memukul dada bidang suaminya. Lalu menelusupkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Aku gendutan kan..badanku sudah tak selangsing dulu bahkan perutku semakin membesar, jika nanti sesudah melahirkan tubuhku tidak bisa selangsing dulu bagaimana?"


"Justru aku akan semakin bahagia jika kamu gendutan, karena aku mencintaimu bukan karena fisikmu. Aku mencintaimu karena hatimu, mau kamu gendut mau kamu tua cintaku tidak akan pernah hilang sayangku." Ucap Ello dengan mengecup bibir Nia dan membaringkan tubuh Nia di atas ranjang dengan perlahan.

__ADS_1


"Kalau.." Ello langsung membungkam mulut Nia dengan ciumannya, agar Nia tidak lagi berbicara yang membuat dirinya bingung harus menjawab dengan apa lagi.


Semenjak hamil Nia berubah menjadi wanita yang begitu cerewet yang membuat Ello kesulitan untuk menjawab tepat pertanyaan Nia. Namun terkadang juga akan diam tanpa kata jika suasana hatinya sedang tidak mood. Mereka pun terhanyut dalam ciuman dan meneruskan percintaan mereka hingga mereka lelah dan tertidur lelap.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Ke esokan harinya pemilik rumah kini tengah bercanda dan mengobrol berdua di taman belakang rumahnya.


"Aku ikut senang karena Tante Binti sudah sedikit membaik Bang, dan semoga rencana pernikahannya nanti berjalan lancar ya." Ucap Nia.


Karena waktu itu setelah tahu Lena dan Zacky mau menikah, mereka sekeluarga langsung menjenguk Tante kembali. Memastikan apa itu benar, dan jawabannya memang benar. Bahkan Tante terlihat membaik dan sudah tidak terlihat pucat seperti kemarin kemarin. Pernikahan itu sudah di bahas malam itu, dan secepatnya akan di laksanakan sebelum Lena dan Zac berubah pikiran. Yang akan membuat Tante terjatuh sakit lagi. Dan semua keluarga pun sepakat, hanya Lena yang terlihat begitu terpaksa.


"Iya Neng geulis, aku juga ikut senang melihat Tante yang sudah terlihat bugar. Dan jangan sampai mereka membuat penyakit Tante kambuh lagi." Ucap Ello dengan memukul meja di depannya.


.


.


.


Maaf kakak kakak semua, aku baru bisa up. Kemarin sakit dan perlu istirahat, jadi gak sempet ketik untuk up๐Ÿ™๐Ÿ™


Terima kasih sudah setia menunggu upnya๐Ÿ˜˜๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2