Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 50. Pergi Dari Ibu Kota


__ADS_3

"Assalamu'alaikum Yah," ucap Nia saat mengangkat panggilan Pak Ilham.


"Wa'alaikumsalam Nia..." sahut Pak Ilham dari sebrang sana.


"Ayah sudah makan?" tanya Nia lembut.


"Ayah sudah makan Nak, besok Ayah akan datang ke Ibu Kota!" ucap Pak Ilham.


"ada apa Yah?" tanya Nia.


"Ayah hanya ingin bertemu denganmu, dan Ayah ingin mengajakmu jalan jalan ke suatu tempat!" Nia bingung akan ajakan Pak Ilham yang begitu tiba tiba.


"tapi Nia kan kerja Yah...," ucap Nia.


"Ayah yang akan meminta ijin pada atasanmu!" ucap Pak Ilham.


"tapi Yah...,"


"sudah dulu ya, Ayah sedang ada tamu Nak. Assalamu'alaikum...,"


"Wa'alaikumsalam Yah..." jawab Nia. Dia merasa ada yang aneh pada Pak Ilham.


"mungkin memang Ayah sedang ingin jalan jalan...," gumam Nia. Lalu dia kembali mengerjakan tugas tugasnya.


πŸŒ›πŸŒ›


Malam hari di rumah Alan, terlihat sosok wanita cantik yang tengah duduk di depan rumah. Dia terlihat gelisah karena sedang menunggu seseorang.

__ADS_1


"ini sudah malam Mas, kenapa kamu belum pulang juga...?" gumam Lala sembari menatap arah pintu gerbang.


Hingga pukul 22.00.WIB, sosok yang dia tunggu tak juga memunculkan dirinya. Lala pun masuk ke dalam rumah karena merasa kedinginan, dia menunggu Alan di ruang tamu.


"kamu dari mana saja Mas?" tanya Lala saat Alan akan menutup pintu rumah.


"ada meeting dengan klien...," jawab Alan berbohong.


"kamu tidak perlu berbohong Mas...," teriak Lala kesal. Karena Alan sudah mulai berbohong pada dirinya.


"aku tidak berbohong," sangkal Alan.


"aku tahu kamu mengawasi Nia Mas, aku tahu kamu selalu mengikutinya. Hingga kamu lupa sarapan lupa makan siang dan malam, bahkan lebih parahnya, kamu melupakan aku..." teriak Lala dan meneteskan air matanya.


"maafkan aku La, tolong jangan menangis. Aku hanya ingin menebus rasa bersalahku padanya, itu saja La....," ucap Alan dam Kini dia memeluk Lala dan mengusap lembut punggungnya.


Ke esokan hari, Pak Ilham sudah sampai di Ibu Kota. Beliau sudah melihat semua bukti yang di berikan oleh orang suruhan beliau, tentang Alan pada Nia. Beliau begitu kecewa dengan sikap Alan yang terlihat over obsesi ingin memiliki Nia seutuhnya.


"kerja bagus, dan saya ada tugas baru untuk kalian!" ucap Pak Ilham pada kedua pria bertubuh kekar tersebut.


Pak Ilham pun menjelaskan semua, apa saja yang harus mereka kerjakan. Lalu beliau menemui Nia di kontrakannya.


"Assalamu'alaikum..." seru Pak Ilham dengan mengetuk pintu kontrakan Nia.


"Wa'alaikumsalam...," sapa Nia bersemangat. Dia begitu hafal suara tegas Pak Ilham, suara yang begitu menenangkan hatinya.


"Ayah...," ucap Nia sambil memeluk Pak Ilham.

__ADS_1


"apa kamu sudah siap Nak?" tanya Pak Ilham.


"sudah Yah, memangnya kita mau kemana Yah?" tanya Nia bingung. Karena Pak Ilham menyuruhnya mengemas barang barang yang menurut Nia begitu penting untuknya.


"nanti kamu akan tahu Nak, Ayah sudah menghubungi atasanmu. Dan kamu di ijinkan untuk berhenti bekerja dari perusahaannya!" ucap Pak Ilham yang membuat Nia terkejut.


"berhenti kerja..." pekik Nia. "maksudnya berhenti kerja bagaimana Yah, apa Nia di pecat oleh Pak Hendri atau Bu Hendri?" tanya Nia bingung.


"kamu tidak di pecat, nanti Ayah jelaskan di dalam mobil, kita pergi sekarang. Sebelum Alan datang..," ucap Pak Ilham. Nia pun mengikuti kata kata Pak Ilham, namun di benaknya masih bertanya tanya tentang semua ini.


Di dalam mobil yang melaju menuju Bandara, Pak Ilham menjelaskan semuanya, tentang orang yang selalu mengikuti Nia tanpa sepengetahuan Nia. Dan tentang tujuan mengajak Nia pergi dari kota Jakarta.


Beliau tidak ingin Nia ketakutan akan perbuatan Alan yang terus memaksakan cinta Nia. Beliau takut jika Nia bisa frustasi karena Alan selalu mengikuti dan membuat Nia semakin tertekan.


Beliau begitu sedih melihat perubahan putra semata wayangnya menjadi sosok Alan yang begitu terobsesi ingin memiliki Nia. Namun beliau akan semakin merasa bersalah, jika membiarkan Nia selalu dalam tekanan Alan.


Beliau ingin melihat Nia bahagia, beliau ingin menebus semua kesalahan beliau pada Nia yang pernah menjodohkannya dengan Alan. Beliau sengaja memilih kota DIY sebagai kota yang akan beliau dan Nia tinggali, dan memulai kehidupan baru tanpa gangguan Alan.


Pak Ilham yakin, jika Alan pasti akan baik baik saja. Dan berhenti mencari cari Nia, karena Lala yang begitu Alan cintai pasti bisa membuat Alan tenang.


Sesampainya di Bandara kota DIY, Pak Ilham dan Nia menaiki mobil. Menuju alamat rumah yang Pak Ratno berikan pada beliau.


"bagaimana jika Mas Alan mencari kita di sini Yah?" tanya Nia.


"Alan tidak akan tahu, Ayah sudah memberi tahu pada Pak Ratno dan Bu Sri, agar tidak memberi tahu jika kita di kota ini." jawab Pak Ilham. Nia pun merasa lebih tenang, dan dia siap memulai kehidupan barunya di kota gudeg.


Mereka akan tinggal di rumah Pak Ratno dan Bu Sri yang sederhana, rumah yang tengah di tinggal pemiliknya merantau di kota Bandung. Di rumah tersebut hanya ada Melly anak Pak Ratno dan Bu Sri yang masih kuliah dan tinggal sendirian di kampungnya.

__ADS_1


"maafkan Ayah Al, Ayah takut obsesimu bisa membahayakan Nia. Ayah ingin kamu bisa berubah menjadi Alan yang baik dan bisa menghargai orang lain. Terlebih seorang wanita....," gumam Pak Ilham dengan menatap foto Alan yang beliau bawa.


__ADS_2