
Hari berlalu begitu cepat, dan kini usia kandungan Nia sudah sembilan bulan. Dan lusa dirinya akan menjalani Caesar. Nia tetap saja merasa tenang kecuali Ello, dia selalu gelisah bahkan setiap malam dirinya tidak pernah nyenyak tidurnya. Namun dia tetap selalu memberikan semangat pada istrinya tercinta, walau dalam hatinya di penuhi rasa kekhawatiran.
Dan malam hari ini Nia dan Ello tengah menghadiri resepsi pernikahan Johan dan Dessy. Lena dan Zac juga ikut menghadirinya. Nia juga bertemu dengan Lala disana, bahkan mereka juga sempat mengobrol berdua. Nia bersyukur Lala sudah diterima sebagai saudara oleh Johan. Walau sikap Johan masih tampak dingin tak membuat Lala sedih, setidaknya dia bersyukur masih memiliki sanak saudara.
Walau dirinya sempat kecewa akan jalan hidupnya yang terlahir karena sebuah kesalahan. Namun itu semua berkat Bu Surti yang selalu memberinya nasehat dan dukungan untuk semangat menghadapi kerasnya hidup. Dan beliau juga meyakinkan Lala agar Lala mau memaafkan Bu Dina, dan Lala pun memaafkannya karena itu juga bukanlah kesalahan dari Bu Dina. Setidaknya dia bersyukur karena Bu Dina tidaklah membuangnya ke jalanan tapi menitipkannya pada Bu Surti yang sudah dia anggap sebagai Ibunya sendiri.
Lala menghadiri pernikahan Johan dan Dessy karena memang Johan dan Dessy sendiri yang datang langsung ke Panti. Walau dia sudah di beri kafe dan distro oleh Alan. Dia tetap bekerja kembali di perusahaan Hans.Group sebagai sekertaris di sana. Bagaimana pun Lala juga berhak mendapat kebaikan dari temannya, dan juga karena Lala wanita yang cerdas.
Acaranya pun berjalan lancar, banyak para tamu undangan yang hadir. Nia dan Lala kembali berbincang dan tetap dalam pengawasan Ello dari jauh. Setidaknya dia memberi kesempatan Nia dan Lala bercengkrama, bagaimana pun Lala adalah adik dari sahabatnya. Dan dia juga bersyukur Nia bukanlah wanita pendendam, namun Nia wanita yang memiliki hati yang lembut dan pemaaf.
"Istrinya Johan sepertinya ada gangguan pada matanya," celetuk Lena. Johan, Ello, Zacky dan juga Lena tengah berbincang berempat.
"Astaga Lena, kalau ngomong gak pernah di saring." Ucap Ello.
"Kamu itu yang ada kelainan pada mulutmu!" Ketus Johan kesal.
"Enak saja, aku itu gak nyangka saja, Johan yang dulunya cupu dan selalu mendapat juara satu walau pun dari belakang. Berubah menjadi pengacara hebat dan sangat beruntung mendapat istri yang cantik sepertinya!" Ucap Lena dengan menunjuk Dessy yang tengah mengobrol dengan Mamanya Jo.
"Sialan kamu Len, untung Dessy gak disini. Bisa malu aku gara gara kamu." ucap Johan kesal.
"Emang bener kan yang aku katakan!" Ucap Lena santai.
"Ya bener sih, tapi jangan katakan itu pada istriku. Itu rahasia terbesarku,"
__ADS_1
"Nia kemana El?" Tanya Lena karena dia tak melihat Nia di dekat Ello.
"Lagi temu kangen sama teman lamanya,"
"What..emang Nia ada teman di sini? Teman SMAnya atau teman SMP?" Tanya Lena penasaran. Karena teman kuliah yang dekat ya hanya dirinya dan Ello cs.
"Emang kamu gak tahu teman Kak Nia siapa saja?" Tanya Zac.
"Gak, kan aku kenal dia waktu kuliah di Ibu Kota. Walau sama sama dari bandung, tapi kita lain tempat."
"Oh..." Ucap Zac.
"Teman Nia siapa namanya El?" Tanya Lena yang masih penasaran.
"Maaf Kakak Ello, boleh tahu gak sih siapa temannya Kakak Nia?" Akhirnya Lena bertanya dengan sopan dan lembut.
"Tanya temanmu itu," ucap Ello dengan menatap Johan sekilas.
"Kenapa tanya ke aku, jika kamu sendiri bisa menjawabnya kan." Ucap Johan.
"Kenapa pada lempar lempar jawaban,"
"Lala.." Jawab Ello dan Jo bersamaan.
__ADS_1
"What...Lala, teman Nia? Sejak kapan mereka berteman? Dan kenapa dia ada disini? bukannya kamu paling gak suka lihat tu teletubbies?" Serentetan pertanyaan Lena lontarkan, karena memang dirinya tidaklah tahu hubungan antara Johan dan Lala. Hanya Ello dan Nia yang mengetahuinya.
"Zac..istrimu kamu beri makanan apa? Sampai sampai ngoceh gak berhenti dari tadi." Ucap Jo kesal.
"Aku kasih pelet setiap hari," celetuk Zac dengan tertawa ria.
"Kamu pikir aku ini burung beo," protes Lena dengan memukul Zac dengan tas miliknya.
"Aku pikir dia akan berubah anggun setelah menikah,"
"Hai semua..terima kasih sudah datang ke acara kami," Sapa Dessy dengan menyalami satu satu teman Zacky.
"Sama sama," ucap ketiga orang di depan Johan.
"Dessy aku boleh tanya gak sama kamu?" Tanya Lena.
"Boleh..mau tanya apa?" Sahut Dessy anggun.
"Kenapa si perem..." Tiba tiba mulutnya di bungkam tangan Zacky, dan Zacky membawanya menjauh dari pengantin. Karena dia merasa tidak enak pada Dessy dan Johan, karena dia tahu betul apa yang akan Lena tanyakan. Sebelum membuat dirinya semakin tidak enak, dia akhirnya membawa Lena keluar gedung pernikahan Johan.
"Em...." Lena berusaha membuka bungkaman Zac. "Sakit Zac..mana nekennya kenceng banget," gerutu Lena di luar gedung.
Akhirnya Zacky menegur Lena agar tidak bicara sembarangan lagi. Selain membuatnya malu, ini juga demi kebaikan Lena sendiri. Agar tidak lagi bicara yang membuat hati seseorang tersinggung. Setidaknya Lena bisa menjaga sikap di depan umum. Walau dia tahu jika istrinya tidak menyukai Lala.
__ADS_1