Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 121. Malam pertama


__ADS_3

Sore hari, di kamar Johan terlihat banyak bunga bunga di atas ranjangnya.


"Kenapa banyak bunga bunga? Norak banget," Gerutu Lena.


"Kamu ini, itu sudah di siapkan oleh Mama Anne dan juga Omma. Karena hari ini kita sudah menikah, dan malam ini adalah malam pertama kita.." Ucap Zac dengan seringai di wajahnya, Lena pun menelan salivanya dengan sangat susah.


"Jadi aku dan kamu harus satu kamar?" Pekik Lena.


"Dasar wanita bodoh..kita ini sudah sah, jelas saja kita satu kamar. Kau mau membuat Mamaku kambuh, dan membuat Ayah Ibumu tahu jika kita hanya pura pura cinta." Ucap Zac sambil berjalan menuju lemari pakaiannya.


"Awas kamu sampai macam macam denganku," Ucap Lena dengan menunjukan kepalan tangannya pada Zacky.


"Dasar istri durhaka, awas kualat kamu." Zacky pun pergi ke kemar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah mengambil pakaiannya.


"Malam pertama? Itu tidak akan terjadi. Oh..tidak..sekarang aku harus satu kamar dengan Asisten songong itu, tenang Lena kamu pasti bisa melewati ini semua." Gumam Lena sembari menelisik seluruh ruangan di kamarnya. "Besar juga kamarnya," Lena pun membaringkan tubuhnya yang terasa lelah seharian penuh bercengkrama dengan seluruh keluarga.


Setengah jam kemudian, Zacky pun selesai membersihkan diri dan keluar kamar mandi. Dia melihat Lena yang tertidur pulas di atas ranjang.


"Lena.." Ucap Zac dengan mencolek lengan Lena. "Lena.." Tidak mendapat jawaban, Zac pun mendekatkan bibirnya di dekat wajah Lena.


"Lena..." Teriak Zac di telinga Lena, dan dia pun mendapat balasan dari Lena. "Plakkk.." Lena menampar pipi Zac hingga dia terpental jatuh ke lantai dan terpentok kaki meja.


"Aw..aw..Lena kamu itu istri gak ada akhlak kamu," gerutu Zac dengan mengusap usap dahinya yang benjol.


"Salah kamu sendiri teriak di telingaku. Kau mau membuatku tuli," ucap Lena berdiri dan berkacak pinggang di depan Zac.


"Kamu saja kalau sudah tidur seperti kerbau, susah di bangunin. Pergi mandi sana, jangan membuat ruangan di kamarku bau." Ucap Zac dengan melempar handuk tepat di wajah Lena. Dan dia mengambil langkah seribu sebelum suara bass Lena keluar dari mulutnya.


"Zacky...."


"Jika tidak ingat kamu ini suamiku, sudah aku bejek bejek jadi perkedel kamu." Gerutu Lena saat Zac sudah keluar kamarnya.


**


Malam harinya setelah makan malam bersama, semua pun kembali ke kamar masing masing. Dan di kamar pengantin, terlihat kegaduhan dari sepasang pengantin tersebut.


"Minggir jangan tidur di kasurku," ucap Zac saat Lena sudah berbaring manis di atas ranjang.


"Kamu saja yang minggir," tolak Lena yang masih berbaring santai.


"Pergi gak kamu.." Zacky pun naik ke atas ranjang dan memukul Lena dengan bantal.


"Kamu saja yang pergi.." Lena tak mau kalah dia bangun dan membalas perlakuan Zac.


"Kamu saja"

__ADS_1


"Kamu saja"


"Jika aku di suruh pergi, aku tidur di mana?" Teriak Lena.


"Sana.." Ucap Zac dengan menunjuk sofa di kamarnya, dan dia berbaring santai di kasur.


"Kamu harus menghormati seorang wanita, kamu yang harus tidur disofa." Teriak Lena dengan mendorong tubuh Zac hingga terjatuh ke lantai. Dan melempar bantal guling ke arah Zac yang tersungkur di lantai. Dan saat dia hendak bangun, Lena turun dan mendorong Zacky, lagi lagi dahinya terpentok sudut lemari.


"Lena bar bar.." geram Zac. "Kamu saja yang tidur di sofa, ini kamarku jadi kamu tidak berhak mengusirku dari ranjangku." Ucap Zac yang langsung berbaring di ranjang kembali tanpa menghiraukan terikan Lena.


"Ah..baiklah, aku tidur dengan Tante..eh.. Mama Binti saja kalau begitu." Ancam Lena dengan berjalan keluar kamar. Dan ancamannya berhasil membuat Zac mengalah dan mau tidak mau dia tidur di sofa.


"Istri gak ada akhlak," umpat Zac dalam hati.


"Ha..ha..kamu tidak bisa meremehkan Happy Alena yang smart." Seru Lena dengan tertawa penuh kemenangan. "Uhui..nyamannya tidur di kasur, empuk dan lega banget." Ucap Lena dengan berguling guling dan menelentangkan kedua tangannya bergerak seperti kupu kupu.


"Diam, tidur jangan berisik. Awas ada setan menghampirimu baru tahu rasa kamu." Teriak Zac dari balik selimut, Lena pun terdiam dan tidur dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


"Suami rese, jangan sampai dia tahu jika aku takut yang namannya jurig." Gumam Lena.


Tengah malam Zac merasa kepanasan dan haus, ia pun bangun dan berjalan dengan langkah gontai menuju meja yang memang sudah kebiasaannya selalu dia siapkan air minum.


"Panas banget..kenapa aku bisa tidur di sana." Gumam Zac setengah sadar saat sudah meminum minumannya. Dia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang tanpa melihat sosok yang berada di ranjangnya.


Pagi harinya.


"Ini apaan?" Gumam Lena saat tangannya meraba wajah dan bibir Zac.


"Aw..Aw.." Pekik Lena saat tangannya mendapat gigitan dari Zac. "Dan plak.." Tamparan melayang kewajah Zac.


"Lena..kau menamparku lagi. Bahkan tidak sopan sekali, tangan berkeliaran di mulut orang." Teriak Zac.


"Kamu ngapain tidur di sini," tanya Lena dengan mendorong tubuh Zac.


"Ini kamarku, ya wajar saja aku tidur di sini." Jawab Zac enteng.


"Semalam kamu itu tidur di sofa. Kenapa sekarang tidur di sini, kamu gak apa apain aku kan Zac?" Tanya Lena dan dia melihat tubuhnya masih berbalut pakaian dengan rapi.


"Hei..bar bar, buang pikiran kotormu. Aku gak mungkin apa apain kamu." Ucap Zac dengan menyentil jidat Lena.


"Aw..aw..," pekiknya dengan mengusap jidatnya.


"Hei..kenapa kamu bisa pindah kesini?" Tanya Lena kembali.


"Di sofa panas Acnya kan mengarah ke tempat tidur, ya aku pindah kesini lah. Aku lupa jika ada makhluk aneh di sini." Ucap Zac dan bergegas lari menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Zacky..." Teriak Lena dengan melempar bantal ke arah Zac, namun tidak mengenainya. "Awas kamu..Zac!".


.


.


.


Di meja makan, terlihat Tante Binti yang tengah tertawa kecil. Lena dan Zacky saling menatap satu sama lain dan merasa heran pada Tante Binti.


"Mama kenapa tertawa?"


"Gak apa apa, Mama sedang bahagia."


"Zacky ikut senang kalau Mama bahagia!"


"Mama bahagia karena cinta kalian sudah tumbuh." Ucap Mama yang membuat Lena tersedak saat sedang makan.


"Pelan pelan Len," ucap Zac dengan membantu memberikan minum pada Lena.


"Gak usah malu malu sama Mama, karena Mama juga pernah muda!" Ucap Tante.


"Maksud Mama apaan?"


"Malam pertama kalian pasti sangat mengasyikan dan mengesankan!"


"Mengesankan dari mananya Ma, anakmu babak belur begini di kata mengesankan!" Gerutu Zac dalam hati.


"Biasa saja Ma," ucap Lena tanpa bersalah pada Zac.


"Yang Mama lihat ini sangat luar biasa, sampai jidat Zac ada dua benjolan." Ucap Tante Binti senang.


"Bhaa..." Lena pun tertawa tanpa dosa melihat benjolan Zac. Sedang Zac hanya menahan kesalnya pada Lena.


"Ini karena Lena sangat ganas Ma, hingga membuat sebuah kenangan di malam pertama kita di jidatku." Ucap Zac dengan penuh seringai.


"Suami songong," gumam Lena dengan menutup mulutnya. "oh tidak..aku sangat berdosa jika mengatai suami songong bisa bisa kualat. Dasar suami rese.." Umpat Lena dalam hati.


"Pasti kamu merasa kurang kan Zac, nanti malam aku akan kasih lebih untuk suamiku!" Ucap Lena yang tak kalah menyeringainya. Dia seolah tahu apa yang akan Zac lakukan padanya, dan dia tidak akan pernah tinggal diam.


"So sweet!" Seru Tante.


"So sweet dari hongkong," gerutu Lena dalam hati.


Lena dan Zacky pun saling mengumpat dalam hati masing masing. Sedang Tante Binti merasa hari ini hari paling membahagiakan untuknya. Beliu mengira malam pertama Zac dan Lena begitu indah, kenyataannya tak sesuai yang beliau bayangkan.

__ADS_1


__ADS_2