
"Ha..ha.." Papa pun hanya tertawa, sebenarnya beliau tahu tentang Mama yang memberikan mobilnya pada wanita yang dulu ingin Mama jodohkan dengan Ello. Namun Papa hanya diam, dan tanpa sepengetahuan Mama, Papa mengambil kembali mobil itu dan menyimpannya di sebuah tempat yang Mama tidak akan menemukannya.
Dan tentang Tante Binti, Papa juga sudah tahu sejak awal jika Tante hanya berpura pura sakit. Namun beliau diam dan setuju dengan perjodohan Lena dan Zacky. Karena beliau tahu jika Lena adalah wanita yang baik, dan Zacky bukan tipe orang yang menyia nyiakan seorang wanita. Dan saat ini mereka semua sudah tahu jika Tante Binti tidak mengidap penyakit mematikan itu. Lena dan Zacky juga sudah tahu, mereka tidak bercerai karena mereka sudah terpenjara dalam perjodohan yang berubah menjadi cinta.
Bahkan saat ini mereka begitu di mabuk cinta, Tante merasa apa yang beliau lakukan tidak sia sia. Dan kini Zac dan Lena sudah akan menjadi orang tua. Dan Tante sudah akan menjadi Grandma. Meski pun Lena dan Zac sudah saling cinta, terkadang mereka masih suka bertengkar. Namun itu hanyalah pertengkaran biasa dan tak separah dulu yang suka menyakiti satu sama lain.
"Oma gak menutupi Mars, Oma hanya tidak mau anak satu satunya Oma sedih hanya gara gara istrinya yang suka menyusahkan ini." Ucap Oma dengan menyenggol tubuh Mama.
"Mama..begini begini Anne itu menantu idaman Mama bukan?" Ucap Mama dengan mengedip kedipkan kedua matanya. "Dan asal kamu tahu El, Mama begitu menyesal sudah capek capek bantu Tantemu akting. Ternyata Papa sudah tahu dari dulu, tahu gitu Mama gak perlu bantuin Tantemu. Biar saja dia mengadu sama Papamu," Gerutu Mama sambil bermain dengan Bulan.
"Menantu idaman..menantu idaman," gerutu Oma.
"Jadi Kak Anne gak ikhlas bantuin aku dulu!" Teriak Tante yang baru datang bersama Lena dan juga Zacky. Lena dan Zacky sudah menetap di Jogja, karena Lena harus istirahat total setelah hamil. Seminggu sekali Zac harus ke Ibu Kota untuk mengontrol Hotel dan Restaurant milik Ello. Dan juga Resort Nilan yang Alan berikan untuk Twins B.
"Gak.." Jawab Mama ketus.
"Yang penting anakku sudah bucin sama istrinya," ucap Tante tertawa puas.
"Terima kasih Mama Anne, dulu sukses membuat aku dan Lena percaya akan akting kalian. Berkat Mama Anne, aku sudah mendapatkan wanita yang begitu aku sayangi!" Ucap Zacky dengan merangkul Lena dan menciumnya. Namun Lena mendorongnya hingga dia terjatuh.
"Ha..ha..kasihan sekali dirimu Zac!" Mama tertawa melihat keponakannya terjatuh.
"Sudah ku bilang jangan dekat dekat Zac, aku gak tahan dengan bau parfummu itu!" Ucap Lena.
"Sungguh malang nasibmu Zac," ucap Ello tertawa jahat.
"Kamu sudah hamil besar, tapi masih saja pakai masker buat menutupi hidungmu. Apa iya masih anti mencium bau bau selain bau mulutmu sendiri Len?" Ucap Nia tertawa melihat Lena yang memang kemana mana selalu memakai masker.
"Entah lah, aku begitu tersiksa dengan semua bau bau. Selain bau mulutku sendiri," sahut Lena dengan tertawa.
"Hiyu...." Ucap semua orang di sana.
"Lebih baik kamu tidak usah pakai parfum Zac, dari pada kamu tidak bisa dekat dekat dengannya. Dan parahnya setiap malam kamu tidak dapat jatah darinya," seloroh Nia.
"Jika aku gak pakai parfum aku dikata bau ketek Kak. Dan parahnya setiap aku minta jatah padanya, aku di suruh mandi sampai dia rasa aku sudah bersih. Dan ini lebih parah lagi sesudah mandi dia enak enakan tidur meninggalkan diriku yang begitu merana." Ucap Zac merengek.
"Astaga Lena, kamu keterlaluan sekali. Berdosa kamu membiarkan Zac berpuasa," sahut Nia dengan bergeleng geleng.
"Nia, entah kenapa setelah hamil aku begitu tidak menyukai semua parfum yang di pakai Zac. Dan aku juga gak tahu kenapa sangat tidak suka di dekati Zac, tapi itu cuma terkadang saja." Ucap Lena dengan mengusap perutnya.
"Aduh..aduh..sakit perutku Nia.." Pekik Lena dengan memegang perutnya.
"Kamu kenapa Lena?" teriak Nia panik.
"Sepertinya Lena mau melahirkan," ucap Tante Binti yang ikut panik.
__ADS_1
"Kamu tunggu apa lagi Zac, cepat gendong istrimu!" Teriak Mama yang melihat Zac hanya diam dan melongo.
"I..iya Ma," ucap Zac gugup. Rasanya ia berat sekali untuk melangkahkan kakinya, dia berjalan dengan kaki yang gemetar.
"Aduh..sakit Ma.." Teriak Lena saat Tante sedang mengusap usap perut Lena.
"Mana Zac..cepat gendong istrimu Zac!" Teriak Mama panik.
"Astaga Zac..istrimu keburu lahiran disini jika jalanmu seperti itu!" Ucap Mama kesal karena Zac tidak berjalan jalan dari tadi.
"Sakit Zac..cepat bantu aku!" Pekik Lena dengan menggigit bibir bawahnya.
Zacky pun menggendongnya dan langsung berlari menuju mobil yang sudah di siapkan oleh Ello. Dan pintu pun sudah di bukakan oleh Ello.
"Dug.."
"Sakit..Zacky.." Pekik Lena saat kepalanya terpentok pintu mobil.
"Maaf..aku begitu panik," ucap Zacky.
"Ha..ha..kakimu kenapa Zac seperti orang disko?" Ledek Ello saat membantu Lena masuk kedalam mobil.
"Kesemutan kak!" Elak Zac dan dia langsung masuk ke dalam mobil, Ello pun tertawa dan dia bergegas mengemudi mobilnya.
Mama dan yang lain naik mobil Papa dengan yang lainnya. Sedang Oma dan juga Nia dirumah bersama si kembar. Di dalam mobil, Ello hanya bisa menahan tawanya saat Zac terus memekik karena tangannya yang di cengkram bahkan di gigit oleh Lena.
.
.
.
Sesampainya di rumah sakit, Lena langsung di bawa ke ruang bersalin. Sedang Zac sebenarnya tidak ingin masuk, tapi dia di paksa masuk oleh Tante. Dan dia bersiap siap untuk menerima penderitaan yang akan menimpanya.
"Sakit Dok!" Teriak Lena kesakitan.
"Tapi bikinnya gak sakit kan Bu?" Ledek dokter yang membantu dia melahirkan.
"Gak Dok?" Jawab Lena enteng.
"Enak ya Bu?" Ledek Dokter kembali.
"Banget Bu.."
"Astaga di saat seperti ini, dia masih saja menjawab pertanyaan norak seperti itu!" Gerutu Zac dengan mulut komat kamit.
__ADS_1
"Agrh.." Teriak Lena dan Zac bersamaan.
"Bapak kenapa ikut teriak?" Tanya Dokter yang kaget dengan teriakan Zac.
"Tangan saya di gigit drakula Dok!" Jawab Zac merintih kesakitan.
"Oh.." ucap Dokter dan perawat bersamaan.
"What.." Pekik Zacky yang mendengar Dokter dan perawat hanya menjawab oh.
"Ayo Bu tarik nafasnya dan keluarkan perlahan. Tarik lagi dan keluarkan lagi!" Pinta Dokter dan Lena pun menurut.
"Ayo Bu..mengejan!" Dokter pun menuntun pelan pelan, Lena mengikuti semua yang dikatakan oleh Dokter.
"Eghhh" Lena dan Zac sama sama mengejan, tangan Lena yang menarik rambut Zac. Ia tarik tarik hingga membuat Zac terbentur ranjang.
"Ayo sedikit lagi Bu, kepalanya sudah kelihatan. Ayo mengejan lebih kuat lagi, jangan berhenti di tengah jalan. Kasihan anaknya Bu!" Dokter pun memberi aba aba kembali pada Lena.
"Eghhhh.." Lena kembali mengejan dengan kuat, Zac pun ikut mengejan dengan kuat. Dan Lena kembali menarik rambut Zac dengan kencang. Lena juga menggigit tangan Zac kembali. Kali ini Zac tidak lagi memekik, dia menahannya hingga tatapannya beralih ke arah suara bayi menangis. Dia terdiam dan masih menatap bayi itu saat sedang di bersihkan oleh perawat.
"Selamat Pak, Bu. Anaknya laki laki!" Ucap perawat saat sudah selesai membersihkan bayi Lena dan memberikannya pada Lena.
"Zac..Zac..Zac.." Teriak Lena saat melihat suaminya hanya diam saja tidak segera menyambut bayinya.
"Agrhh.." Akhirnya Zac pun memekik sekencang kencangnya hingga suaranya terdengar hingga luar ruang bersalin.
"Zac kenapa itu?" Ucap Mama penasaran.
"Mungkin dia takut melihat darah!" Sahut Ello.
.
"Kenapa Bapak teriak seperti itu?" Bentak Dokter yang terkejut sampai alat yang dia pegang terjatuh.
"Ma..maaf Dok, saya terlalu bahagia." Elak Zacky.
"Lihat anakmu ini Zac!" Ucap Lena.
"Tampan seperti Papanya!" Ucap Zac berusaha tersenyum, dalam hatinya dia menangis pilu.
Setelah semuanya selesai, Lena pun di bawa keluar ruang bersalin bersama anaknya. Sedang Zac berjalan pelan di belakang para perawat. Rambut dan pakaian yang acak acakan, dan muka yang terlihat kusut.
"Ada apa denganmu Zac, tangan juga pada merah seperti gigitan dan cakaran?" Tanya Ello menahan tawanya.
"Di serang anjing penjajah!" Sahut Zac lemas.
__ADS_1
"Zacky..awas kamu!" Ucap Lena kesal, ia menatap tajam dan meletakkan tangannya di leher seraya itu pisau yang ingin membunuh Zac. Zacky pun terdiam dan menelan salivanya dengan sangat susah.
"Malang nian nasibmu Zac!" Ledek Ello dengan tertawa jahat dan menepuk nepuk pundak Zac.