
Dan siang harinya, Bulan yang tengah asyik mengobrol dengan seorang siswa laki laki didepan kelasnya, tiba tiba diganggu oleh Bintang dan Langit.
"Kamu sedang bicarakan apa dengannya Bulan sayang...sepertinya serius sekali?" Ucap Bintang dengan merangkul adiknya.
"Kepo banget sih kamu Kak, singkirkan tanganmu dari pundakku!" Ucap Bulan yang susah melepaskan rangkulan Kakaknya.
"Kalau tidak mau, kau mau apa?" Ledek Bintang yang semakin mengeratkan rangkulannya.
"Kamu berani sekali dekat dekat dengan Kakakku, asal kamu tahu dia sudah punya calon suami. Dan calon suaminya itu kolongmlerat!" Ujar Langit.
"Sembarangan kalau ngomong!" Ucap Bulan berusaha menendang Langit, namun karena Bintang merangkulnya dengan erat membuatnya susah untuk bergerak maju.
"Ngomong gak becus!" Ujar Bintang menonyor kepala Langit. "Konglomerat!" Imbuh Bintang.
"Ya itulah maksudnya!" Ucap Langit dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jangan berani berani dekat dekat dengan, Bulan lagi!" Ancam Bintang dengan menatap tajam pada siswa tersebut.
"Maaf Bin...saya hanya mengobrol biasa kok dengan Bulan! Aku permisi dulu!" Ucap siswa itu dan langsung pergi meninggalkan mereka.
"Apa apaan kamu itu Kak, siapa yang dijodohin. Suka banget sih ngusilin adik sendiri yang sedang bahagia!" Gerutu Bulan sambil membanting tangan Kakaknya dari pundaknya.
"Lebih parah mana usilnya kamu atau aku? Entah gosip apa yang sudah kamu sebarkan pada mereka, sampai ada yang keceplosan aku dan Langit G*y?" Ucap Bintang sambil menyandarkan sikunya dibahu Bulan.
"Gosip apa? Aku gak ngomong apa apa sama mereka!" Elak Bulan dengan ekspresi wajah yang tenang.
"Jujur gak kamu!" Ucap Bintang.
"Dih...suruh jujur apa coba?" Ucap Bulan berusaha tenang dan tidak goyah.
"Gara gara omongan Kak Bulan, nama baikku jadi tercoreng! Banyak para cewek yang kini jauhin aku!" Ucap Langit dengan tangan bersedekap.
"Ngaku gak kamu, kalau gak ngaku aku sebarin keseluruh sekolah kalau kamu dijodohin sama Om Om konglomerat!" Ancam Bintang.
"Awal ini semua gara gara kalian yang selalu ikut campur masalah pergaulanku. Kalian selalu saja membuat para cowok yang deketin aku ngejauh, dengan kata kata yang gak jauh dari konglomerat!" Ucap Bulan yang kesal dan memalingkan wajah dari Bintang, karena Kakaknya selalu saja membuat dirinya dijauhi para siswa laki laki yang menurutnya tampan.
"Namanya juga seorang Kakak, pasti khawatir adiknya dapat teman cowok yang salah! Apa lagi orang tadi, semut juga tahu kalau dia hanya cowok yang hanya suka sama duit cewek doang!" Ucap Bintang mencoba menjinakkan adiknya yang kesal.
"Betul Kak...Langit juga khawatir Kak Bulan dapat cowok yang salah. Kalau nyari cowok itu yang tampan dan baik sepertiku dong Kak!" Timpal Langit dengan bangga.
"Sorry ya...baik dari mana kamu Ngit....masih mending Kak Bintang walau banyak yang ngejar tapi dia tahu jaga jarak dan tidak mainin cewek. Lah kamu....suka banget ngasih harapan palsu sama cewek, ujung ujungnya mereka menangis sakit hati! Aku diminta cari yang kayak kamu, huekkk...sorry Ngit, seleraku gak kek kamu tapi kayak Lee Min Hoo. Emang dasar sepupu gak ada akhlak pingin Kakaknya senasib dengan para gadismu itu!" Ucap Bulan dengan menyentil dahi Langit.
__ADS_1
"Kak Bulan..." Pekik Langit.
"Kasihan banget kamu, Wan Awan!" Sorak Bintang yang senang Langit kesakitan.
"Ingat, cari cowok tuh yang kerenan dikit, lebih dewasa dan bisa mengayomi ceweknya, bisa membahagiakan ceweknya. Baru Kakak tidak akan mengganggumu!" Ucap bijak seorang Bintang.
"Kalau dewasa, berarti harus lebih tua dong dari Kak Bintang!" Bulan tertawa keras membayangkannya.
"Lebih muda atau lebih tua boleh saja asal pikirannya dewasa, lha kalau tua pikirannya masih bocah ya percuma kamu gak akan bahagia karena kamu yang harus mengayominya!" Ucap Bintang dengan tertawa keras lalu pergi dari kelas Bulan, diikuti Langit yang ikut mentertawakan Bulan.
.
.
.
Sesampainya dirumah, Bulan langsung berlari didepan Oma yang tengah duduk di kursi roda. Oma yang sudah sakit sakitan kini harus duduk dikursi roda, namun jiwa mudanya tidak bisa beliau hilangkan. Sore ini seluruh keluarga sudah berkumpul dirumah Ello untuk acara makan malam nanti.
"Oma...Kak Bintang jahat banget sama Bulan!" Adu Bulan pada Oma.
"Jahat kenapa?" Tanya Oma lembut sambil membelai rambut panjang Bulan.
"Dia suka ngusilin Bulan...kalau ada teman dekat dekat Bulan pasti diminta Kak Bintang ngejauh!" Ucapnya dengan nada manja.
"Bulannya saja yang lebay, temannya cowok, Oma. Dan dia kalau milih teman gak bisa, yang penting buat dia hanya tampannya saja. Ada yang tukang tidur dikelasnya bahkan ada yang suka main cewek! Ada juga cowok matre yang maunya dimodalin cewek, mau aja dia dibeg*kin cowok!" Ujar Bintang yang memang benar kenyataannya.
"Bulan...Kakakmu gak salah, jangan seperti Grandmamu dong, yang sukanya hanya luarnya tanpa tahu dalamnya seperti apa!" Ucap Oma yang kini hanya bisa duduk dikursi roda itu.
Kini usianya sudah 88 tahun, dan Oma juga sering sakit sakitan akhir akhir ini. Tapi beliau tetap berusaha ceria dan kuat seperti biasanya.
"Mama...jangan jelek jelekin Anne didepan cucu Anne dong, hancur ni harga diri Anne!" Protes Mama
"Ha..ha.." Suara tawa seluruh keluarga.
"Bunda, gak mau melarang kamu bergaul sayang, hanya saja Bunda minta kamu waspada dan jangan mencari teman laki laki yang salah! Kamu boleh bergaul dengan siapa saja, asalkan kamu tidak salah jalan dan tahu batasan. Kamu sudah dewasa jadi harus bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk!" Ucap Nia yang tidak mau melarang namun memberi arahan yang baik agar Bulan mengerti maksud Bundanya.
"Iya Bun!" Jawab Bulan mengerti. Nia pun membelai rambut putrinya dengan lembut.
"Iya Kak Bulan, nyari tu yang seperti Langit dong...Tampan luar dalam!" Lagi lagi Langit menimpali dengan kata kata yang buat Bulan kesal.
"Ciah...tampan apanya coba? Awas saja bilang seperti itu lagi, aku tampol pakai sepatu!"
__ADS_1
"Dih...Langit tuh tampan, kalau gak mana mungkin cewek cewek ngejar ngejar Langit mulu!" Ucapnya bangga.
"Dasarnya kamu aja yang suka tebar pesona, lalu suka mencampakan. Nanti kalau gantian kamu yang bucin terus dicampakin, nanti nangis!" Ledek Bulan dengan tertawa jahat.
"Gak ada ceritanya seorang Langit akan patah hati!" Ucap Langit percaya diri.
"Huu....." Sorak Twins B bersamaan.
"Ayahmu walau orangnya nyebelin, tapi gak pernah menjadi penjelajah cinta sepertimu. Baru juga 14 tahun, sudah kenal cewek cewek segala. Asal kamu tahu, Ayahmu dulu gak pernah pacaran sama cewek tapi anaknya kok begini ya!" Ucap Oma.
"Gak suka cewek, berarti sukanya cowok dong!" Celetuk Langit yang langsung dapat pukulan kecil dari Oma dan juga Grandma.
"Ye...Oma...Langit tuh anak jaman now, kalau Papa kan jadul, norak. Untung ada Mama yang suka ngajarin Langit cara dapat perhatian cewek, cara tebar tebar pesona sama cewek!" Ucap Langit, seluruh keluarga menatap kearah Lena yang menutupi wajahnya dengan majalah.
"Zac...kau diam saja anakmu yang masih kecil diajari istrimu seperti itu!"
"Ya gimana lagi Oma, dari pada Mentari yang diajari Mamanya jadi wanita sejati. Lebih baik Langit saja yang diajari Mamanya jadi pria sejati!"
"Astaga...keluarga gesrek. Mereka bertukar peran mendidik kedua anaknya." Ucap Oma dengan menepuk dahinya.
"Benar juga sih kata Zacky, kalau Tari seperti Mamanya apa jadinya?" Timpal Mama.
"Zacky akan kena mental bertubi tubi dan menjadi tua sebelum waktunya kalau Tari punya kelakuan seperti Lena! Anak cewek kesayangannya jadi anak yang bar bar!" Ucap Ello dengan tertawa bahak.
"Dan Nia akan menua lebih cepat jika kedua anaknya usil dan gesrek seperti Ayah dan Oma, Grandmanya!" Celetuk Lena.
"No...no...no...kamu salah, Istri tercintaku akan awet muda karena ada suami humoris sepertiku!"
"Jiah...humoris katanya."
"Ya humorislah, aku kan lucu suka buat Nia tertawa terus terusan. Jadi dia tidak akan cepat tua!" Ucap Ello sambil mencium pipi Nia dengan lembut.
"Tertawa itu seperlunya kalau terus terusan nanti jadinya keterusan dan takutnya masuk Rsj. Kasian kan masih muda!" Celetuk Lena yang tak mau kalah debat dengan Ello.
"Tante Lena...." Teriak Bulan dan Bintang yang tak terima Ibunya diledek seperti itu.
"Ampun BB...ampun!" Teriak Lena yang saat ini dipelototin oleh Twins B, karena kalau Twis B beraksi maka Lena akan jadi bulan bulanan masa si kembar.
Ya....memang Langit selalu diajari Lena untuk tidak menjadi laki laki yang minder pada perempuan seperti Ayahnya. Dan tidak boleh menjadi laki laki yang lemah dan tidak takut oleh wanita seperti Papanya. Dan Lena tidak mau anak laki lakinya menjadi korban bar bar seperti Papanya dulu.
Sedang Zacky mengajari Mentari agar tidak seperti Mamanya yang bar bar. Dia berharap kelak Mentari menjadi wanita yang anggun dan lemah lembut dan tidak kasar pada laki laki. Dan Zacky berharap Tari menjadi anak yang pintar dalam belajar seperti dirinya dulu kala.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Happy Reading🤗😘