Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 59. Ungkapan hati Ello


__ADS_3

Nia dan Ello kini tengah duduk di taman, namun Nia masih menjaga jaraknya dengan pria itu.


"kamu mau ngomong apa El?"


"Nia, aku ingin mengajakmu makan malam bersama keluargaku. Apa kamu mau?" tanya Ello ragu, karena Nia pasti kaget dia tiba tiba mengajak Nia makan malam bersama keluarganya.


"makan malam...?" pekik Nia, dia terdiam karena itu artinya dia akan bertemu dengan kedua orang tua Ello.


"hem.....aku ingin mengenalkanmu dengan Papa dan Mamaku." jawab Ello dengan penuh semangat.


Nia menatapnya sendu, tatapan yang seolah bertanya tentang tujuaan ajakannya yang begitu tiba tiba.


"Nia, apa aku boleh jujur padamu?" tanya Ello yang kini menatap lurus ke depan menatap bunga bunga di depannya.


"jujur soal apa El?" tanya Nia. Dia merasakan jantungnya yang berdetak lebih kencang, dia merasakan sesuatu yang serius dari perkataan Ello.


"aku...a..aku mencintaimu Nia, apa kamu mau menjadi pendamping hidupku?" ucap Ello dengan tangan dan kaki yang gemetar. Dia merasakan panas dingin saat mengakui tentang perasaannya pada Nia dengan jujur.


"aku...aku..." Nia menunduk. Dia tak tahu ingin menjawab apa pada Ello, sedangkan hatinya juga ingin belajar menerima kehadiran Ello.


"kamu tak perlu menjawabnya sekarang, aku tahu perasaanmu. Tapi aku sudah lega karena sudah menyatakan perasaanku yang terpendam sedari dulu!" ucapnya dengan tersenyum getir.


"maksudnya sedari dulu Kamu punya perasaan terhadapku? Sejak kapan El?" tanya Nia yang kini memiringkan duduknya untuk menatap serius pada wajah pria tersebut.


"sejak ada pria yang menyatakan perasaan padamu, dan kamu berkata tidak ingin berpacaran sebelum lulus kuliah. Sejak itu aku menunggumu lulus kuliah, tapi setelah lulus aku tidak lagi berjumpa denganmu." terang Ello mengakui perasaannya.

__ADS_1


"bukankah kamu dan Sinta..." Nia terdiam dan kembali menilik Ello.


"aku dan Sinta memang berpacaran Nia. Tapi jujur aku tak mencintainya, aku hanya ingin membuatmu cemburu tapi nyatanya kamu tak pernah sedikit pun merasakan cemburu." ucap Ello dengan sedikit kecewa.


"jadi kamu mempermainkan Sinta El?" tanya Nia sedikit kecewa, pria yang dia anggap baik tetnyata menyakiti seorang wanita.


"tunggu aku akan jelasin semuanya." ucap Ello. Lalu dia menceritakan semuanya tentang Sinta, dia tak bermaksud mempermainkan Sinta. Karena Sinta sejujurnya mengetahui perasaan Ello pada Nia hingga Sinta memilih mengakhiri hubungannya dengan Ello secara baik baik dan menyuruh Ello memperjuangkan Nia.


Namun setelah lulus kuliah, Ello tak pernah berjumpa dengan Nia hingga Ello masih memendam perasaanya hingga sekarang. Dan saat mendengar Nia sudah menikah sejujurnya hatinya remuk berkeping keping, apa lagi menikah dengan pria breng sek seperti Alan.


Dia tak ingin kehilangan cintanya lagi, dan ini kesempatannya untuk menyatakan perasaan yang tertunda dulu.


"El, terima kasih karena sudah mencintaiku dengan setulus hatimu hingga sampai detik ini. Tapi El, aku ini seorang janda!" ucap Nia sakit.


"bagaimana dengan orang tuamu, takan ada orang tua yang mau anaknya menikahi seorang janda sepertiku!" ucap Nia dan memalingkan pandangannya dari Ello. Dia meneteskan air matanya, dia tidak mau Ello tahu dia menangis.


"Papa yang mengundangmu untuk datang ke rumah nanti malam!"


"apa beliau tahu aku seorang janda?" tanya Nia tanpa menoleh.


"tentu dia tahu" jawab Ello enteng.


Nia pun menyeka air matanya, ada sedikit rasa lega di hatinya saat mendengar Papa Ello mengetahui statusnya dan mau mengundangnya ke rumah.


"nanti malam aku jemput, Om Ilham pasti menyetujuinya." dia tidak mempedulikan protesan Nia. Dan segera mengajak Nia kembali ke Kedai, dan meminta ijin Pak Ilham.

__ADS_1


Pak Ilham dengan senang hati menyetujui ajakan Ello pada Nia. Bagi beliau ini awal yang baik untuk Nia, beliau merasa bahagia karena Nia sudah mau membuka hatinya kembali.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Malam hari Ello yang kini sudah membukakan pintu mobil untuk Nia keluar. Namun Nia masih saja mematung di dalam dan enggan keluar.


"aku takut El, Mama dan Papamu pasti tak menyukaiku!" ucap Nia yang masih saja duduk di dalam mobil.


"siapa bilang, kan aku sudah bilang. Jika yang mengundangmu itu Papaku, itu artinya Papaku mau menerimamu Nia..." bujuk Ello.


"baiklah..." ucap Nia ragu. Dia pun turun dan memasuki rumah keluarga Sanjaya yang terlihat megah.


Jantungnya berdebar kencang, tubuh dan kakinya terasa lemas. Dia takut jika Papa atau Mama Ello akan menolaknya dan tidak menyukainya.


"malam Pa Ma, kenalin ini Nia yang kemarin aku ceritain!" Ello memperkenalkan Nia pada kedua orang tuanya.


"cantik...." puji Pak Sanjaya. Bu Sanjaya masih asyik mengamati penampilan Nia dari atas hingga bawah.


"Nia Om...Tante...." sapa Nia dengan menungkupkan kedua telapak tangannya.


"ayo Nia, kita makan malam. Oma sudah lapar sekali..." seru Oma dan langsung menggandeng tangan Nia menuju ruang makan.


Mereka pun langsung duduk di ruang makan, dan meninggalkan Bu Sanjaya yang masih mematung di tempatnya tadi.


"itu wanita pilihan Ello..." gumam Bu Sanjaya dengan senyuman sinisnya. Lalu berjalan menyusul yang lain ke ruang makan.

__ADS_1


__ADS_2