
"Jika mereka membuat Tante sakit lagi, apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Nia dengan menatap intens pada suaminya.
"Akan aku pecat mereka tanpa pesangon," jawab Ello yang langsung mendapat pukulan dari Nia.
"Heleh..jika kamu pecat Zac, kamu gak bakal punya asisten yang bisa di andalkan seperti Zac. Bukannya kemarin kamu bicara seperti itu?" Ledek Nia yang membuat Ello nyengir padanya.
"Kamu masih mengingatnya saja."
"Tentu aku mengingatnya, ingatan seorang wanita itu sangat tajam. Jadi jangan pernah kamu bohong padaku, karena aku akan selalu mengingatnya Bang.."
"Mana mungkin aku membohongimu sayang," ucap Ello dengan nada manja.
"Iya aku percaya, siang ini jadwal periksa kandungan anak kita Babang." Ucap Nia mengingatkan.
"Iya Neng geulis, aku tidak akan lupa soal ini." Ucapnya sambil duduk berjongkok di depan Nia dan mengecup perut Nia yang sudah membesar. "Sehat sehat ya anak anak Ayah," ucap Ello.
"Siap Yah," sahut Nia dengan mengusap usap rambut Ello.
"Oh..iya sampai lupa aku Bang."
"Lupa apa?" Tanya Ello mendongakkan kepalanya.
"Apa kamu sudah menyiapkan hadiah untuk pernikahan Lena dan Zac?"
"Ngapain kasih mereka hadiah." Jawab Ello cepat.
"Kamu ini.." Nia memukul pelan lengan Ello.
"Bercanda sayang..aku belum menyiapkan. Hadiah apa ya yang pantes buat mereka?" Ucap Ello.
"Bagaimana kalau honeymoon keliling Indonesia?" Usul Nia yang membuat Ello menelan salivanya.
"Honeymoon?" Tanyanya yang di jawab anggukan oleh Nia.
"No..." Jawab Ello.
__ADS_1
"Kenapa?"
"Kita saja hanya honeymoon di rumah Ayah, masa' Lena dan Zac di kasih hadiah keliling Indonesia. Enak saja," gerutu Ello.
"Terus mau kamu kasih hadiah apa untuk mereka?" Tanya Nia.
"Nanti aku pikirkan dulu sayang, sebaiknya kita siap siap ke dokter. Sekalian kita belanja keperluan Baby kita!" Ajak Ello, Nia pun menurut dan mereka bersiap siap pergi ke dokter.
.
.
Di rumah sakit, kini Nia tengah di periksa oleh dokter. Dan saat di USG dan terlihat gambar anaknya, mereka tak henti hentinya mengucap syukur.
"Bagaimana dok?" Tanya Ello saat dokter memeriksa kandungan Nia.
"Semuanya bagus Pak, bayinya sehat dan begitu aktif." Ucap Dokter, Ello dan Nia fokus pada layar komputer.
"Anak anakku," ucap Nia dengan menitihkan air matanya.
"Tapi Ibu Nia tidak bisa melahirkan secara normal,"
"Maksudnya dok?" Tanya Nia panik dan tatapannya tertuju pada dokter.
"Ibu harus melahirkan dengan operasi caesar!" Jelas dokter.
"Kenapa harus caesar dok? Saya ingin melahirkan secara normal saja dok, operasi itu sangat menakutkan dan tentunya akan sakit sekali." Nia sangat ketakutan jika harus melahirkan secara caesar.
"Itu tidak seburuk yang Bu Nia bayangkan, ini demi keselamatan anda dan anak anak anda Bu!"
"Caesar atau normal yang penting anak kita lahir dengan sehat dan selamat begitu juga dengan kamu sayang." Bujuk Ello.
Setelah dokter menjelaskan kenapa dirinya harus operasi caesar saat melahirkan, Nia pun mengerti. Sekarang yang terpenting untuknya adalah bayinya terlahir sehat dan selamat. Dan Nia begitu semangat untuk mencari perlengkapan untuk bayi bayi mereka.
"Alhamdulillah..aku sudah gak sabar untuk membuat kejutan buat Oma dan Mama Bang!" Ucap Nia saat di dalam mobil dan melihat gambar hasil USG.
__ADS_1
"Aku juga sudah gak sabar untuk menyambut kelahiran anak kita sayang," sahut Ello dengan mengecup pucuk kepala Nia.
Mereka melanjutkan rencana hari ini untuk membeli perlengkapan bayi mereka. Setelah membeli banyak perlengkapan bayi, mereka pun memutuskan untuk makan siang di restaurant di dalam Mall.
"Sayang?"
"Iya.." jawab Nia.
"Sayang..kenapa kamu gak pernah minta makanan atau ngidam makanan yang aneh aneh?" Tanya Ello yang bingung. Karena setahu dia jika wanita hamil kebanyakan akan ngidam yang aneh aneh. Tentunya dia mencari informasi seperti itu melalui internet.
"Emang gak ada yang ku inginkan Babang sayang, kenapa harus menginginkan yang sulit di cari. Jika aku ingin sesuatu aku bisa membuatnya sendiri di rumah. kenapa kamu tanya seperti itu?"
"Gak papa, padahal aku sudah siap siaga jika kamu minta apa pun. Minta rujak atau apa gitu di tengah malam. Aku pasti siap menjalankan permintaanmu,"
"Aku tidak menginginkan apa apa, aku hanya ingin kamu selalu di sampingku, dan setiap malam di usap usap perutku sampai aku tidur. Itu saja yang ku inginkan, lagi pula anak kita juga tidak rewel dan tak ingin membuat Ayahnya kesusahan." ucap Nia sambil mengunyah makanannya.
"Mereka seperti Ibunya," sahut Ello.
"Tentunya," mereka pun tertawa bersama.
.
.
.
Sesampainya di rumah, mereka sudah di sambut oleh Duo M di depan rumah. Ello hanya bisa menghela napasnya dengan berat.
"Kamu kenapa sayang? Seperti gak suka lihat Oma sama Mama?" Tanya Nia.
"Hari ini akan ada kerusuhan.." Jawab Ello.
"Kamu itu suudzon saja sama Oma dan Mama. Ayo turun," ajak Nia dan Ello pun menurut. Mereka pun turun dan berjalan menghampiri Oma dan Mama.
"Assalamu'alaikum.."
__ADS_1
"Wa'alaikumsallam.." Sahut Oma dan Mama bersamaan.