Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 80. Nama planet atau zodiak


__ADS_3

Ello menyetir mobilnya dengan wajah merah padam karena kesal. Sedang Oma dan Mama tertawa senang di bangku belakang, dan Nia hanya diam tanpa kata. Dia bingung ingin tertawa atau kesal, karena sejujurnya Nia merasa terhibur saat Ello di keroyok oleh Oma dan Mama. Tapi dia juga merasa kasihan, karena Ello di kerjai habis habisan oleh Oma dan Mamanya.


Karena Oma dan Mamanya memborong banyak pakaian untuk Nia dan untuk mereka sendiri. Hingga memenuhi bagasi akibat paper bag yang terlalu besar beserta isinya.


"lain kali, tidak usah mengajak Nia belanja!" ucap Ello dengan wajah kesalnya, Nia pun gemas melihatnya. Oma dan Mama hanya diam tak menjawab, mereka sangat lelah akibat kejadian di butik tadi.


"kamu sangat menggemaskan, lucu banget kalau lagi marah..." ucap Nia mencubit gemas kedua pipi Ello. Ello langsung tersenyum nakal, dan membisikan sesuatu pada Nia.


"kamu juga sangat menggemaskan saat di atas ranjang..." bisik Ello, tapi juga masih sedikit terdengar oleh Oma dan Mama. Ello juga mencium bibir Nia berulang ulang, Oma dan Mama hanya bisa tutup mata.


"jangan melihat itu dan nenek nenek di larang mendengar ucapan Ello Ma!" ucap Bu Sanjaya dengan menutup telinga Oma.


"memang kenapa? Punya telinga ya untung mendengar, mata juga untuk melihat. Kenapa kamu melarangnya!" protes Oma.


"Mama sudah tua, gak baik melihat adegan yang begituan..." bisik Mama.


"Ello....sudah berapa kali aku peringatin. Jangan menciumku di tempat umum!" ucap Nia mendorong tubuh Ello dari dekatnya.


"aku lupa, jika ada Oma sama Mama!" bisik Ello pada Nia.


"ini di dalam mobilku, bukan tempat umum. Juga bukan mobil umum," ucap Ello sedikit mengeraskan suaranya. "jadi terserah aku, mau cium kamu di sini, ini mobilku. Biarkan saja nyamuk menyaksikan keromantisan kita! Salah siapa gak hinggap di mobil mereka sendiri," ucap Ello dengan nada mengejek, dan juga menahan tawanya.

__ADS_1


"bocah gend*ng, ngatain orang tua nyamuk. Kalau kita nyamuk, kamu juga keturunan nyamuk!" ketus Oma sembari menjitak kepala Ello dari belakang.


"bercanda Oma, gitu aja ngambek. Tambah tua lho..."


"betul kamu El, ini akibat Oma mu sering marah marah gak jelas, makanya cepat tua seperti ini!" sahut Mama yang langsung mendapat pukulan kecil dari Oma.


"menantu gak berakhlak, Oma memanglah sudah tua. Umur Oma juga sudah kepala tujuh, wajar saja tua." Oma membela dirinya sendiri.


"tapi menurut Nia, Oma masih terlihat cantik dan masih terlihat muda kok!" ucap Nia yang menoleh ke belakang.


"terima kasih cucuku yang cantik luar dalam, baik hati. Oma doakan, kamu awet muda seperti Oma. Tidak seperti sebelah Oma," sindir Oma.


"iya, memang aku itu jelek tua lagi!" ucap Mama kesal.


Mereka pun akhirnya terdiam hingga mobil itu sampai di rumah Sanjaya, Ello sengaja mengantar Oma dan Mamanya dulu. Agar tak membuat keributan di rumah Pak Ilham. Mereka berempat masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tengah.


"Ma..nanti kalau anak kami sudah lahir, Mama sama Oma mau di panggil apa?" tanya Ello yang terus mengusap perut Nia dan menyandarkan kepala Nia pada bahunya.


"kalau Oma tetap ingin di panggil Oma, gak mau di panggil yang lain!" sahut Oma.


"panggil Mama Grandma!" ucap Mama.

__ADS_1


"kenapa gak Grandmall sekalian, biar bisa belanja di kamu!" seloroh Oma. Mama terdiam dan memanyukan bibirnya.


"baikah, kita tinggal cari nama yang bagus untuk anak kita sayang!" ucap Ello mengecup pucuk kepala Nia.


"masih lama Ello sayang, nanti saja kalau perutku sudah kelihatan gendut. Baru kita fokus ke nama anak kita!" sahut Nia.


"bukankah Mas Ello di panggil Oma Mars, nama planet kan. Biar sama kenapa gak di kasih nama Pluto, Jupiter, Venus, Atau Sagitarius..." cetus Bi Susi saat mengantar minuman pada pemilik rumah, lalu meletakkan di atas meja.


"ha....ha..." semua pun tertawa keras dengan saran Bi Susi.


"Sagitarius bukan planet Bi, itu zodiak!" ucap Nia dengan tertawa.


"he..he..zodiak itu buat foto kan Mbak?"


"itu jenenge kodak alias kamera Bi..." seru Mama yang makin tertawa keras.


"astaga Bi Susi, kamu dulu sekolahnya di mana!" ketus Oma.


"ya di sekolahan lah, Oma ini gimana sih!" sahut Bi Susi. Mama semakin tertawa terpingkal pingkal dengan jawaban polos Bi Susi.


"lebih baik, kamu siapkan makan siang!" pinta Oma tegas.

__ADS_1


Sepergian Bi Susi, Oma tertawa tiada henti. Keluarga yang sangat humoris, membuat Nia terhibur dan bisa tertawa bahagia. Tapi juga membuatnya kesusahan, jika kedua tetuanya berdebat hanya karena masalah kecil. Karena jika sudah berdebat, sangat susah melerainya.


Selesai makan siang Nia dan Ello pamit pulang ke rumah Pak Ilham. Sebenarnya Nia mengajak ke kedai untuk bantu bantu Ayahnya, namun Ello melarangnya. Karena Nia sudah terlihat lelah, sesampainya di rumah Ello segera mengajak Nia istirahat.


__ADS_2