Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 78. Debat di butik


__ADS_3

Mereka sudah sampai di butik langganan Oma, sampai detik ini Nia masih merasa nyaman. Oma dan Bu Sanjaya tidak berdebat, dan Nia di belikan banyak pakaian muslim untuk Ibu hamil. Namun setelah setengah jam di dalam butik, para karyawan mulai di buat pusing oleh mereka berdua.


"itu warnanya gak cocok di kulit Nia, Ne...terlalu mencolok!" ucap Oma saat menyuruh Nia mencoba baju yang Bu Sanjaya pilih.


"cocok kok, jadi kelihat makin cantik menurutku." jawab Bu Sanjaya.


"itu jelek Ne, gak cocok buat Nia yang kalem dan anggun!" protes Oma lagi.


"baiklah, aku mengalah...." dengus Bu Sanjaya kesal. Beliau meletakkan kembali baju itu pada tempatnya.


Dua jam sudah berlalu, membuat Nia kelelahan hanya di suruh duduk di sofa yang di sediakan pihak butik. Apa lagi dia merasa pusing, dengan perdebatan Oma dan Mama. Hanya masalah warna dan model pakaian untuk Nia, yang di pilih Bu Sanjaya, mereka harus bertengkar.


Di luar butik ada Ello yang baru datang menyusul mereka ke butik, dia masuk ke butik dengan langkah tergesa gesa. Dan benar dugaan Ello pasti Oma dan Mamanya, akan membuat Nia merasa pening. Dia meninggalkan pekerjaannya demi menyusul istrinya yang sedang pergi bersama Oma dan Mamanya. Sedari tadi dia tidak fokus dalam pekerjaannya, fikirannya terus memikirkan Nia. Ello menggelengkan kepalanya, saat melihat Oma dan Mamanya berdebat. Lalu dia melihat istrinya yang duduk di sofa dengan menyandarkan tubuhnya, dan dengan tangan yang memijat pelan kepalanya.


"sayang, kamu gak apa apa kan?" ucap Ello yang kini duduk di samping Nia. Nia tersentak, lalu dia tersenyum saat melihat Ello di sampingnya.


"aku baik baik saja, aku ke toilet sebentar. Dari tadi kebelet..." ucap Nia. Dia ke toilet, dan di antar oleh Ello.


"kenapa kamu bisa tiba tiba ke sini?" tanya Nia dengan langkah tergesa gesa menuju toilet.


"pelan pelan, jangan buru buru..." ucap Ello panik, dia menggandeng tangan Nia agar tidak terjatuh. "aku ke sini karena mau menyusulmu!" jawab Ello.


"terus pekerjaanmu bagaimana?" tanya Nia.


"aku sudah selesaikan sebagian, dan bisa aku lanjutkan nanti!" jawab Ello. Nia langsung masuk ke dalam toilet, sedari tadi dia menahan untuk buang air kecil.


"Mama sama Oma sudah membuatmu kesusahan, mereka harus mendapat hukuman!" ucap Ello dari depan pintu toilet.


"mereka tidak membuatku susah El, jangan kamu hukum mereka. Memangnya kamu tega menghukum mereka?" teriak Nia dari dalam toilet.


"mereka tidak menjagamu dengan baik, mereka justru asyik beradu. Tentu aku tega..."

__ADS_1


"mereka menjagaku dengan baik El, mereka hanya ada sedikit salah paham saat memilihkan baju untukku!"


"Oma Mama, lihat saja nanti ya...." gumam Ello dengan senyum penuh seringai.


**


"eh...Nia mana Ne...?" tanya Oma saat melihat Nia tak ada di tempat duduknya.


"mana Anne tahu Ma, dari tadi Anne di sini. Ini semua gara gara Mama..." jawab Bu Sanjaya kesal.


"kok Mama, kamu yang salah. Di bilang itu gak cocok buat Nia, ngeyel....!"


"terus saja salahin Anne," dengus Bu Sanjaya. "Mbak, lihat menantu saya yang tadi duduk di sofa?" tanya Bu Sanjaya pada salah satu karyawan butik.


"tidak Bu," jawab karyawan.


"kalau Mbak, juga lihat tidak?" kini Oma bertanya pada karyawan yang melayaninya tadi.


"gawat, Nia hilang. Jangan jangan ada yang menculiknya, Mars bisa marah..." ucap Oma panik, beliau mondar mandir dan berfikir.


"Mama bisa tenang tidak, jangan panik. Biar Anne telepon Nia!" jawab Oma.


"ya sudah, cepat telepon dia. Mama takut terjadi apa apa dengannya," ucap Oma sambil minum air yang di berikan oleh karyawan.


Nia sudah keluar dari toilet, Ello langsung menghampirinya dan menggegam lembut tangan Nia. Mereka melangkah keluar, dan masih terdengar suara perdebatan Oma dan Mama. Mereka menghentikan langkahnya, dan Ello mendengar Oma dan Mamanya sedang panik. Ello pun langsung tersenyum nakal.


"kita di sini dulu." ucap Ello yang kembali mengajak Nia ke belakang.


"bagaimana, di angkat tidak?" tanya Oma panik dengan mengetuk pelan pada dahinya.


"tidak Ma...ini Nia ngambek, atau di culik Ma?" tanya Bu Sanjaya yang juga ikut panik.

__ADS_1


"kamu jangan menakut nakuti Mama!" ucap Oma dengan memukul lengan Bu Sanjaya. "kalau Ello tahu, pasti dia akan marah besar. Kalaupun di culik, siapa yang berani menculik menantu Sanjaya." ucap Oma geram, dengan mengeratkan gigi atas dan bawahnya.


"siapa lagi kalau bukan cah gend*ng itu!" cetus Bu Sanjaya yang mulai suudzon.


"Alan maksudmu?" Bu Sanjaya pun mengangguk.


drt drt drt


"Ello telepon Ma!" ucap Bu Sanjaya dengan tangan gemetar karena panik.


"haduh....pasti dia menanyakan Nia." ucap Oma pasrah.


"angkat tidak Ma?"


"angkat saja, tapi jangan bilang Nia hilang. Bilang saja Nia baik baik saja," Pinta Oma.


"ha-halo..."


"hallo Ma, Nia kemana Ma. Kok Ello telepon dari tadi gak di angkat angkat. Nia baik baik saja kan Ma?" tanya Ello dari toilet, sembari menahan tawanya. Sedang Nia hanya menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ni-Nia sedang memilih baju sama Oma, ini Mama lagi di toilet. Nanti saja teleponnya, Mama sakit perut!" Bu Sanjaya langsung memutuskan sambungan. Beliau panik, jika Ello tahu pasti mereka akan dihukum.


"mbak, cek cctv!" pinta Oma.


"iya cek cctv, kenapa tidak kepikiran dari tadi." ucap Bu Sanjaya dengan menepuk jidatnya.


"makanya berfikir, jangan panik di gedein!" ketus Oma pedas.


"kaya Mama gak panik aja," protes Bu Sanjaya. "pinginnya menang sendiri, huft..." gumam Bu Sanjaya.


Mereka mengikuti karyawan masuk ke sebuah ruangan untuk mengecek cctv dari komputer. Sedang Ello, tertawa puas di depan toilet butik.

__ADS_1


"keterlaluan kamu El," Nia pun keluar dengan wajah kesalnya.


__ADS_2