Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 122. Keluarga besar


__ADS_3

Siang hari di rumah Papa Jaya, seluruh keluarga besar tengah berkumpul di sana. Ayah dan Ibu Lena juga ikut serta karena semalam mereka di ajak menginap di rumah Papa oleh Mama. Begitu juga dengan Ayah dan Alan, mereka ikut berkumpul karena ada yang ingin di sampaikan pada Nia.


"Bagaimana malam pertamamu? Pasti asyik.." Bisik Ello pada Zacky.


"Kepo banget," ucap Zacky yang duduk berdampingan dengan Lena. Lena tidak mau terlihat kaku di depan orang tuanya. Mereka pun kompak untuk pura pura romantis dengan duduk bersebelahan dan tangan saling menggenggam.


"Gak sopan sekali kamu bicara seperti itu sama bosmu!" Bisik Ello.


"Ini di rumah bukan di kantor, apa perlu aku bicara formal di depan semua keluarga?"


"Awas kamu Zac," bisik Ello kembali.


"Kalian ada apa bisik bisik berdua?" Tanya Oma mengagetkan.


"Gak apa apa Oma,"


"Ngomong ngomong, dahimu kenapa Zac?" Tanya Oma penasaran, beliau merasa jika itu adalah ulah Lena. Bahkan beliau merasa malam pertama Zac dan Lena tidak berjalan mulus. Karena Oma tahu betul mereka berdua seperti apa.


"Ah..ini tadi pagi jatuh waktu mau masuk ke kamar mandi kepentok pintu." Elak Zac.


"Heleh..pasti itu perbuatan Lena!" Gumam Oma dalam hati.


"Lain kali hati hati Nak," ucap Ibu Lena.


"Iya Bu.." jawab Zac santun.


"Ya sudah, Ello cepat kasih tahu Zac dan Lena tujuan berkumpul di sini." Pinta Papa tegas.

__ADS_1


"Zac..sebenarnya ini sungguh berat untukku, tapi aku harus mengatakannya dengan sangat berat hati. Walau sesungguhnya aku tak rela tapi aku harus terpaksa merelakan. Aku harus rela kehilangan dan mengikhlaskan. Karena aku harus rela melepaskan. Yaitu melepaskanmu untuk pergi ke Ibu Kota." Ucap Ello dengan wajah yang begitu serius dan kata kata yang begitu dia hayati.


"Lebay banget kamu El, minta Zac untuk mengelola hotel dan restaurant di Ibu Kota saja bicaranya bertele tele. Nadanya seperti mau di tinggal kekasihmu pergi saja." Seloroh Mama.


"Iya Ma, aku sampai deg degan." Ucap Zac.


"Zacky memanglah kekasih Babang Ello di kantor Ma.." Imbuh Nia.


"What..?" Pekik Tante Binti, sembari memegang dadanya. Membuat semua orang sempat panik.


"Jangan kaget seperti itu Bin," ucap Mama sambil merangkul Tante.


"Maaf Tante, Nia hanya bercanda. Di kantor mereka memang selalu dekat dan nempel terus seperti perangko dalam pekerjaan. Hingga membuatku cemburu karena mereka itu seperti sepasang kekasih. Dan karena Babang Ello begitu menyayangi asistennya dia sedikit berat melepaskannya." Jelas Nia.


"Aku itu hanya menyayangi cara kerjanya yang bagus, bukan menyayangi orangnya ya..jangan salah paham semuanya!" Sahut Ello dengan bergidik.


"Aku pikir kamu mengagumi ketampananku,"


"PeDe sekali kamu, tampan dari hongkong." bisik Lena pada Zac.


"Tampan dari Korea," seloroh Zac di telinga Lena. Membuat Lena melotot dan ingin rasanya dia mencubit Zacky.


"Kalian berdua mesra sekali.." Puji Ibu Lena saat melihat Lena berbisik di telinga Zac.


"Terima kasih Bu," ucap Zac kaku.


"Kalau begini kami benar benar sangat bahagia," ucap Ayah Lena. Sedang Lena hanya tersenyum dengan canggung.

__ADS_1


"Jangan khawatir Pak..mereka itu memang pasangan yang serasi dan selalu kompak, pastinya mereka akan selalu bahagia." Sahut Mama yang langsung mendapat cubitan kecil dari Oma yang duduk di sebelahnya.


"Aw..aw.." pekik Mama spontan.


"Ada apa?" Tanya Ibu Lena.


"Oh..tidak apa apa Jeng..hanya ada tungau yang kurang kerjaan menggigit pinggul saya. Ini Bibi kurang bersih membersihkan sofanya," Elak Mama.


"Awas kamu Ne, mertua di kata tungau." Gumam Oma dalam hati.


Mereka pun melanjutkan pembicaraannya tentang kepindahan Zac ke Ibu kota agar bisa selalu bersama dengan Lena. Awalnya Zac menolak, namun dirinya memikirkan kesehatan Mamanya dan juga perasaan mertuanya. Dan supaya mereka tidak curiga tentang pernikahan terpaksanya ini. Setidaknya Zac membalas budi pada Lena karena sudah mau menuruti permintaan Mamanya.


Dan juga Alan yang memberikan sebuah Resortnya yang berada di kota Tangerang untuk Nia. Tidak ada maksud lain untuk mendapat simpati dari Nia dan semuanya, karena itu tulus Alan lakukan sebagai tanggung jawab seorang laki laki sejati. Entah mengapa dia mendirikan Resort tersebut untuk Nia. Yang pasti dia memang tulus memberikan Resort itu dan memang Nia berhak menerimanya.


Dia juga mengatakan jika dirinya juga memberikan salah satu kafenya untuk Lala. Karena dirinya juga ingin fokus merawat dan menemani Ayahnya di Bandung.


"Anggap saja ini hadiah untuk calon keponakanku!" Ucap Alan saat Nia ragu untuk menerimanya.


"Terimalah Nak, Ayah akan sedih jika kamu menolak pemberian kakakmu!" Ucap Ayah Ilham.


"Tapi Yah.."


"Terimalah sayang, gak apa apa. Kakakmu terlihat tulus memberikannya pada kita, gak baik menolak rejeki!" Sahut Ello yang merasakan jika Nia merasa ragu. Mungkin karena tidak enak pada dirinya.


"Aku tidak memberikannya untukmu, aku kasih itu semua untuk adik dan calon keponakanku!" Sahut Alan yang mengerti maksud Ello untuk membuat Nia agar tidak merasa sungkan lagi.


"Ha..ha..aku pikir untukku," seloroh Ello yang membuat semua tertawa.

__ADS_1


"Terima kasih Mas, aku mau menerimanya karena kita saudara. Dan aku hanya berharap semoga kelak kamu menemukan kebahagiaanmu!" Akhirnya Nia pun mau menerimanya, dia tidak mau melihat Ayah sedih. Dan Alan memberinya untuk persaudaraan mereka.


"Aamiin.." Ucap semuanya kecuali Lena.


__ADS_2