Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 112. Kucing janda langka


__ADS_3

Malam hari Nia dan Ello sudah berada di kamarnya. Sedang Lena lebih memilih tidur di hotel, karena dia masih takut kejadian aneh itu terulang lagi. Walau dia tahu jika itu Bibi, tapi dia masih saja merasa takut.


"Sayang..apa ini keputusan terbaik buat mereka. Apa mereka akan bahagia menikah tanpa adanya cinta?" Tanya Nia dengan mengusap rambut Ello yang berbaring dan meletakkan kepala di pangkuannya.


"Entahlah Sayang, semoga saja ini keputusan yang tepat untuk mereka. Semoga saja mereka bisa bahagia dan saling cinta seiring berjalannya waktu. Kasihan Tante Binti jika sampai kambuh lagi dan terjadi sesuatu padanya. Dia Tante satu satunya yang ku punya. Dan aku tak sanggup melihat Zac harus sedih kehilangan Mamanya."


"Sepertinya kamu begitu menyayangi Zac, sampai sampai gak sanggup lihat Zac sedih."


"Tentunya, karena jika Zac sedih dan sampai dia frustasi. Terus dia tidak mau lagi bekerja denganku, itu sangat merugikanku. Karena tidak akan ada orang yang mampu menjadi asisten yang bisa ku andalkan sepertinya." Celetuknya, yang langsung mendapat pukulan dari Nia.


"Aku kira kamu itu bener bener tulus sayang pada sepupumu, ternyata karena pekerjaan." Ucap Nia kesal.


" Kamu itu sangat menggemaskan. Aku hanya bercanda sayang, tentu aku sangat menyayangi Tante Binti dan Zac." Ello mencubit gemas pipi Nia yang semakin hari semakin chubby.


"Gimana kalau Lena mengalami apa yang aku alami, kasihan Lena Bang. Biarpun dia itu wanita tangguh, tapi dia juga punya hati Bang. Pasti akan terluka jika dia di acuhkan oleh Zac,"


"Kamu tenang saja, sedingin dinginnya Zac dia tidak mungkin tega menyakiti Lena. Bahkan tak akan mungkin dia menghianati Lena, kau tahu sendirilah tanpa aku jelasin."


"Iya aku paham, dia kan seperti Kakaknya yang suka malu malu kucing." Ucap Nia.


"Gak apa apa malu malu kucing, yang pasti aku sudah mendapatkan kucing janda yang sangat langka." Ucap Ello menggoda Nia dengan mencolek colek pipi Nia.


"Jangan genit.." Ucap Nia menyingkirkan tangan Ello. "Jika aku Kucing janda langka, kamu apa?"


"Aku kucing perjaka yang haus akan kasih sayang dari kucing janda langka!" Seru Ello dengan terkekeh.


"Dasar KingBul," seloroh Nia.


"Apaan KingBul?"


"Kucing Bule yang suka kibul," Nia tertawa ria. Sedang Ello hanya tersenyum bahagia melihat Nia tertawa seperti itu.

__ADS_1


"Kamu memang istri yang pintar. Kamu harus selalu bahagia Sayang," Ello memeluk Nia dan menciuminya dengan penuh kasih.


"Tapi Lena.." Dia berhenti tertawa dan kembali mengingat Lena.


"Lena dan Zac akan baik baik saja, ini sudah keputusan mereka. Yang terpenting saat ini Tante kembali sehat seperti sedia kala, mungkin pernikahan Lena dan Zac yang dia inginkan dan menjadi obat penyembuhnya." Ucap Ello lembut.


"Ya sudah aku lelah mau istirahat," Nia pun membaringkan tubuhnya yang terasa lelah. Dengan posisi memunggungi Ello, itu adalah posisi ternyaman buatnya.


"Sayang..aku masih ingin ngobrol denganmu." Ucap Ello yang ikut berbaring dan memeluk Nia dari belakang sambil mengusap perut Nia. "Waw..mereka bergerak, mereka begitu aktif Sayang. Apa kau merasa kesakitan saat anak anak kita menendang perutmu?" Tanya Ello memelas, dia gak bisa membayangkan betapa sakitnya Nia.


"Ini tidaklah sakit, aku justru senang mereka begitu aktif. Mungkin mereka sedang bermain dan bercanda di dalam sini, atau mungkin mereka sedang berghibah. Karena Ayahnya tidak menciumnya dan tidak mengajari mereka berdoa sebelum tidur,"


"Uluh uluh..maafkan Ayah Sayang, Kalian jangan bertengkar ya. Yang rukun, Ayah sayang pada kalian. Ayah bacakan doa sebelum bobok buat anak anak Ayah, terus kalian bobok yang anteng. Supaya Bunda juga nyenyak tidurnya,"


"Iya Yah.." Sahut Nia bersuara seperti anak kecil yang menggemaskan.


Ello pun membaca doa sebelum tidur tepat di depan perut Nia. Lalu dia menciumnya dengan penuh kasih, kemudian mengusap usapnya sampai Nia benar benar terlelap.


"Terima kasih Sayang, kamu tidak pernah menyusahkan suamimu ini, padahal aku sangat siap siaga dan tak keberatan jika kamu meminta yang aneh aneh. Bahkan kamu tidak pernah mengeluh sedikit pun rasa sakit saat bayi kita menendang setiap waktu. Kau Ibu yang hebat, aku sangat sangat mencintaimu. I love you Neng Geulis," ucap Ello sambil mendaratkan kecupan di kening Nia.


"Kamu belum tidur?" Tanya Ello, namun Nia tak menjawab dan sudah mendengkur halus.


"Ternyata dia mengigau, ah..itu artinya dia sangat sangat mecintaiku, buktinya dalam tidur dia menyebut Babang Bule. Itu kan aku, dia sedang memimpikan aku." Ucap Ello senang, dia pun memeluk Nia sampai dia pun ikut terlelap.


.


.


.


Pagi hari Nia sudah menyiapkan sarapan pagi yang di bantu oleh Bibi. Sedang Ello duduk dan sudah tidak sabar untuk memulai sarapan yang di buat oleh istrinya.

__ADS_1


"Jangan lupa makan siangnya di habiskan." Ucap Nia saat meletakkan kotak nasi di samping tas kerja Ello.


"Siap Nyonya.." Ucap Ello dengan hormat.


"Bagus.."


**


Seusai sarapan Ello pun langsung berangkat, karena ada meeting pagi di hotelnya. Zacky pun sudah datang menjemput Ello.


"Loh Zac, kamu bukannya masih cuti buat jagain Tante. Kok sudah masuk?" Tanya Nia.


"Ini permintaan Pak Ello, Bu." Ucap Zac lemas.


"Jika Zac kerja, siapa yang jagain Tante Babang?" Tanya Nia dengan berkacak pinggang.


"Kamu tenang saja Sayang, ada Lena yang sudah ku minta jagain Tante. Aku sangat membutuhkan Zac untuk meeting hari ini!" Jawab Ello.


Nia pun mengerti dan langsung meraih tangan Ello dan menciumnya. Ello juga memeluk Nia dan mencium pucuk kepalanya dengan penuh kasih. Zac yang melihat keromantisan Ello dab Nia hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah. Kini Ello dan Zac pun sudah berada di dalam mobil menuju hotel.


...


"Pasti kamu sudah tidak sabar menikahi Lena, dan melakukan keromantisan seperti aku dan Nia barusan." Ucap Ello.


"Biasa saja," sahut Zac singkat.


"Jika aku dan Lena sudah menikah, apa aku dan dia akan romantis seperti itu." Zac pun membayangkannya. "Dasar asisten songong, berani beraninya kau menciumku. 'plak..'"


"Aw..aw..sungguh sadisnya," teriak Zac memegang pipinya dan mengerem kendaraannya secara mendadak. Hingga membuat Ello tersungkur dan terpentok.


"Zac..kau bisa hati hati tidak." Teriak Ello dan mengusap keningnya yang terasa sakit.

__ADS_1


"Maaf Pak, tadi ada kucing lewat." Elak Zac, dia pun kembali melajukan mobilnya.


"Kucing?" gumam Ello sambil mengelus keningnya.


__ADS_2