Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 113. Kejutan untuk Ayah


__ADS_3

Seminggu yang lalu tepatnya saat Ayah dan Alan pergi meninggalkan panti. Alan dan Ayah kembali ke Bandung tanpa mampir ke salah satu Kafe, Distro ataupun Resortnya terlebih dulu. Namun sesampainya di Bandung, Alan langsung pamit pada Ayah untuk pergi beberapa hari.


"Kenapa mendadak seperti itu?" Tanya Ayah.


"Ada sesuatu yang harus aku kerjakan Yah, dan itu tidaklah bisa di wakili oleh asisten ataupun karyawan yang lain. Dan ini harus aku selesaikan secepatnya," jawabnya dengan tersenyum pada Ayah.


"Apa tak sebaiknya kamu pergi esok hari saja, istirahatlah dulu. Kita baru sampai," bujuk Ayah. Karena beliau juga sangat lelah, pergi pagi dan malam hari baru sampai di Bandung lagi.


"Aku tidak apa apa Yah, nanti sampai rumah aku pasti akan segera istirahat."


"Ya sudah, kembalilah secepatnya!" Pinta Ayah dengan menepuk pundak Alan.


"Alan akan secepatnya kembali ke Bandung, dan akan selalu di dekat Ayah!" Alan pun memeluk tubuh Ayah dengan penuh kasih, begitu juga Ayah. Membalas pelukan putranya dengan penuh kasih, Alan pun pergi dan mengemudikan sendiri mobilnya menuju Ibu Kota. Pak Ratno tadinya sudah menawarkan diri, namun Alan menolaknya. Karena menurutnya Pak Ratno lebih baik menemani Ayah di rumah.


Tengah malam Alan sudah sampai di rumahnya, tepatnya rumah yang pernah dia tempati bersama kedua mantan istrinya. Dia berbaring di sofa ruang tengah, dan menatap langit langit ruangan.


"Aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. Dan secepatnya harus aku selesaikan, agar tak ada lagi beban di pikiranku." Gumamnya, dan kini dia telah tertidur lelap di atas sofa.


Dan setelah seminggu ia di Ibu Kota dan urusannya sudah sedikit selesai. Dia pun kembali ke Bandung.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Alan saat masuk ke rumah Ayah.


"Wa'alaikumsallam.."Sahut Ayah yang sedang duduk di ruang tamu. Betapa bahagianya beliau mendengar ucapan salam yang sangat lembut dari mulut anaknya.


"Kamu sudah kembali Al," ucap Ayah saat Alan mencium tangan beliu.

__ADS_1


"Sudah Yah, urusan Al sudah hampir selesai. Aku juga sudah memutuskan untuk membuka usaha di Bandung, agar bisa dekat dengan Ayah.." Ucap Alan.


"Kamu serius?" Tanya Ayah.


"Alan seirus Yah,"


"Lalu bagaimana dengan usahamu di Ibu Kota dan Tangerang?"


"Sudah Al urus Yah, semua tetap akan berjalan. Nanti Ayah akan tahu dengan sendirinya, yang pasti aku ingin membuka Resort dan Kafe di Bandung. Aku ingin selalu di dekat Ayah dan tidak akan pernah jauh dari Ayah."


"Jika menurutmu itu yang terbaik, Ayah akan selalu mendukungmu. Tapi, Ayah hanya ingin memberi tahu padamu. Nia dan Lala sudah bukan istrimu, selama ini kamu tidak pernah adil terhadap mereka. Alangkah lebih baik jika kamu memberikan salah satu usahmu untuk mereka, walau semua itu tidak akan bisa menebus kesalahanmu. Setidaknya kamu bertanggung jawab sebagai seorang laki laki yang baik!" Pesan Ayah yang berharap Alan bisa mengerti, apa lagi saat ini Lala sedang kesusahan mencari pekerjaan kembali.


Alan hanya tersenyum, senyuman yang tak bisa Ayah tahu apa artinya. Setidaknya beliau sudah memberi tahu Alan, entah Alan akan melakukan apa yang beliau sampaikan atau tidak. Yang pasti sebagai seorang Ayah, beliau sudah memberi tahu yang baik untuk anaknya.


Pagi hari di ruang makan, Ayah dan Alan sedang sarapan bersama. Pak Ratno dan Bu Sri mengamati ke akraban antara Ayah dan Alan. Mereka turut bahagia melihatnya.


"Semoga saja ya Bu, sebenarnya dia itu anak yang baik. Hanya saja mata hatinya sempat tertutup oleh ambisi dan obsesi, tanpa peduli betapa sakitnya orang tuanya. Kita doakan yang tebaik untuk keluarga Pak Ilham yang begitu baik terhadap kita Bu." Ucap Pak Ratno.


"Iya Pak," Bu Sri pun menyapu air matanya yang sempat terjatuh.


.


.


Kini Alan sudah sampai di tempat usahanya yang baru, dia membeli tempat itu sudah satu bulan yang lalu. Dan hari ini sudah resmi di buka, dan hari ini juga dia membuka dua kafe. Dan dia juga akan memberi kejutan lain untuk Ayahnya.

__ADS_1


"kita mau kemana Al?" Tanya Ayah yang tidak tahu Alan akan membawanya kemana.


"Nanti Ayah juga akan tahu, yang pasti kita akan datang ke suatu tempat yang spesial untuk Ayah." Ucap Alan.


Kejutan yang sudah Alan siapkan sejak lima bulan yang lalu, dan kejutan ini juga di bantu oleh Pak Ratno. Setelah hampir empat jam perjalanan, mereka pun sampai pada tujuan. Ayah begitu terpesona dengan suasana pantai yang begitu ramai, namun pandangannya terhenti pada sebuah bangunan elok di depannya.


"Wiguna Resort.." Ucap Ayah saat membaca nama Resort tersebut.


"Ini adalah Resort Ayah,"


"Maksudnya?" Tanya Ayah bingung.


"Ini kejutan untuk Ayah, Resort ini aku dedikasikan untuk Ayah." Ucap Alan dengan mata yang berkaca kaca, begitu juga dengan Ayah.


"Untuk Ayah..?" Tanya Ayah yang langsung di jawab senyum dan anggukan Alan, mereka pun langsung berpelukan. Ayah benar benar tak menyangka jika Alan melakukan ini, setahu beliau. Alan hanya akan mengejar ambisinya untuk dirinya sendiri.


Beliau benar benar bersyukur, setelah banyak ujian yang terlewati. Kini beliau bisa merasakan bahagia yang benar benar nyata bersama anaknya. Merasakan kebaikan dan ketulusan dari seorang Alan yang dulunya sangat sangat egois itu.


Alan begitu bahagia melihat Ayahnya yang tersenyum bahagia itu. Senyum yang beberapa bulan itu tak pernah beliau perlihatkan di depannya.


"Bukan ini yang Ayah minta darimu Al, tapi Ayah menginginkan kamu menjadi anak yang baik. Anak yang bertanggung jawab dan tak mengecawakan Ayah lagi."


"Aku tahu itu Yah, aku hanya ingin mendedikasikan Resort ini untuk Ayah. Alan janji akan menjadi anak yang baik, dan menjadi laki laki yang bertanggung jawab Yah." Sahutnya. "Aku harap Ayah mau menerimanya,"


"Terima kasih Al, Ayah akan menerimanya." Jawab Ayah yang membuat Alan berbunga bunga dan kembali memeluk Ayahnya.

__ADS_1


"Semoga akan selalu seperti ini," gumam Pak Ratno yang ikut merasakan kebahagiaan itu. Pak Ratno mengusap air matanya yang menetes.


__ADS_2