
"Nia..apa kabarnya?" Sapa Lala lembut.
"Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana kabarnya?" Ucap Nia yang tak kalah lembut.
"Alhamdulillah baik Nia,"
Tak berselang lama Ridho datang seorang diri dan ikut bergabung. Dia hadir karena Pak Ilham adalah Ayah bagi Nia sahabatnya. Ridho menyapa dan memberi selamat pada kedua mempelai lalu ia bergabung dengan Nia dan Ello. Ridho hanya menyapa Nia dan Nia juga menyapa Ridho kembali, mereka pun mengobrol asyik.
Sedang Ello dan Ridho tak saling tegur sapa, mereka saling buang muka. Itu karena kejadian tiga tahun lalu yang membuat mereka sama sama kesal. Ello kesal akibat di prank oleh Ridho, sedang Ridho kesal karena Ello marah marah padahal dia sudah menolong anak dan istrinya. Dan lebih menyebalkannya ponselnya hancur karena Ello. Walau nasib ponselnya mengenaskan, tapi dia tetap dapat gantinya.
"Kalian kenapa sih..?" Tanya Nia yang melihat dua sahabat saling buang muka.
"Kalau bukan karena menghormati Nia, aku males datang kesini. Ujung ujungnya ketemu sama orang yang sudah memukulku tiga tahun lalu." Ketus Ridho.
"Aku juga malas ketemu sama orang yang sudah berani beraninya merekam diriku yang kesusahan!" Ucap Ello yang tak kalah ketusnya.
"Astaga..yang lalu biarlah berlalu, kalian mirip anak kecil. Lagian rekaman dari Ridho membuktikan betapa cintanya kamu sama aku!" Ucap Nia dengan memeluk mesra Ello.
"Dan kamu Dho..ponselmu kan sudah di ganti sama Ello." Imbuh Nia.
"Iya sudah di ganti, tapi video momen langka itu hilang... dan parahnya bekas pukulannya membekas di hatiku!" Ucap Ridho yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ello.
"Sialan kamu Dho..kamu marah cuma gara gara itu!" Ucap Ello dengan menendang kaki Ridho.
"Cuma kamu bilang El..." Teriak Ridho yang langsung dihentikan oleh Nia.
"Stop..kalian gak malu di lihat banyak orang? Ayolah..jangan seperti anak kecil!" Rengek Nia dengan memohon.
Dan akhirnya Ridho dan Ello pun berpelukan, pernikahan Alan dan Melly pun berjalan lancar. Akhirnya kebahagiaan hadir di kehidupan Alan dan Ayah. Alan yang menemukan cinta sejatinya, dan Ayah menemukan menantu yang tulus menerima Alan apa adanya.
__ADS_1
Akhirnya mereka berenam berbincang bincang, sedang Bulan dan Bintang di ajak Mama bermain bersama Oma. Mereka pun menjadi pusat perhatian keluarga termasuk Lena yang sampai saat ini masih terlihat jutek terhadap Lala.
"Bisa bisanya mereka seakrab itu, aku jadi empet lihat muka si Lala yang sok manis itu!" Ucap Lena dengan menyunggingkan bibirnya.
"Emang dia manis kan.." Timpal Zacky yang langsung mendapat cubitan dari Lena.
"Aw..ampun Len..bercanda! Pekik Zacky.
"Awas saja kamu berani puji puji wanita lain!" Ancam Lena dengan menunjukan kepalan tangannya.
"Iya..iya.."
.
.
.
Pagi hari selesai sarapan Nia mengajak sahabat sahabatnya berkumpul di teras rumah Ayah. Mereka mengobrol dan tertawa bersama, suasana nampak hangat dengan tawa mereka. Disana ada Nia dan Ello, ada Alan dan Melly, ada Lena dan Zacky, ada Ridho yang datang sendirian dan ada Lala yang masih merasa canggung berkumpul dengan mereka.
"Sayang Jo gak bisa datang, coba kalau datang pasti tambah seru.." Ucap Lena dengan melirik sinis Lala.
"Biarlah, dia sedang mengurus anak dan istrinya yang bawel!" Timpal Ridho.
"Emang anak kamu gak bawel Dho?" Tanya Nia.
"Tentu saja bawel, kalau sudah dua minggu gak pulang kerumah. Pasti dia akan menghubungi Papanya yang tampan ini dan menyuruhnya cepat pulang!" Ucap Ridho bangga.
"Hiyuh...Kalau aku jadi anakmu, sudah kuminta, Papa gak usah pulang lagi kerumah!" Timpal Ello.
__ADS_1
"Itu namanya anak nakal!" Ucap Ridho, mereka pun tertawa.
"Sekarang tinggal dimana La?" Tanya Nia yang penasaran, karena Lala merahasiakan tempat tinggalnya yang sekarang.
Ya...tepat satu bulan setelah kejadian yang menimpa Nia, Lala pamit pergi pada semua orang. Termasuk Bu Dina sekeluarga. Tepatnya setelah semua kesalah pahaman Mama Anne yang menuduh Lala penyebab kecelakaan Nia terjadi. Namun setelah Mama Anne meminta maaf karena sudah menuduh Lala, itu juga karena Nia dan Ello yang merengek terus terusan. Lala pergi dan meminta maaf pada semua orang karena dirinya pernah melakukan kesalahan yang membuat banyak orang menderita, Termasuk Nia. Keputusannya untuk pergi sudah bulat dan sudah ia pikirkan matang matang, jauh sebelum bertemu dengan keluarga barunya.
Setelah tiga tahun dia pergi, ini pertama kalinya dia berjumpa dengan Nia dan yang lainnya. Kecuali dengan Bu Dina yang selalu Lala kunjungi setiap satu bulan sekali. Keputusannya pergi adalah ingin memulai kehidupan baru, dan memulai hidup yang lebih baik dari sebelumnya.
"Jauh Nia, nanti kalau sudah waktunya pasti aku kasih tau dimana aku tinggal." Jawabnya yang membuat Nia paham akan yang dipikirkan mantan madunya itu.
"Baiklah, aku mengerti!"
Nia dan Lala mengobrol sambil bermain dengan si kembar. Sedang Ello mengobrol dengan Ridho dan para tetua. Sedang Lena dan Zacky sibuk mendiamkan Langit yang rewel karena kantuk. Kebahagiaan terlihat jelas di tiga keluarga besar yang berkumpul dan sudah menjadi keluarga sendiri. Segala syukur Alan panjatkan, masa lalu dia coba lupakan walau itu mustahil untuk di lupakan oleh kedua orang yang sudah ia sakiti. Antara Nia dan madunya kini ia jadikan mantan madu itu saudaranya sendiri.
Diantara mereka kini menyambung tali silaturahmi dengan menjadi kakak adik. Tentunya itu menjadi kebahagiaan keluarga, tidak ada kebencian yang membuat luka satu sama lain.
Mereka semua berkumpul dan berfoto bersama keluarga besar sebagai kenang kenangan. Gambar yang memperlihatkan senyuman kebahagiaan keluarga besar. Kehangatan menghampiri setelah kedinginan terlewati. Tidak ada penderitaan yang tidak berlalu, karena kebahagiaan pasti akan cepat datang untuk mengusir derita. Ayah Ilham terlihat paling bahagia, akhirnya beliau bisa merasakan kehangatan keluarga yang sesungguhnya dengan anaknya.
Mereka semua juga mendoakan Lala agar cepat dipertemukan dengan jodoh terbaiknya. Namun Lala belum memikirkannya, dia memilih untuk sendiri sampai waktu yang tak bisa ia tentukan.
.
.
.
Dear pembaca setiaku, makasih sudah setia menunggu updatenya. Othor sibuk didunia nyata sampai gak sempet up dan nyelesain ceritanya.
Alan sudah menikah, pasti banyak pembaca yang gak suka Alan bahagia nich😀. Kalau gak bahagia, end nya kelamaan ntar. Kasian Alan juga manusia😀 dia juga mau bahagia. Relain ya.
__ADS_1