Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 91. Usaha Alan mendapat maaf Ayah


__ADS_3

Di tempat lain, kini Alan memberanikan diri untuk menemui Ayahnya. Dia berdiri di depan Kafe Wiguna, sebelum melangkah masuk dia menarik panjang napasnya kemudian ia hembuskan dengan perlahan. Kemudian dia melangkah dan masuk ke dalam kafe dan langsung menuju ke ruangan Ayahnya.


"Assalamu'alaikum.." Ucap Alan saat masuk ke ruangan Ayah tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.


"Wa'alaikumsallam.." Sahut Ayah dengan melihat wajah Alan walau sekilas saja.


"Alan merindukan Ayah, apa boleh hari ini Alan menemani Ayah di kafe?" Tanya Alan yang sudah duduk berhadapan dengan Ayah.


"tidak perlu, aku bukan anak kecil yang harus di temani." Jawab Ayah ketus tanpa melihat Alan.


"Alan akan tetap di sini, Alan hanya ingin mengobati rindu Alan dengan terus memandangi Ayah!" Alan tak menghiraukan kata kata pedas Ayahnya, dan dia tidak mau pergi dan tetap duduk dan terus menatap wajah Ayahnya.


Ayah diam tak menjawab, beliau sebenarnya juga sangat merindukan Anaknya. Tidak ada salahnya memberi Alan kesempatan, setiap hari beliau selalu mendapatkan pesan dari Nia agar mau memaafkan Alan. Menurut Ayah mungkin ini saatnya beliau harus membuka hatinya untuk memaafkan anaknya. Dan beliau juga ingin melihat kesungguhan Alan, beliau tidak ingin tertipu untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Hari ini Alan seharian berada di kafe Ayah, dan seharian ini dia mengikuti Ayah kemana pun Ayah melangkahkan kakinya. Menyapa setiap pengunjung yang datang atau pun pengunjung yang sedang menikmati pesanan mereka. Bahkan ke meja kasir bolak balik pun Alan mengikuti Ayah, bahkan dia meminta Ayah untuk duduk dan dia yang melayani pengunjung di meja kasir.


"maafkan Ayah, bukan maksud Ayah untuk mendiamkanmu Al. Hanya saja Ayah sangat sangat menginginkanmu benar benar mau berubah, dan Ayah tidak ingin kamu melakukan kesalahan seperti sebelumnya. Ayah ingin melihat kesungguhanmu Al, semoga yang Ello katakan tentang perubahanmu itu benar Nak. Ayah akan sangat bahagia jika kamu mau berubah untuk menjadi anak dan pria yang baik." Gumam Ayah dalam hati. Bathin Ayah menangis saat menatap Anak lelaki yang beliau dan mendiang istrinya rawat sedari kecil hingga dewasa itu.


"Ayah doakan, kamu bisa mendapatkan jodoh yang tepat. Wanita baik yang benar benar kamu cintai dan kamu harapkan!" tak terasa buliran bening pun mengalir di pipi Ayah. Beliau menyeka lembut air matanya dan langsung menyembunyikan wajah sedihnya, agar tak di lihat oleh Alan.


**


"andaikan dulu aku tidaklah egois dan tidak menikah lagi. Pasti Nia akan tetap duduk di kursi itu dan Ayah akan selalu bahagia. Dan suasana rumah tidak akan sedingin ini, Ayah hanya diam wajahnya tampak dingin tanpa senyuman darinya." gumamnya dalam hati.


Selesai makan malam, Ayah langsung masuk ke dalam kamar. Beliau meninggalkan Alan yang masih duduk di ruang makan, beliau juga tidak menghiraukan panggilan Alan. Alan tidak putus asa, dia mengikuti Ayahnya dan masuk ke dalam kamar Ayahnya.


"Ayah..apa Ayah sangat membenci Alan? Alan tahu Yah, jika Al banyak salah. Apa pintu maaf dari Ayah sudah tertutup untukku? Alan akan siap menerima hukuman apa pun dari Ayah, jika itu bisa membuat Ayah memaafkan Al!" Kini dia duduk di samping Ayah yang sedang termenung di tepi ranjang.

__ADS_1


Ayah hanya terdiam tak menjawab semua kata kata Alan. Ingin rasanya Ayah memeluknya, namun mengingat anaknya yang pandai bersilat lidah. Beliau mengurungkan niatnya, beliau ingin melihat kesungguhan Alan terlebih dulu.


"keluarlah, aku ingin istirahat!" Pinta Ayah yang langsung berbaring di atas ranjang dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"baiklah Yah, aku keluar. Selamat istirahat...!" Ucap Alan sembari mengecup kening Ayahnya, lalu dia keluar dari kamar Ayah dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan.


Sepergian Alan, Ayah kembali meneteskan air matanya. Beliau menangis dengan memeluk foto Ibu dan Alan.


"Ayah sangat menyayangimu Al, Ayah bisa berkata membencimu. Tetapi dalam hati Ayah yang terdalam tidak akan pernah bisa membencimu. Tidak ada orang tua yang membenci anaknya walau anaknya selalu melukai orang tuanya, Ayah hanya kecewa denganmu bukan membencimu Nak. Ayah hanya ingin kamu menunjukan kesungguhanmu pada Ayah, Ayah sangat merindukanmu. Ayah sangat menyayangimu Nak, Ayah sudah memaafkanmu jauh jauh sebelum kamu meminta maaf pada Ayah. Walau Ayah bersikap dingin, tetapi dalam hati Ayah sudah memaafkanmu. Ayah harap kamu tidak lagi membuat Ayah dan mendiang Ibumu kecewa lagi Nak!" Ucap Ayah lalu mengecup foto itu.


Ayah pun terlelap sambil memeluk foto orang terkasihnya. Saat Alan kembali ke kamar Ayahnya dia pun tersenyum bahagia saat melihat Ayahnya memeluk pigura yang terlihat gambar dirinya sedang di peluk dan di cium oleh Ayah dan Ibunya.


"Ayah..Ibu...maafkan anakmu ini! Alan akan buktikan pada Ayah, jika Alan benar benar sudah berubah Yah. Alan sayang Ayah," Gumam Alan dengan meneteskan air matanya, lalu keluar dan kembali ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2