Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 57. Dia Pria Baik


__ADS_3

Di Bandung, Alan yang sudah sampai di rumahnya. Langsung mencari Ayahnya di seluruh ruangan hingga semua kamar dia masuki satu per satu. Namun sosok pria yang dia cari tak juga dia temukan, Bu Sri memberanikan diri menemui Alan.


"Aa, kesini mencari siapa?" tanya Bu Sri tegang.


"kebetulan ada Bu Sri, Ayah dimana Bu?" tanyanya.


"Ibu kurang tahu A', soalnya Bapak gak pulang pulang sudah hampir dua bulan." jawab Bu Sri jujur.


"dua bulannn," ucapnya terkejut yang di jawab anggukan oleh Bu Sri.


"itu artinya Ayah pergi bersama Nia dan membawa Nia pergi jauh, agar aku tak bisa menemui Nia lagi. Kenapa Ayah tega sekali menjauhkan aku dari Nia, jelas jelas Ayah tahu sekarang aku mencintai Nia!" gumamnya dengan penuh emosi di wajahnya.


"apa Bu Sri benar benar tidak tahu dimana Ayah dan Nia pergi?" tanya Alan penuh penekannan.


"Ibu bener bener gak tahu A', untuk apa Ibu bohong pada Aa. Apa selama ini Ibu pernah berkata bohong?" tanya Bu Sri dengan wajah memelasnya. Beliau sebenarnya tahu di mana Pak Ilham dan Nia. Namun beliau menjalankan sesuai perintah Pak Ilham, agar Alan tidak tahu dimana keberadaan mereka.


"apa Pak Ratno juga tidak tahu Bu?" tanya Alan lagi.


"Mas Ratno juga tidak tahu A', karena Bapak pergi juga tidak pamit. Beliau hanya mengirim pesan pada Mas Ratno, untuk nitip rumah dan kafe selama beliau belum kembali!" jawab Bu Sri.


Alan pun percaya pada perkataan Bu Sri, karena selama Bu Sri kerja di tempat Ayahnya. Beliau tak pernah berbohong dan selalu jujur, hingga Pak Ratno di angkat menjadi orang kepercayaan Ayahnya.


"arghhhhh...." Alan frustasi dan mengacak acak rambutnya dengan kasar. Lalu dia membanting semua barang barang di ruangan itu, Bu Sri yang ketakutan pun langsung berlari menuju dapur.

__ADS_1


"Ayah benar benar tega, aku akan tetap mencarimu Nia. Aku yakin aku bisa menemukanmu, percuma juga jika aku menemui Pak Ratno di kafe. Pasti jawabannya sama dengan Bu Sri, " kini Dia melangkah keluar dan mengendarai mobilnya kembali.


Bu Sri bernafas lega karena Alan sudah pergi, beliau takut jika Alan tak percaya dengan jawabannya. Lalu beliau menghubungi Pak Ilham, dan memberi tahukan semuanya pada Pak Ilham.


🌿🌿


Di tempat lain, Pak Ilham yang baru saja menerima panggilan dari Bu Sri hanya bisa menghela nafasnya dengan berat.


"ada apa Yah?" tanya Nia yang melihat Pak Ilham sedikit murung.


"Alan mencarimu ke rumah, hingga Bu Sri ketakutan karena Alan marah marah." ucap Pak Ilham.


"tapi Bu Sri tak apa apa kan Yah!" tanya Nia penuh kecemasan.


"Bu Sri tak apa apa, hanya saja Ayah takut Alan berbuat nekad yang bisa membahayakan Bu Sri dan Pak Ratno."


"Mas Alan sebenarnya laki laki yang baik Yah, hanya saja saat ini dia sedang di butakan oleh obsesinya. Kita harus berdoa agar Mas Alan bisa kembali menjadi pria yang baik dan menjadi anak yang baik untuk Ayah. Nia harap Ayah juga harus bisa menerima Lala sebagai menantu Ayah, agar Mas Alan tidak lagi mengejar ngejar Nia terus Yah. Mungkin Mas Alan seperti itu karena Ayah tidak mau menerima Lala!" Nia berusaha membuat Pak Ilham untuk menerima kehadiran Lala.


"Ayah hanya takut Alan salah pilih pasangan hidupnya!" ucap Pak Ilham getir.


"Ayah, Lala itu perempuan baik. Dia juga selalu bersikap baik pada Nia Yah, dia juga pasti akan bersikap baik pada Ayah..."


Pak Ilham hanya terdiam, beliau masih belum bisa menerima kehadiran perempuan yang membuat putrinya merasa hancur.

__ADS_1


🌿🌿


Lima bulan telah berlalu, hari hari Nia di penuhi dengan kebahagiaan. Oma yang selalu mengunjunginya setiap hari, hingga membuat Nia merasa hidupnya begitu bahagia di kelilingi banyak orang yang begitu menyayanginya.


Saat pernikahan Sinta di adakan tiga bulan lalu, Nia hanya bisa mengucapkan lewat video call. Sejujurnya dia ingin hadir di pernikahan Sinta, namun karena keadaan yang tidak memungkinkan. Dia hanya mengucapkan selamat dan mengucapkan terima kasih atas semua bantuannya melalui video call.


Bahkan kini Nia dan Ello sering bertemu karena Ello sering pulang ke Jogja dan mengunjungi Nia dan Pak Ilham.


"Nak, Ayah lihat Ello itu pria yang sangat baik Nak." ucap Pak Ilham saat Nia tengah duduk di teras rumah.


"Ello memang baik Yah, bahkan saat masih kuliah dulu dia selalu baik pada Nia dan Lena. Walau dia tahu aku dan Lena hanya anak orang tak berada, tapi tak membuat dia menjauhi Nia dan Lena. Bahkan dia selalu melindungi Nia saat ada yang membully Nia dan Lena!" ucap Nia jujur.


"maksud Ayah bukan hanya baik seperti itu, dia pria baik dan bertanggung jawab. Dia terlihat dewasa dan menurut Ayah dia bisa di percaya untuk melindungimu dan anak anakmu kelak!" tutur Pak Ilham.


Nia terdiam dan mencerna semua perkataan Pak Ilham tentang Ello. Tentang maksud melindunginya dan anak anaknya kelak.


"cobalah kamu membuka hatimu kembali Nak," ucap Pak Ilham dengan mengelus lembut kepala putrinya.




Maaf mengganggu sebentar🙏

__ADS_1


Terima kasih untuk pembaca yang sudah berkenan membaca ceritaku dan juga setia menunggu up cerita ini.


🙏🙏Terima kasih banyak ya kak😘😘 sehat selalu untuk kk kk semua Aamiin ❤❤❤


__ADS_2