Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 93. Mbak Kunti


__ADS_3

"Ello..maksud aku itu butiran debu.." Teriak Lena yang berhasil membuat Nia tertawa.


"lagu dong," kelakar Ello dengan tertawa bahak.


"jadi kamu belum punya kekasih?" Tanya Mama girang.


"belum Tante.." Teriak Lena dengan suara memelas.


"kebetulan sekali, keponakan Om Jaya hari ini juga pulang dari Ibu Kota. Besok Tante kenalkan mau tidak?" Tanya Mama.


"Anne berapa kali aku katakan, jangan suka menjodoh jodohkan orang!" Tegas Oma dengan menatap tajam Mama.


"Lenanya aja mau, kenapa Mama melarang. Iya kan Len..?"


"i-iya Tante,"


"kalau Lena mau, ya sudah. Kenalkan saja," ucap Oma yang berhasil membuat Mama senang.


Hari sudah malam, Mama Papa dan Oma pun undur diri. Dan di rumah tinggallah Ello, Nia dan Lena yang masih duduk di ruang keluarga.


"ayo tidur sayang..sudah malam, ngantuk nih!" Ajak Ello yang dirinya sudah mengantuk dan terus terusan menguap.


"kamu tidur saja dulu, aku masih ingin ngobrol sama Lena. Kamu tahu sendiri, kita berdua sudah lama..banget gak ngobrol." Ucap Nia dengan wajah memelasnya.


"besok lagi ngobrolnya, ini sudah malam. Gak baik Ibu hamil tidur malam malam, nanti di datangi Mbak Kunti."


"bercandanya kelewatan, masa iya di datengin Kunti." Sahut Nia, namun Lena yang bergidik ngeri.

__ADS_1


"klek.." Suara pintu terbuka, dan terdengar suara sandal terseret.


"suara apa El, apa rumahmu itu sehoror ini." Ucap Lena yang mengusap usap tengkuknya, dan mata yang berkeliaran ke seluruh ruangan.


Mata mereka tertuju pada sosok bayangan di dapur, dan saat bayangan itu keluar dari dapur dan sosok itu tampak jelas. Berbaju putih, berambut panjang, wajahnya pun putih serasi dengan bajunya. Mambuat Lena berteriak sekencang kencangnya.


"setann...." Teriak Lena dan Ello bersamaan dan langsung berlari ke kamar masing masing. Sedangkan Nia masih duduk santai dan tertawa.


"setan..di mana setan..?" Tanya Bibi kebingungan dan langsung menghampiri Nia di ruang tengah.


"tidak ada Bi, mereka berdua kebanyakan nonton film horor. Sampai sampai Bibi, di kata setan." Ucap Nia sambil tertawa terpingkal pingkal.


"he..he..maaf Nyonya, Bibi tadi lagi maskeran. Terus Bibi kerasa haus, ya Bibi keluar ambil minum di dapur. Maaf ya Nyonya.." Ucap Bibi dengan membungkukkan tubuhnya.


"tidak apa apa Bi, ya sudah aku ke kamar duluan Bi!" Pamit Nia yang masih saja tertawa.


"cantik cantik di kata setan, Sultan katarak!" Seloroh Bibi di dalam kamarnya.


**


"gila..ini rumah serem amat, ada manusia lagi asyik asyik ngobrol e...makhluk astral nongol. Apa mungkin dia kesepian jadinya dia pingin ikut nimbrung manusia," Lena di dalam kamarnya berbicara sendiri dan bergidik ngeri.


"nyesel aku mau nginap di sini, rumahnya angker." Gerutu Lena yang sudah menutup seluruh tubuh dan kepalanya dengan selimut.


**


Nia kini sudah masuk ke dalam kamar sambil tertawa, membuat Ello merinding. Karena tawanya yang tak biasa, mulut Ello pun komat kamit membaca doa doa.

__ADS_1


"Allahu la ilaha illahuwal hayyul-qayyum, la ta' khuzuhu sinatuw wa la na'um." Ello terus melanjutkan membaca ayat kursi, sedangkan Nia semakin tertawa melihat tingkah suaminya itu.


"suami aneh," Nia pun mendekati Ello dan Ello pun mundur dan menjaga jarak dari Nia. Nia terus terusan tertawa dan dia terus melangkah maju hingga tubuh Ello terpentok dinding. Ello terus membaca ayat kursi dan memejamkan matanya saat dia di kurung oleh Nia. Dia mendekatkan wajahnya pada Ello, hingga bibir hidung dan mata saling menempel. Ello memejamkan matanya dengan perasaan takut.


"Astaghfirullah hal adzim..suamiku pikir aku ini kerasukan!" Teriak Nia di depan wajah suaminya, dia kembali tertawa dan langsung berbaring di atas ranjang. Ello yang mendengar istrinya berkata istighfar, langsung tersadar dan membuka matanya.


"Sayang..kamu tidak apa apa?" Tanya Ello dengan mencolek lengan Nia.


"hm..aku lelah tertawa terus pipiku pegal dan perutku sakit, istirahatlah." Jawab Nia dengan tangan kanan mengusap usap perutnya, dan tangan yang kiri mengusap pipinya yang pegal.


"sayang..aku pikir kamu kemasukan tu setan,"


"tadi aku sudah berkenalan dengannya," ucap Nia sambil memejamkan kedua matanya.


"berkenalan, kamu ada ada saja." Sahut Ello bergidik, lalu dia berbaring di samping Nia dan menutup seluruh tubuh dan kepalanya.


"aku memang berkenalan, besok aku kenalkan dengannya!" Nia terus saja meledek Ello.


"jangan bahas itu lagi, cepat tidur!" Pinta Ello yang langsung memeluk erat Nia dari belakang, hingga membuat Nia sulit bergerak.


"kau mau membunuhku," cetus Nia dengan mendorong tubuh Ello.


"mana mungkin aku tega membunuh istriku,"


"jika kamu memelukku seperti itu, aku sulit bergerak dan bernapas Kangbul Sayang.." Ucap Nia.


"maafkan aku Sayang..aku akan memelukmu lembut." Ucap Ello. Mereka pun berbaring kembali, Ello memeluk dan mengusap perut Nia lembut hingga Nia pun tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2