Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 83. Lagi lagi ulah Oma dan Mama


__ADS_3

🌞


🌞


Pukul 05.00.WIB, Oma keluar kamar dengan wajah yang memerah. Dia membuka kasar pintu kamar tamu, namun beliau tidak menemukan apa yang beliau cari. Kamar tersebut kosong, dan di dalam rumah tampak sepi. Beliau keluar menuju teras, hanya ada Melly yang sedang menyapu halaman rumah.


"Mel, di dalam sepi. Pada kemana?" tanya Oma.


"oh...semua pergi jalan jalan keliling kampung Oma.." jawab Melly.


"kenapa mereka tidak membangunkanku!" lirih Oma yang masih terdengar oleh Melly.


"tadi sudah bangunin Oma, tapi Omanya gak bangun bangun. Jadinya di tinggal deh..." sahut Melly dan kembali meneruskan kegiatannya.


"masa...." Oma menggaruk tengkuknya.


"kalau Oma mau nyusul, biar aku temani!" tawar Melly.


"tidak...tidak...lebih baik Oma kembali ke kamar!" tolak Oma


Oma kembali ke kamar Ello dan Nia, beliau memilih membersihkan diri dari pada lari pagi atau jalan santai keliling kampung. Selesai mandi Oma duduk dan membaca majalah di teras yang di temani secangkir teh manis.


"wah...Oma sudah bangun..." ucap Ello menghampiri Oma dan menyeruput teh milik Oma.


"aw...aw...kasar kali Omaku ini..." seloroh Ello saat tangannya di pukul Oma.


"itu teh Oma, kalau mau. Ya buat sendiri!" ucap Oma yang kembali fokus pada bacaannya.


"pelit sekali.." gerutu Ello.


"biar saja," sahut Oma dengan bibir melengos.


"sudah..pagi pagi sudah bertengkar. Lebih baik para wanita memasak, kita para pria sudah lapar." ucap Papa.


"siap Pa," sahut Nia dan langsung melangkah menuju dapur.


"sayang...sebaiknya kamu istirahat dulu, kamu terlihat lelah!" ucap Ello saat berlari menyusul Nia.


"aku tidak lelah, aku juga sudah lapar. Jadi aku mau masak, sebaiknya kamu membantuku sayang!" ucap Nia dan bergelayut manja pada tangan Ello.

__ADS_1


"dengan senang hati, jika yang bantuin kamu Oma dan Mama apa jadinya masakanmu. Pasti rasanya ambur adul." dia bersemangat membantu Nia memasak.


Ello membantu mengiris sayuran, sedang Nia mengupas dan mengiris bumbu yang di perlukan. Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang mengintip mereka dari luar dapur.


"sana kamu saja yang bantuin Nia..." bisik Oma sembari mendorong dorong tubuh Mama.


"Mama saja yang bantuin, Anne kan gak bisa masak Ma...nanti tangan mulus Anne jadi kapalan!" ucap Mama yang gantian mendorong tubuh Oma.


"kamu saja Ne, sekali kali nurut kata Mama kenapa sih!" Oma lagi lagi mendorong tubuh Mama, namun Mama menahan kuat kuat dorongan Oma.


"Mama saja...Anne selalu nurut sama Mama. Mama saja tak pernah mengakui kebaikan Anne..." gerutu Mama yang kembali mendorong tubuh Oma, dan Oma tetap bertahan untuk tidak terdorong. Dan terjadilah dorong mendorong di antara duo MM(mertua dan menantu).


"brukk.....aw...aw...." pertahanan mereka runtuh dan mereka tersungkur dan saling menimpa. Oma jatuh dengan posisi tengkurap sedang Mama tengkurap di atas tubuh renta Oma.


"ha..ha...Mama...Oma..." ucap Ello dengan tertawa terpingkal pingkal, sedang Nia menggelengkan kepalanya dan menghampiri mereka. Nia pun membantu membangunkan Oma dan Mama secara bergantian.


"menantu gend*ng," gerutu Oma yang jalan kedingklangan karena lututnya terasa sakit.


"salah Mama, kenapa mendorong Anne duluan. Ya Anne dorong kencang sekalian, malah kaki Anne kesandung!" ucap Mama dengan entengnya. Sedang Ello masih tertawa dan air matanya pun keluar karena banyak tertawa.


"cucu gak ada akhlak, Omanya jatuh bukannya bantuin. Malah tertawa di atas sakitnya Oma," gerutu Oma sambil memukul lengan Ello.


"Oma sama Mamamu tadi lagi menghayal jadi mermaid. Makanya tiduran di lantai," sindir Mama.


"kalau mau jadi mermaid jangan di lantai, sana di kolam renang apa di pantai," sahut Ello dengan terkekeh kembali.


"kamu ini, udah tahu Mama sama Oma jatuh. Pakai nanya lagi, dah gitu tertawa riang. Gak berperi kekeluargaan!" sahut Nia dengan mencubit pinggang Ello.


"ampun...sayang...ampun, aku cuma bercanda. Lagian kenapa kalian bisa terjatuh?"


"Mamamu yang mendorong Oma, makanya jatuh!" jawaban Oma berhasil membuat Mama kesal dan menghentak hentakan kakinya di lantai.


"Mama..kenapa aku terus yang di salahin. Mama duluan yang mendorong Anne,"


"stop...pagi pagi sudah bikin keributan, kenapa lagi?" tanya Papa yang menghampiri mereka karena kegaduhan terdengar hingga dari teras.


"istrimu di suruh bantuin Nia masak tidak mau, malah mendorong tubuh Mama sampai jatuh.." tuduh Oma.


"bohong Pa, Mamamu bohong. Orang aku duluan yang di dorong ya udah aku dorong balik, e.e..jatuh berdua dua." jelas Mama dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"mau siapa yang mulai duluan, tetap saja kalian berdua sama sama salah!" ucap Papa tegas. Oma dan Mama pun menunduk, dan menerima hukuman yang Papa berikan.


**


Satu jam kemudian, semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan.


"tara....sarapan sudah..." seru Oma dan Mama bersamaan.


Semua yang sudah kelaparan dan ingin segera makan, dengan sekejap rasa lapar mereka musnah. Karena melihat sarapan pagi mereka di atas meja makan yang tidak sesuai harapan.


"apa apaan ini," ucap Papa kaget.


"menu sarapan lah..." jawab Oma dan Mama enteng.


"makanan apaan ini item semua..." sahut Ello menatap jijik pada masakan Oma dan Mama.


Masakan mereka terlihat gosong, telur gosong, oseng mi juga gosong, membuat capcay juga masih mentah dengan cabe utuh bawang merah dan putih juga utuh tanpa di iris. Bahkan membuat roti bakar pun gosong, membuat semua tidak berselara makan. Sedang Nia berhasil tertawa dengan kelakuan Oma dan Mama. Papa pun menyesal sudah memberi mereka hukuman dengan cara membuatkan sarapan pagi. Padahal beliau tahu mereka tidaklah ahli dalam memasak, mereka hanya ahli dalam percekcokan.


"Ello..kenapa mereka hanya ahli dalam bertengkar, sedikit pun tidak ada ke ahlian untuk memasak. Papa menyesal menyuruh mereka masak,"


"Ello juga menyesal menyetujui hukuman Papa, lapar lapar deh kita semua!"


"sudah sudah, kita bisa beli sarapan di luar." ucap Ayah menengahi.


"tidak usah Yah, biar Nia masak lagi!" Nia pun beranjak dan di susul Melly.


"he..he.." Oma dan Mama hanya nyengir tanpa rasa bersalah.


"Oma dan Mama harus belajar memasak pada Nia..!" pinta Papa.


"iya..." sahut mereka lemas.


"tapi jangan membuat istriku kesusahan!" ucap Ello, walau pada akhirnya peringatannya selalu di abaikan Oma dan Mama.


"sekarang Oma sama Mama makan masakan kalian!" perintah Papa.


"tidak...." teriak Oma dan Mama bersamaan. Mereka berlari masuk ke dalam kamar tamu, dan menguncinya dari dalam.


"ha..ha..mereka saja tidak mau makan masakannya sendiri, apa lagi kita." seloroh Ello dengan terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2