Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 130. Siapa namanya?


__ADS_3

"Astaga Zac, kasihan sekali ponakanku ini!" Ucap Mama yang merasa kasihan pada Zac yang terduduk lemas di sofa.


"Jangan meledekku Ma, ini benar benar sakit!" Ucap Zac dengan bersandar.


"Biar Mama obatin!" Ucap Mama.


"Gak usah Ma, bukannya sembuh makin parah iya lukaku!" Ucap Zac, namun tidak di hiraukan Mama yang sudah keluar meminta perawat mengobati Zac.


Zac pun kini tengah di obati oleh perawat, sedang yang lain sedang bercanda ria menyambut Zac junior.


"Siapa namanya Len?" Tanya Mama antusias.


"Yang pasti bukan benda benda angkasa!" Sahut Zac.


"Sialan kamu Zac, nama anak anakku itu semua ada artinya." Ucap Ello kesal tidak terima ada yang menjelek jelekan anaknya.


"Artinya menerangi gelap malam kan!"


"Haduh..gak ada Oma, malah kalian yang bertengkar!" Ucap Tante, Ello dan Zac terdiam.


"Siapa namanya Len?" Tanya Mama penasaran.


"Langit.." Jawab Lena.


"What?" Pekik Zacky.


"Ha..ha..yang pasti bukan benda benda di langit!" Ejek Ello dengan tertawa.


"Kalau gak ada langit, gak akan ada bulan dan bintang!" Sahut Lena.


"Nama ini bukan kesepakatan kita istriku.."


"Tapi itu nama yang sudah aku siapkan sendiri suamiku!"


"Sudah jangan protes, mau kamu di pecat jadi Bapaknya?" Ucap Ello, Zac pun menggeleng.


"Bapak yang pintar!" Ucap Ello yang menghampiri Zac dan menepuk nepuk pundak Zac.


"Kenapa hanya karena nama jadi debat seperti ini, ayo pulang. Kasihan Nia dan Oma pasti kerepotan jagain Twins B." Ajak Papa yang ingin memisahkan Ello dan Zac agar tidak lagi saling mengolok olok.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Setelah tiga hari dirumah sakit, kini Lena dan babynya akhirnya bisa kembali ke rumah. Sesampainya di rumah Lena dan Babynya sudah di sambut oleh Nia dan kedua anak kembarnya. Mereka datang bersama Ello, Mama dan Oma, sedang Papa harus masuk kerja karena ada rapat penting.


"Emes.." Seru Bulan saat melihat Baby Lena tidur dan menggeliat.


"Bulan pingin adek baby?" Tanya Tante Binti antusias. Bulan pun mengiyakan pertanyaan Tante.


"Mereka sudah pingin adek Nia, cepat buatlah lagi. Siapa tahu kembar lagi," seru Tante dengan tertawa.


"Tante saja yang hamil lagi, siapa tahu kembar." Sahut Ello yang baru masuk ke kamar Lena.

__ADS_1


"Sembarangan kalau ngomong!" Protes Tante Binti.


Semua yang ada di kamar pun ikut tertawa, sedang Zacky yang baru bergabung hanya diam dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa bingung karena tidak tahu mereka mentertawakan apa.


"Bintang kemana?" Tanya Zacky yang tak melihat Bintang di kamarnya.


"Biasa dia sama dua Oma Oma rempong!" Sahut Tante Binti.


"Tumben sekali Bulan tidak di ajak Mama Anne," gumam Zacky.


"Bagaimana rasanya bersalin secara normal Len?" Tanya Nia penasaran.


"Biasa saja," ucap Lena percaya diri.


"Gak sakit kah?" Tanya Nia kembali.


"Gak!" Jawab Lena enteng, sedang Zac mulutnya kini sedang komat kamit mengumpat istrinya.


"Iya kamu gak sakit, aku yang sakit dan benar benar ikut merasakan rasa melahirkan seorang bayi." Sahut Zac.


"Kalau begitu enak dong lahiran normal, gak sakit tapi yang sakit suaminya." Ucap Nia polos.


"Kak Nia..lihat tanganku," ucap Zac dengan menunjukan tangannya yang masih membekas gigitan dan cakaran Lena.


"Kamu kenapa? Seperti di serang binatang buas?"


"Inilah maksud dari ikut merasakan melahirkan bayi. Sakitnya yang begitu dalam,"


"Jika Lena nanti melahirkan lagi, dia harus caesar biar aku tidak disiksa olehnya."


"Jadi kamu menyesal aku melahirkan secara normal? Suamiku aku bertaruh nyawa kesakitan demi melahirkan anakmu. Dan aku seperti itu tidak sengaja, aku saja tidak ingat jika aku melukai tanganmu!" Sela Lena kesal.


"He..he..maafkan aku istriku, terima kasih sudah berjuang untuk melahirkan buah cinta kita." Ucap Zac dengan mengecup pucuk kepala Lena.


"Maafmu di tolak suami.." ucap Lena.


"Baiklah, kamu boleh menggigit tanganku dan mencengkramnya sampai kamu puas! Biar kamu bisa memaafkanku!" Ucap Zac dengan mengulurkan kedua tangannya.


"Yakin?" Tanya Lena dengan menaikan alis sebelahnya.


"Ya..yakin." Ucap Zac dengan terbata bata dan tangan gemetar, mata terpejam dan siap untuk menahan sakit dari gigitan Lena.


"Oke..aku hitung sampai sepuluh, kamu tidak boleh teriak atau pun protes. Jika kamu teriak, jangan harap kamu bisa tidur di kamar ini bersamaku dan babyku." Ucap Lena yang membuat nafas Zac naik turun.


"Iya aku tidak akan teriak!" Jawab Zac lemas.


"Satu.."


"Dua.."


"Tiga.."

__ADS_1


"Empat.." Zac semakin gemetar, sedang Nia, Ello dan Tante hanya tertawa melihat wajah Zac yang memerah.


"Li..lima.."


"Siap ya.."


"En..nam.." Lena sudah tak tahan untuk tertawa melihat wajah Zac yang sudah pasrah.


"Cepat..ngitung satu sampai sepuluh saja lamanya berabad abad!" Gerutu Zac.


"Diam.."


"Tu..tut tut siapa hendak turun," ucap Lena bernyanyi ria meledek suaminya.


"Lena.." Bentak Zacky.


"Iya iya.." Ucap Lena.


"Tujuh.."


"Delapan.."


"Sem..sem..sem..bilan.."


"Sembilan seper empat," Ucap Lena yang kembali meledek. Sedang Zac wajahnya memerah dan hidung yang kembang kempis karena menahan kesal.


"Sembilan setengah.."


"Dia yang mau gigit, dia juga yang bertele tele. Huft.." Gerutu Zac.


"Sepul..luh..." Lena pun besiap untuk menggigit tangan Zac, dan Zac sudah lebih dulu meringis sebelum tangannya digigit. Lena tertawa geli melihat aksi Zac.


"Siap suamiku.." Lena pun membuka mulutnya, namun dia tidak menggigit tangan Zac tapi dia menjilat kedua tangan Zac. Dan Zac pun terkejut lalu membuka matanya, dia pun merasa jijik dengan apa yang Lena lakukan.


"Lena..kamu jorok sekali.." Pekik Zac dengan mengibas kibas kedua tangannya.


"Eits..aku sudah bilang jangan teriak atau protes, dan jangan pergi dari kamar ini dulu sebelum ku minta. Jika kamu keluar kamar ini atau kamu masuk ke kamar mandi, aku jamin kamu akan tidur di kamar mandi." Ucap Lena senang, Zac pun menurut dan dia terpaksa duduk lemas di samping Lena. Dia terus menatap geli pada tangannya yang penuh dengan air liur Lena.


"Hiuh..jorok banget kamu Len," Ucap Zac. Sedang Ello, Nia dan juga Tante memilih keluar kamar. Ello langsung menggendong Bulan dan menarik tangan Nia karena dia bergidik geli melihat sahabatnya itu.


"I love you so much my husband!" Ucap Lena dengan mencium pipi Zac yang sedang marah padanya. "Maafin aku ya..aku benar benar gak sengaja membuatmu terluka!" Ucap Lena dengan bergelayut manja pada Zac.


"Iya..aku paham, tapi aku bolehkan ke kamar mandi!" Tanya Zac yang masih menatap tangannya.


"Kamu cinta gak sih sama aku!" Gerutu Lena.


"Ya cinta lah, kalau gak cinta gak mungkin ada Langitmu!"


"Jangan di cuci tangannya!"


"Iya.." jawab Zac lemas.

__ADS_1


Lena pun tertawa melihat wajah memelas Zac, dia pun akhirnya menyuruh Zac mencuci tangannya. Dan meminta Zac untuk menggendong Babynya.


__ADS_2