Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 134. Darah tinggi Mama


__ADS_3

Sore harinya Oma dan Mama datang kerumah Ello untuk bermain bersama cucu dan cicitnya. Mereka tidak bisa alfa sehari saja untuk menemui si kembar. Bahkan saat Nia dan Ello mengajak si kembar ke Bandung untuk mengunjungi Ayah Ilham dan sekalian berziarah ke makam Ayah Ibu Nia. Biasanya mereka akan menginap dua hari, dan saat mereka pulang sudah pasti Mama dan Oma sudah menyambut di rumah mereka lebih awal. Meski pun Bulan dan Bintang sangat aktif dan usil. Namun Oma dan Mama tidak bisa sehari saja tidak bertemu dengan si kembar.


"I am coming Bulan Bintangnya Grandma.." Teriak Mama dengan suara yang cetar membahana.


"Bisa biasa saja gak kamu Ne..bisa bisa pecah gendang telingaku!" Ucap Oma kesal.


"His..." desis Mama sambil berjongkok dan melentangkan tangannya.


"Genma.." Teriak Bulan manja dan langsung lari memeluk Mama.


"Cucu kesayangan Grandma.." Mama pun berjongkok dan memeluk cucunya dengan gemas.


Sedang Bintang hanya bersedekap melihat Grandmanya yang memeluk manja adiknya. Dia kesal karena Grandma selalu mengganggunya saat bermain dengan adiknya.


"Genma bica gak cih, datangnya ntal aja!" Seloroh Bintang dengan memanyunkan bibirnya.


"Dengar tuh Ma.." ucap Ello.


"Astaga..Bintang itu sifatnya mirip Oma dan Ayahnya. Tidak suka jika Grandmanya senang sedikit saja!" Gerutu Mama.


"Itu karena Mama suka memaksa Bulan untuk ikut bermain dengan Mama dan menuruti perkataan Mama! Ujung ujungnya Bintang di tinggalin, dia itu gak mau di pisahin dari adiknya!" Ucap Ello menghampiri Bulan dan mengusap lembut kepala anaknya.


"Aish..menyebalkan, anak..Bapak..sama Mbah Buyutnya sama saja, menyebalkan!" Gerutu Mama, beliau pun akhirnya memilih duduk dan tidak mau berdebat.


"Sudah Ma..jangan marah marah," ucap Nia dengan membawakan minuman.


"Suamimu dan Omamu itu yang selalu membuatku darah tinggi. Kamu jangan membuatku darah tinggi juga Nia!" Ucap Mama sambil minum lalu menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Iya Ma.."Sahut Nia dan duduk di samping Mama. Sedang Oma dan Ello masih berdiri dan menatap sinis pada Mama dan Nia.


"Mars..suruh Nia turunin darah Mamamu biar gak ketinggian!" Celetuk Oma yang di sambut tawa oleh Ello.


"Kalau sudah begini, aku bingung mau belain siapa!" Gumam Nia dalam hati. "Mau tertawa takut Mama marah, kalau belain Mama takut Oma juga marah. Sungguh sungguh situasi yang sangat menyebalkan!"

__ADS_1


"Mama pikir darahku itu layang layang yang bisa di turun naikkan!" Gerutu Mama berkacak pinggang membuat Ello semakin tertawa.


"Minum minum Ma, Istighfar ya Ma!" Ucap Nia sambil memberi Mama minuman.


"Astaghfirullah hal adzhim, kenapa ada mertua seperti itu ya!" Ucap Mama yang langsung duduk kembali.


"Anne.." Teriak Oma.


"Minum minum Oma, duduk ya. Jangan berdebat di depan Bulan dan Bintang!" Ucap Ello dengan menuntun Oma untuk duduk.


"Kalau di depan Bulan Bintang, jangan berdebat! Takutnya mereka meniru yang kalian lakukan!" Ucap Ello.


"Iya.." Ucap Oma dan Mama lemas.


"Iya..! Ha..ha..udah mirip bocah saja," ucap Bibi yang melihat dari dapur.


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


"Sudah," jawab Ello lemas.


"Iya..Mama tahu itu salah Mama, nanti Mama bicarakan lagi sama Papa. Biar mobilmu di ganti oleh Papa."


"Bukan masalah ganti mobilnya!"


"Terus apa?"


"Tadi aku gak sengaja baca chat Lena di ponsel Zac, isinya begitu mengejutkan hatiku Ma. Ternyata itu mobil sudah penyok waktu di parkiran rumah sakit. Dan parahnya itu sepeda memang remnya blong!" Ucap Ello sedikit frustasi.


"Dasar Zacky, otak bisnisnya berjalan!" Geram Mama.


"Kenapa bisa kamu di bohongi Zac, Mars?"


"Namanya juga manusia Oma,"

__ADS_1


"Ngajakin perang si Zacky, sudah buat Mama ketakutan karena mobilnya penyok. Ternyata yang bikin penyok dia sendiri, awas saja, tak buat dia penyok penyok seperti mobilnya."


"Sudah ku balas Ma, ku kerjain balik tuh orang!" Ucap Ello.


"Kerjain gimana?" Tanya Mama penasaran.


Ello menceritakan apa yang dia lakukan terhadap Zacky. Mama dan Oma pun tertawa dan membayangkan betapa nelangsanya raut wajah Zacky. Sedang Nia hanya diam dan menghampiri Bulan dan Bintang yang sedang bermain berdua. Dan saat itulah ponsel Nia berdering dan Ello melihat ada pesan dari Ayah.


"Sayang..ada pesan dari Ayah!" Teriak Ello, namun Nia tidak mendengarnya. Dia tengah asyik bercanda gurau dengan anaknya, dan tertawa bersama.


"Sudah buka saja, istrimu kalau sedang asyik sama anak anakmu lupa segalanya!" Ucap Oma.


"Bentar lagi kamu yang akan di lupain!" Celetuk Mama.


"Itu tidak akan mungkin.." Ucap Ello bangga.


"Percaya diri sekali kamu El!"


"Diminta Ayah ke Bandung!" Lirih Ello saat membaca isi pesan dari Ayah.


"Tumben Ilham minta kalian ke Bandung, biasanya dia kalau sudah kangen cucunya dia yang ke sini!" Ucap Mama.


"Alan mau menikah kali!" Ucap Ello sambil mengutak atik ponsel Nia.


"Masa'.." Ucap Oma.


"Kali aja sih Oma.." Sahut Ello.


"Kirain beneran!" Ucap Oma.


"Mana laku orang gesrek seperti itu!" Ucap Mama yang langsung mendapat pukulan dari Oma.


"Kamu yang gesrek Ne.." Ketus Oma.

__ADS_1


__ADS_2