Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 108. Tante sakit (Lena dan Zacky)


__ADS_3

Satu minggu kemudian di rumah Tante Binti, terlihat jelas kesedihan di wajah Zacky. Dia tidak tega melihat Mamanya yang terbaring sakit sudah hampir seminggu ini. Bahkan sangat susah di bujuk untuk makan, di ajak ke rumah sakit pun beliau tidak mau. Zac merasa putus asa untuk membujuk Mamanya.


Bahkan Zac sudah satu minggu tidak masuk kerja, membuat Ello merasa keteteran dalam pekerjaannya.


Saat ini Mama Anne sedang di sana, beliau ingin melihat keadaan Tante. Dan ingin memberi tahu Zac jika Lena hari ini akan terbang ke Jogja.


"Mama makan ya Ma..biar cepat sembuh!" Bujuk Zack pada Mamanya.


"No..buat apa Mama makan," lirihnya yang berbaring memunggungi Zac.


"Ya biar Mama gak kelaparan lah." Celetuk Zac.


"Dasar anak gend*ng, Mamanya sakit itu di bujuk." Ucap Mama Anne dengan memukul bahu Zac.


"Dari tadi Zac ini ngebujuk Mama, emang yang kalian lihat aku ini ngapain." Protes Zac.


"Maksudnya kalau bujuk itu yang sungguh sungguh, Mama lihat kamu seperti gak ikhlas bujuk Mamamu agar mau makan." Ucap Mama Anne.


"Mama sayang, ayolah makan biar Zac suapi. Mama harus cepat sehat," bujuk Zac dengan bersikap lembut.


"Untuk apa sehat, biarkan saja Mamamu ini mati kelaparan. Mama sudah gak semangat hidup jika Mama tidak bisa memiliki menantu idaman Mama. Dan Mamamu ini sudah sangat menginginkan cucu,"


"Iya Ma, nanti aku akan cari menantu idaman buat Mama. Tapi Mama harus cepat sehat,"


"Aduh..Kak Anne..dadaku sakit!" Pekik Tante dengan memegang dadanya.

__ADS_1


"Binti..kamu kenapa? Aduh Zac..kau ini sungguh tega melihat Mamamu kesakitan seperti ini. Kau lupa apa yang di katakan dokter kemarin!"


Zacky pun mengingat apa yang kemarin di katakan dokter, jika penyakit jantung Mamanya kambuh. Maka nyawanya tidak akan tertolong, dan dokter berpesan agar tidak membuat Mamanya banyak pikiran yang bisa berpengaruh ke jantungnya. Zacky pun tersadar, saat ini dia hanya memiliki Mamanya. Dia tidak mau kehilangan Mamanya seperti saat dia kehilangan Papanya dulu.


"Mama..apa yang bisa Zac lakukan agar Mama sembuh? Mama menginginkan apa Ma?" Tanyanya dengan mata berkaca kaca.


"Mama ingin Lena..dan Mama hanya ingin di suapi olehnya!" Ucap Tante lirih layaknya orang sakit dan lemas. Mendengar kata Lena, Zac pun langsung terdiam.


"Kenapa Lena, kenapa tidak menginginkan mobil, rumah, emas, uang, atau apalah sejenisnya. Kalau perempuan kenapa gak Selena Gomez saja yang cantik. Kenapa harus menginginkan wanita bar bar itu Ma." Protes Zac.


"Selena Gomez, mimpimu jangan ketinggian Zac. Memangnya kamu bisa bawa Selena kesini, dan memangnya dia mau ikut denganmu." Ucap Mama.


"Enggak," jawabnya dengan tertawa kecil.


"Aduh sakit.." pekik Tante dengan memegangi dadanya.


"Cepat kau jemput Lena di Bandara dan bawa dia kesini!" Perintah Mama.


"Di Bandara," tanya Zac bingung.


"Iya di Bandara, Lena datang ke sini atas permintaan Ello. Karena ada yang harus mereka bahas, sudah jangan banyak tanya..sebaiknya kau jemput dia dan bawa ke sini. Jangan kau bawa dia ke Ello,"


"Kenapa Kak Ello gak bilang apa apa padaku." Gumam Zac dalam hati.


"Kenapa diam saja, cepat kau jemput dia!" Bentak Mama, Zac pun segera berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Zac berangkat sekarang Ma, akan ku bawa Lena ke sini untuk Mama." Ucap Zacky yang langsung berlari menuju mobilnya. Dia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sambil menghubungi nomor ponsel Lena jika dia yang akan menjemputnya.


**


Setelah sampai di Bandara, dia pun menghentikan mobilnya tepat di mana Lena menunggunya.


"Cepat masuk!" Pinta Zac dari dalam mobil. Dia enggan turun untuk membukakan pintu untuk Lena.


"Kau ini asisten songong, gak da sedikit pun menghargai seorang wanita." Gerutu Lena saat membuka pintu mobil belakang dan meletakkan kopernya di bangku. Saat dia mau duduk, Zac pun mengagetkannya.


"Jangan duduk di belakang, kau kira aku ini supirmu!" Gertak Zac, dengan kesal Lena membanting pintu mobil dan menurut untuk duduk di depan.


Di dalam mobil Lena hanya diam tak bersuara, dia memandangi jalanan dari balik jendela mobil. Dia merasa lelah, karena Ello memintanya datang dengan mendadak.


"Apa Kak Ello menyuruhmu ke sini?" Tanya Zac datar dan masih fokus pada kemudinya.


"Hm.." Sahut Lena malas.


"Apa ada pekerjaan yang harus di bahas mendadak seperti ini?"


"Hm.." lagi lagi Lena hanya menyahutinya malas.


"Kau ini di tanya hanya menjawab singkat. Apa kau sedang sariawan atau bau mulut, sampai malas menjawab!" Gerutu Zac.


"Mulutmu itu yang bau, sembarangan ngatain orang. Cantik begini di bilang bau mulut, dasar asisten songong. Kalau berkata tak pernah di saring, aku kesini diminta Ello untuk membahas pekerjaan yang katanya teramat penting. Ada lagi yang ingin kau tanyakan?"

__ADS_1


"Cukup cukup, giliran mau menjawab. Semua kata kata langsung di keluarkan,"


Dia pun mengutak atik ponselnya dan menghubungi Ello untuk meminta izin agar Lena di izinkan ikut dengannya sebentar. Setelah mendapat izin dari Ello, Zacky pun mengarahkan laju mobilnya menuju kediamannya. Lena pun menurut begitu saja, tanpa bertanya alasan Zac mengajaknya ke rumah. Dia merasa lelah untuk bertanya dan berdebat dengan Zacky, dia memilih tidur dari pada banyak bertanya pada Zacky.


__ADS_2