Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 126. Begitu terpukul


__ADS_3

"Sayang..sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Sabar ya sayang," ucap Ello dan terus mencium Nia dan mengusap usap perut Nia.


"Nia..sayang..kamu harus bertahan sayang, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit." Ucap Ello panik dan tangisannya semakin menjadi melihat istrinya yang tidak sadarkan diri di pangkuannya.


"Cepat Zacky...." Teriak Ello yang membuat Zac semakin panik, dan dia terus melajukan kendaraannya.


"Kak Nia, tolong bertahanlah Kak. Maafkan aku tidak bisa menjagamu dengan baik!" Gumam Zac dalam hati, dan tak terasa buliran beningnya pun menetes. Ia merasa begitu bersalah tidak bisa menjaga Nia dengan benar.


Sesampainya di rumah sakit, para perawat sudah menunggu Nia. Karena memang Ridho yang meminta mereka segera menyiapkan alat medis untuk Nia.


"Tenanglah El, kita para dokter akan berusaha menangani Nia dengan baik. Jadi aku mohon kamu di luar dan menunggu sampai kami selesai menangani!" Ucap Ridho saat mereka di depan ruang operasi.


"Tidak Dho..aku akan mendampingi Nia di dalam, aku tidak bisa meninggalkan dia berjuang sendirian!" Ucap Ello yang berusaha membrontak untuk masuk ke dalam. Namun di halangi oleh perawat laki laki, sedang Ridho berlalu dan segera masuk dan menangani sahabatnya.


"Maaf Pak, sebaiknya Bapak di luar." Ucap salah satu perawat perempuan.


"Gak Sus, saya ingin menemani istri saya. Tolong jangan melarangku,"


"Maaf Pak, ini sudah peraturan dari rumah sakit kami. Dan istri anda harus segera di operasi. Jika anda ikut masuk sedang keadaan anda sedang di penuhi kepanikan, itu akan mengganggu jalannya operasi Pak. Sebaiknya anda di luar, dan tenangkan diri dan berdoa untuk istri anda Pak." Ucap Perawat dan segera menutup pintu ruang operasi dan menguncinya.


"Nia..." Pekik Ello dan dia pun bersandar pada pintu dan duduk di lantai dengan memeluk lututnya.


"Yang tenang Kak, Kak Nia dan bayinya pasti akan baik baik saja!" Ucap Zac dengan mengelus pundak Ello.


"Ini semua tidak akan terjadi jika kamu menjaga Nia dengan baik Zac!" Ucap Ello dan dia memberikan pukulan pada wajah Zacky.


"Ello.." Teriak Lena yang datang bersama keluarga Johan dan juga Johan sendiri. Lena langsung membantu Zac yang terjatuh akibat pukulan Ello.


"Dalam keadaan seperti ini, seharusnya kamu tidak menyalahkan siapa siapa dulu El." Ucap Johan dengan memeluk sahabatnya.

__ADS_1


"Nia..." Ucap Ello putus asa, di dalam hatinya dia terus terusan menyalahkan dirinya. Jika saja dia tidak meninggalkan Nia di luar maka semua ini tidak akan terjadi.


Saat pintu ruang operasi kembali terbuka, Ello langsung menghampiri perawat yang keluar.


"Mana istri dan anak anak saya Sus?" Tanya Ello dengan melihat kebelakang perawat.


"Maaf Pak, karena pasien banyak kehilangan darah dan dia mengandung bayi kembar. Ibu dan juga bayinya dalam keadaan bahaya. Dan kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya, keputusan ada di tangan Bapak. Anda ingin kami menyelamatkan Ibu atau bayinya?" Tanya Perawat yang keluar dengan raut wajah yang panik.


"Nia begitu menginginkan kedua bayinya, begitu juga dengan diriku. Bagaimana bisa aku memilih salah satunya, aku sangat menyayangi dan menginginkan mereka. Jika anak anakku tidak terlahir selamat, bagaimana dengan Nia. Pasti dirinya akan sedih dan terus menyalahkan dirinya sendiri." Dalam hatinya ingin sekali dia berteriak.


"Bagaimana Pak?" Tanya Perawat kembali, karena Ello hanya terdiam kaku.


"Apa tidak bisa kalian menyelamatkan istri dan anak anakku!" Teriak Ello yang membuat perawat tersentak.


"Ello janganlah seperti itu, Nia sedang kritis dan harus segera melakukan operasi. Cepat kamu beri mereka keputusan," ucap Johan dengan mengelus pundak Ello.


.


.


.


.


Dua jam sudah berlalu, tapi pintu ruang operasi belum juga terbuka. Ello semakin panik, bahkan tangan dan seluruh bajunya yang di penuhi oleh darah Nia. Dia tidak mau mengganti pakaiannya sebelum dia melihat Nia baik baik saja. Zacky dan Johan terus berada di samping Ello yang tengah bersedih, wajah putus asa yang tak pernah mereka lihat dari Ello. Mereka ikut merasakan kesedihan yang Ello rasakan, betapa berartinya Nia untuk dirinya.


Ello terus menunggu dan mondar mandir di depan ruang operasi, dia begitu takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Nia. Hanya mondar mandir dan kembali duduk kembali untuk mengalihkan kepanikannya. Tapi itu tidaklah ampuh baginya.


"Ceklek.." Pintu ruang operasi pun akhirnya terbuka.

__ADS_1


"Selamat El, anak anakmu terlahir sehat dan selamat." Ucap Ridho saat keluar dari ruangan operasi.


"Apa maksud kamu Dho? Kalian memilih menyelamatkan anak anakku? Bagaimana bisa kamu tega membuatku kehilangan istriku? Dimana perasaanmu Dho, apa kamu dan dokter lainnya tidak bisa kerja dengan baik?" Teriak Ello yang langsung menarik kerah baju Ridho yang diiringi tangisan yang tak bisa terhenti.


"Maafkan aku El.." Ucap Ridho lemas, dan membuat semua orang di sana ikut menangis. Begitu juga Lena yang menangis histeris dalam pelukan Zacky. Sedang Ello melepas tangannya dari baju Ridho, dia kembali terduduk lemas seakan tubuhnya tidak ada tenaga untuk berdiri.


"Nia.." lirih Ello dengan air mata yang bercucuran. Tangan mengepal dan terus melampiaskan kesedihannya dengan memukulkannya pada dinding hingga tangannya terluka dan berdarah. Dia begitu terpukul, dia begitu rapuh, dia begitu emosi, bahkan dia seperti orang yang sedang kehilangan akal sehatnya.


"Arghh......" Teriak Ello.


Dia memukul kepalanya sendiri dan menampar nampar wajahnya dengan begitu kerasnya. Bahkan dia tidak mau mendengarkan teriakan semua orang. Siapa pun yang menyentuhnya atau berani menghentikan pukulannya. Maka mereka akan Ello dorong tanpa pedulikan pekikan mereka.


"Ello..gunakan akal sehatmu, kamu menyakiti dirimu sendiri El!" Teriak Johan yang pantang menyerah untuk membujuk Ello agar menghentikan aksinya.


"Ello..kamu tidak seharusnya seperti ini, dengarkan kata kataku El!" Teriak Ridho.


"Thania.." Teriak Ello.


🌿🌿


.


.


.


Kabur.....dari amukan para readers🙏🙏


Maafkan othor Thania

__ADS_1


__ADS_2