
Di depan gerbang ada kehebohan yang di buat oleh Bintang, Oma dan juga Mama. Bintang meminta Grandma untuk mengendarai sepeda milik Zacky yang di pakai olah raga setiap pagi. Mama yang memang tidak bisa naik sepeda, begitu merasa takut karena di paksa oleh Bintang. Bintang merengek dan menangis karena ingin melihat Grandma naik sepeda. Dan terpaksa Mama mau melakukannya demi cucunya.
"Iya..Grandma coba ya, tapi Bintang jangan nangis ya!" Ucap Mama ragu.
"Tuh dengar Bintang, Grandma siap menaiki sepedanya." Ucap Oma merayu Bintang supaya tidak menangis lagi.
"Yey..." Seru Oma dan Bintang bersamaan, dan Bintang meloncat loncat senang.
"Kenapa sifatnya seperti Mama sih, suka ngerjain orang lain yang gak bisa melakukan yang dia inginkan. Jangan sampai sifatnya seperti Mama yang suka menyalahkan orang dan suka merasa dirinya paling benar!" Gerutu Mama dalam hati.
"Genma..Genma.." Ucap Bintang bersemangat dengan bertepuk tangan.
"Ya Tuhan lindungilah hambamu ini.." Gumam Mama dalam hati saat akan mengayuh sepedanya. Dan Mama pun melakukannya, beliau mengayuh sepedanya dengan benar. Beliau merasa senang karena bisa mengayuh tanpa oleng.
"Ternyata gak seburuk yang aku bayangkan, ini mengasyikan." Ucap Mama dengan bersemangat mengayuhnya.
"Beyok cinih Genma.." Teriak Bintang, dan Mama pun berbelok dan kembali ke arah pintu gerbang.
Nia dan Ello yang dari tadi mencari keberadaan Bintang, kini mereka menuju depan rumah. Mereka melihat pintu gerbang yang terbuka lebar, terlihat anaknya sedang meloncat loncat senang disana. Nia pun menghampirinya.
"Bintang kamu sedang apa Nak?" Tanya Nia lembut.
"Minggir..." Teriak Mama dari atas sepeda.
"Minggir sayang.." Teriak Ello dari teras yang sedang menggendong Bulan. Nia pun minggir dengan mengangkat Bintang dan menggendongnya, sedang Oma juga ikut menghindar.
"Aghhhh..."Teriak Mama yang tidak bisa menghentikan sepedanya. Ello dan yang lain hanya memejamkan mata mereka.
"Brukk..gubrak.." Sepeda itu menabrak mobil milik Zacky yang terparkir rapi di halaman rumah. Mereka terkejut, dan mencari cari Mama di dekat sepeda namun tidak menemukannya.
"Ma.." Teriak Ello dan Nia bersamaan.
"Anne.." Teriak Oma.
"Mamamu gak ada El?" Tanya Mama yang tidak mendapatkan Mama di dekat sepeda atau pun mobil.
"Aku di sini.." Sahut Mama lirih yang terbaring dengan melambaikan tangannya.
"Astaga Anne.." Pekik Oma saat melihat Mama yang jatuh di tanaman bunga milik Tante.
__ADS_1
"Mama tidak apa apa kan Ma?" Teriak Nia yang berlari ke arah Mama, Nia membantu Mama untuk bangun.
"Hua..aa, masih tanya lagi. Ya jelas sakit lah!" Ucap Mama yang berjalan kedingklangan.
"Kenapa bisa terbang sampai sana kamu Ne?" Tanya Oma.
"Yey..Genma milip supemen!" Seru Bintang dengan bertepuk tangan.
"Hadeh..aku di kata Superman sama cucuku sendiri. Gak tahu dia, kalau Granmanya kesakitan begini." Ucap Mama meringis kesakitan.
"Sudah sudah, ayo masuk kedalam!" Ajak Ello, mereka pun melangkah masuk. Mama di papah oleh Nia.
"Ada apa? Kenapa kerusuhan kalian bisa terdengar sampai ke kamarku." Ucap Zacky yang keluar untuk melihat apa yang terjadi di luar rumah. Sedang Tante Binti berada di kamarnya.
Zacky pun menengok kesana kemari. Untung saja mobil Zac gak kelihatan karena tertutup oleh mobil Ello. Mama pun sedikit merasa lega tidak harus mendapat omelan dari Zac sekarang.
"Ha..ha..tidak apa apa Zac, hanya Mama Anne tadi di kejar kejar anjing di jalanan. Sampai sampai Mama jatuh di rerumputan pinggir jalan." Ucap Mama dengan menegakkan tubuhnya.
"Anjing?" Ucap Zac dengan menggaruk garuk tengkuknya.
"Iya anjing," Imbuh Oma membenarkan.
"Ya sudah..aku saja yang tutup gerbangnya!" Ucap Zacky yang mau melangkah ke depan.
"Wah..wah..aku mencium bau bau yang mencurigakan." Gumam Zac dalam hati.
Ello dan Nia hanya diam saja, sedang Mama menahan sakit di pinggang dan kakinya. Tante Binti yang tidak tahu menahu kejadian tersebut langsung bertanya pada semuanya.
"Kak Anne kenapa?" Tanya Tante yang melihat rambut Mama yang acak acakan dan baju yang sedikit robek robek.
"Itu di jalan Mama di kejar kejar anjing katanya!" Sahut Zac dengan melangkah menuju tangga.
"Anjing..di komplek sini memang ada anjing Zac? Bertahun tahun kita tinggal di sini gak pernah melihat anjing di jalanan?" Ucap Mama, Zac pun menghentikan langkahnya.
"Nah itu yang dari tadi Zac pikirkan Ma," sahut Zac dengan berpikir.
"Olang Genma, naik cepeda atoh abak obing omjek. Obing enyok!" Ucap Bintang yang jujur, namun mulut Bintang langsung di tutup Mama.
"Ngomong apa sih si Bintang, aku ngertinya sepeda sama mobil!" Ucap Zac dengan menghampiri Bintang.
__ADS_1
"Maksud Bintang tadi Grandma janji beliin dia sepeda baru. Nanti beli naik mobil sama Om Zac," sahut Mama dengan cepat
"Apa ada yang Mama sembunyikan dariku?" Tanya Zac yang merasa ada yang tidak beres.
"Gak ada Zac," jawab Mama berusaha santai.
"Lebih baik kita pulang sekarang, katanya mau belikan sepeda baru buat Bintang dan Bulan." Imbuh Oma menengahi.
"Nah..betul itu, ayo kita pulang anak anak!" Ajak Mama bersemangat menahan sakitnya.
"Jika ada apa apa kabari aku Zac!" Ucap Ello yang tahu pasti Zac akan marah besar melihat mobil dan sepedanya hancur.
"I..iya," ucap Zac.
"Kami pulang dulu Tante, salam buat Lena ya!" Ucap Nia yang di tarik cepat oleh Mama.
"Ada apa dengan mereka Zac, kelihatan aneh sekali!" Ucap Tante saat keluarga Ello sudah keluar rumah.
"Memang mereka selalu aneh, tapi aku rasa hari ini mereka parah sekali anehnya!" Ucap Zacky.
Merasa curiga, Zacky dan Tante pun keluar rumah. Mereka mencoba membuka gerbang dan melihat ke jalanan. Tampak sepi dan tak melihat keanehan, dan saat mereka kembali masuk dan melihat mobil bagian belakang penyok. Sepeda kesayangannya pun patah, bahkan ban depannya entah hilang kemana.
"Mobilku.." Teriak Zac dengan mengelus mobilnya. "Sepedaku, malang nian nasibmu. Menjadi korban kerusuhan keluarga absurd!" Rengek Zac dengan memeluk sepedanya.
"Hua..aa.." Mama menangis melihat tanaman kesayangannya hancur.
"Mama kenapa?" Tanya Zac khawatir.
"Tanaman Mama hancur Zac." Jawab Mama dengan menangis.
"Kirain kenapa, cuma tanaman saja di tangisi. Lihat Mobil sama sepedaku!" Ucap Zac menunjuk ke arah Mobilnya.
"Mama Anne...Kak Anne.." Teriak Zac dan Tante bersamaan.
๐ฟ๐ฟ
Di dalam mobil Ello memarahi Mama dan Oma yang sudah membuat kekacauan di rumah Zac. Mama dan Oma hanya diam dan menunduk, mereka berjanji akan memperbaiki Mobil dan juga sepeda Zacky.
"Iya Mama akan ganti rugi, Mama sudah kirim pesan ke Tantemu." Ucap Mama yang sudah mengirim pesan ke Tante, dan Tante meminta Mama ganti rugi tanaman kesayangannya. Dan Zacky meminta mobilnya di ganti yang baru oleh Mama. Kini Mama hanya melemas, dan ingin menyalahkan Bintang tapi tidak tega. Masa' iya beliau ingin menyalahkan anak kecil.
__ADS_1
Dan terpaksa Mama harus meminta tolong pada Papa, karena Ello tidak tega dengan Mamanya. Ello pun meminta Zac datang ke rumahnya, dia memberikan satu mobilnya untuk Zac sebagai ganti rugi. Dengan senang hati Zac pun mengiyakan.
"Ha..ha..kebetulan sekali, mobilku sudah dari kemarin memang sedikit penyok gara gara parkir di rumah sakit. Ya walau pun penyoknya di tambahi banyak oleh Mama, tapi gak papa lah. Lumayan lah dapat mobil gratis," Ucap Zac senang. Sekali sekali dia mengerjai kakak sepupunya.