Antara Aku Dan Maduku

Antara Aku Dan Maduku
Part 60. Will you marry me?


__ADS_3

Kini mereka tengah menikmati makan malam dengan tenang, sesekali Nia melirik ke arah Mama Ello yang terus menatapnya sinis. Membuat Nia sedikit merinding karena Mama Ello sepertinya tak menyukainya.


"kamu bekerja di mana?" Bu Sanjaya membuka obrolan dengan ketus pada Nia, setelah makan malam mereka selesai.


"saya bekerja di kedai milik Ayah saya Tante!" jawab Nia gugup.


"Anne, bisa tidak kamu bertanya dengan santun!" ketus Oma pada Bu Sanjaya.


"kenapa Mama membelanya!" protes Bu Sanjaya pada Oma.


"jelas aku membelanya, dia kekasih Ello. Dia gadis yang Ello sukai tanpa harus di jodoh jodohkan!" ketus Oma dengan menyunggingkan bibirnya, lalu membelai lembut kepala Nia. Membuat Nia terkejut akan ucapan Oma, sedang dia dan Ello bukan sepasang kekasih atau lebih tepatnya belum menjadi sepasang kekasih.


"kenapa Ayahmu tidak di ajak tadi Nak, Om ingin bekenalan dengan beliau juga." ucap Pak Sanjaya menengahi perdebatan Ibu dan Istrinya.


"Ayah masih di kedai Om, beliau cuma nitip salam kenal buat Om. Lain kali jika tidak sibuk, Ayah juga ingin bertemu Om." ucap Nia begitu santun, membuat Pak Sanjaya langsung menyukainya.


"sepertinya gadis ini memang baik, santun. Dari wajahnya terlihat cantik dan polos, pantas saja Ello menyukainya dan tak bisa berpindah kelain hati." gumam Pak Sanjaya dengan tersenyum.


"lain waktu biar Om yang menemui Ayahmu, Om sangat ingin mengenalnya!" sahut Pak Sanjaya.


"ide bagus Nak," seru Oma dengan tersenyum sinis pada Bu Sanjaya.


Obrolan terus berlanjut, hingga akhirnya Nia harus undur diri karena hari sudah malam. Dia kembali di antar Ello, dan di dalam perjalanan Nia hanya diam dan menatap kosong ke arah jalanan.

__ADS_1


"kamu kenapa?" tanya Ello saat melihat wanita yang dia cintai terlihat melamun.


"El, aku lihat Mamamu tidak menyukaiku!" jawab Nia jujur dan masih menatap jalanan. Dia mengingat perkataan Bu Sanjaya saat dia berpamitan pada beliau, Bu Sanjaya membisikan sesuatu padanya. "jangan harap aku bisa menerimamu!" bisikan yang penuh penekanan dan membuat Nia susah menelan salivanya.


"Mama bukannya tidak menyukaimu, dia pasti akan menyukaimu. Dia seperti itu karena belum begitu mengenalmu, aku akan lebih sering mengajak Mama dan kamu bertemu." ucap Ello.


Sebenarnya Ello ingin mendengar jawaban Nia tentang perasaannya padanya. Namun Ello mengurungkan pertanyaan itu, dia ingin langsung melamarnya di depan Pak Ilham. Agar Nia tahu keseriusannya.


"salam untuk Om Ilham, Nia." ucap Ello yang setelah membukan pintu mobil untuk Nia.


Nia mengangguk dan tersenyum pada Ello, dia melambaikan tangannya saat Ello melajukan kembali mobilnya.


🌿🌿


"Mbak, ada titipan!" ucap salah satu karyawannya dengan memberikan paper bag padanya.


"dari siapa?" tanya Nia.


"kurir yang mengantarnya Mbak, katanya dari Tuan Marcello!"


"terima kasih ya," ucap Nia. Lalu karyawannya kembali bekerja sedang Nia kembali ke mejanya untuk melihat isi paper bag dari Ello.


Gaun muslimah yang mewah dan elegant, Nia terkejut dengan pemberian Ello.

__ADS_1


"bersiaplah nanti malam jam delapan, dan aku mohon pakailah gaun ini!" tulisan yang ada di atas gaun tersebut.


"kita tutup kedai lebih awal, dan kamu harus memakainya Nia." ucap Pak Ilham bersemangat.


"Ayahhhh..." rengek Nia.


"sudahlah Nak, dia pria yang baik. Kamu juga sudah lama mengenalnya dan kamu juga sudah paham betul sifat sifat Ello." lagi lagi Pak Ilham ingin Nia yakin akan hatinya pada Ello.


"iya Yah..."


Ini memang rencana Ello yang sudah meminta dan mendapat persetujuan dari Pak Ilham. Bagaimana pun Pak Ilham kini sudah seperti Ayah kandung buat wanita yang dia cintai, jadi dia selalu meminta ijin Pak Ilham jika menyangkut tentang Nia.


🌚🌚


Nia dan Pak Ilham telah berada di dalam mobil Ello, dia menjemput Nia tepat jam delapan malam. Ello membawa Nia ke suatu tempat yang sudah dia persiapkan, tempat yang begitu romantis dan sudah di hiasi beberapa bunga dan lampu lampu. Tempat yang memang sengaja di buat Ello secantik dan seindah mungkin agar Nia bisa merasakan bahagia.


"ini tempat apa El?" tanya Nia bingung.


"ayo ikuti aku, nanti kamu akan tahu sendiri. Ada yang sudah menunggumu dan Om Ilham!" ucap Ello yang terus melangkahkan kakinya dan di ikuti Nia dan Pak Ilham.


"selamat datang Thania Putri!" sambut Oma dan Pak Sanjaya dengan menyalakan susunan lilin yang bertuliskan 'will you marry me Thania Putri' dan juga di hisai bunga mawar di sekelilingnya.


Nia terharu melihatnya, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya dengan mata yang melebar. Dia tak menyangka jika Ello akan melamarnya dengan begitu romantis. Bahkan ini sebagian dari impiannya dulu yang ingin di lamar seorang pria yang begitu mencintainya. Meski dia tak mengharapkan lamaran atau pernikahan yang mewah, yang penting di dasari dengan cinta dan ketulusan seoarang pria. Tapi saat ini dia begitu terharu dengan perlakuan Ello.

__ADS_1


__ADS_2